Kanker Darah Dan Klasifikasinya

SehatFresh.com – Berbicara tentang kanker mungkin tidak ada habisnya. Pasalnya, penyakit tersebut kini menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang dan telah banyak korban meninggal akibatnya. Ada banyak jenis kanker tergantung di mana sel-sel kanker tersebut muncul pada organ tubuh termasuk darah. Salah satu jenis kanker yang mematikan adalah kanker darah. Kanker darah ditandai dengan pertumbuhan abnormal dari sel-sel darah merah, sel-sel sumsum tulang atau sel pada sistem limfatik. Pada kanker darah, sel-sel kanker merusak sistem peredaran darah dalam tubuh. Hal ini dapat memengaruhi produksi darah, sirkulasi darah dan pencucian darah dalam tubuh.

Umumnya, bentuk awal kanker darah dimulai dalam sumsum tulang di mana darah diproduksi. Induk sel dalam sumsum tulang akan matang dan berkembang menjadi tiga jenis sel darah yaitu, sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Dalam kebanyakan kasus kanker darah, proses perkembangan sel darah normal menjadi terganggu oleh pertumbuhan sel darah abnormal yang tidak terkendali. Sel darah abnormal atau sel-sel kanker tersebut mengakibatkan darah dalam melakukan berbagai fungsi seperti melawan infeksi atau mencegah pendarahan serius. Kanker darah diklasifikan menjadi 3 jenis utama yaitu leukemia, lymphoma dan multiple myeloma.

Leukemia
Leukemia adalah jenis kanker darah yang mana terdapat sejumlah sel leukemik secara bertahap atau tiba-tiba membunuh sel-sel darah yang sehat. Pada leukemia akut, perubahan akan terjadi begitu cepat. Sedangkan pada leukemia kronis, perubahan biasanya lebih bertahap. Gejala leukemia akut meliputi kelelahan dan sesak napas ketika melakukan kegiatan rutin, demam dan berkeringat di malam hari, memar tanpa sebab yang jelas, penyembuhan luka yang lambat dan nyeri sendi. Pada tes darah, leukemia akut ditandai dengan dengan jumlah sel darah putih rendah.

Pasien dengan leukemia kronis mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Gejala umumnya ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening dan timbulnya banyak infeksi. Pasien leukemia kronis mungkin mulai merasa mereka menjadi lebih lelah dari biasanya, sesak napas, terjadinya penurunan berat badan secara bertahap, atau berkeringat di malam hari. Pada pasien dengan leukemia kronis, tes darah menunjukkan tingginya kadar limfosit.

Lymphoma
Lymphoma adalah kanker kelenjar getah bening dan sel getah bening. Kondisi ini diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu penyakit Hodgkin dan non-Hodgkin. Penyakit Hodgkin jauh lebih umum daripada limfoma non-Hodgkin. Gejala yang umum dari keduanya adalah pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, demam, menggigil dan berkeringat di malam hari. Mereka dengan penyakit Hodgkin mungkin menderita gatal-gatal dan kehilangan nafsu makan. Sedangkan mereka yang menderita non-Hodgkin mungkin merasa tekanan penuh pada perut, batuk dan nyeri dada, dan kelelahan.

Multiple myeloma
Multiple myeloma adalah kanker yang memengaruhi plasma darah. Tes darah pada orang dengan multiple myeloma menunjukkan tingginya sel plasma abnormal. Pasien pada tahap awal penyakit mungkin tidak menunjukkan gejala apapun. Seiring dengan perkembangan penyakit, gejala yang tampak umumnya meliputi masalah ginjal, sakit di tulang rusuk atau punggung, kelelahan akibat kekurangan zat besi, infeksi berulang, dan kesemutan atau mati rasa. Myeloma dapat menyebabkan penebalan darah sehingga menyebabkan pasien mengalami sesak napas, nyeri dada dan kebingungan.

Sumber gambar : nokanker.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY