Kanker Mulut dan Pencegahannya

SehatFresh.com – Kanker, penyakit mematikan ini telah menewaskan banyak orang. Jenisnya pun beragam, mulai dari kanker rahim, kanker usus, kanker darah, kanker kulit, kanker paru-paru, kanker payudara, dan jenis lainnya. Kali ini kita akan membahas kanker yang menyerang mulut.

Kanker jenis ini adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam mulut. Misalnya pada bibir, lidah, gusi, dinding mulut, dan langit-langit mulut. Kanker ini dapat menyebar secara langsung ke jaringan-jaringan di sekitar mulut atau melalui kelenjar getah bening.

Kanker mulut sendiri bukanlah jenis kanker yang popular seperti kanker darah atau kanker payudara. Menurut survei, kanker ini hanya muncul dalam porsi dua persen dari seluruh kasus kanker di dunia. Menurut organisasi dentalhealth, setidaknya ada 640 ribu pasien kanker mulut setiap tahun.

Meski jumlah kasusnya tergolong rendah, tetapi dikatakan penyakit ini termasuk jenis kanker yang paling mematikan. Peringkat kematiannya berada di posisi ke 11 di dunia. Ini karena tingginya kasus kematian terhadap pasien kanker mulut di dunia.

Sebagian besar kanker mulut menyerang lansia berusia 50 hingga 75 tahun dan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Tetapi kanker ini juga dapat terjadi pada kalangan dewasa muda, terutama akibat infeksi HPV (human papillomavirus). Kanker mulut yang paling umum terjadi adalah karsinoma sel skuamosa. Diperkirakan sekitar 90 persen pengidap kanker mulut menderita jenis ini.

Kanker mulut disebabkan oleh adanya perubahan pada perkembangan sel-sel dalam mulut atau bibir. Penyebab di balik mutasi ini belum diketahui secara pasti. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat memicu kemunculan kanker ini. Kanker mulut disebabkan oleh adanya perubahan pada perkembangan sel-sel dalam mulut atau bibir.

Penyebab di balik mutasi ini belum diketahui secara pasti. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat memicu kemunculan kanker ini. Di antaranya ialah menggunakan segala jenis tembakau, seperti rokok, cerutu, serta tembakau kunyah., konsumsi minuman keras secara berlebihan., infeksi HPV (human papillomavirus), pola makan yang buruk, kebersihan mulut yang tidak terjaga, misalnya membiarkan gigi berlubang atau gusi yang mengalami infeksi.

Dalam proses diagnosis, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami serta memeriksa kondisi mulut Anda. Jika diduga mengidap kanker mulut, Anda akan dianjurkan untuk menjalani biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk memastikan ada atau tidaknya sel-sel kanker.

Ada beberapa cara mencegah terjadinya kanker mulut. Seperti berikut ini:

  • Menjaga kebersihan mulut

Dengan menjaga kebersihan mulut, kita dapat mencegah penyakit kakner mulut. Sebab, dengan mulut yang kotor, akan membuat sistem kekebalannya menurun dan lebih mudah menjadi tempat bakteri

  • Tidak merokok

Zat nikotin yang ada dalam tembakau bukan hanya merusak paru-paru, tapi juga mulut. Nikotin akan membuat mulut asam dan tidak sehat. Sehingga dapat meningkatkan resiko terserang kanker mulut.

  • Mengurangi konsumsi alcohol

Resiko kanker mulut juga dapat menyerang seseorang yang sering mengonsumsi alkol, terlebih dengan jumlah yang banyak dalam waktu dekat.

  • Menghindari paparan sinar matahari langsung

Gunakan pelindung matahari pada bibir saat berada di bawah sinar matahari langsung. Terlalu sering berada di bawah sinar matahari secara langsung dapat meningkatkan risiko terkena kanker bibir, terutama bagian bawah.

  • Olahraga teratur

Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Kuatnya daya tahan tubuh dapat menekan risiko terkena kanker termasuk kanker mulut.

  • Melakukan pemeriksaan

Melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan mulut dapat dilakukan di dokter, setidaknya enam bulan sekali untuk melakukan skrining dan mendeteksi risiko kanker mulut. Pemeriksaan dapat juga dilakukan di rumah seperti halnya kanker payudara. Caranya adalah menghadap ke cermin dan buka mulut Anda lebar-lebar. Periksa seluruh bagian mulut hingga ke bagian belakang. Jika terjadi sesuatu maka konsultasikan ke dokter.

Sumber gambar : apakabarsidimpuan.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY