Kanker Payudara ER Positif

SehatFresh.com – Tidak semua jenis kanker payudara itu sama. Beberapa jenis memiliki sel-sel kanker berstatus estrogen-reseptor positif (ER+), yang berarti memiliki reseptor estrogen. Sel kanker ER+ ini memiliki molekul protein, yang mengikat estrogen untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangbiakannya. Menurut American Cancer Society, dua dari setiap tiga kanker payudara tergantung pada hormon. Sebagian besar kanker merupakan ER+ juga disertai PR+. Ini berarti sel kanker bisa juga tumbuh dalam menanggapi hormon progesteron. Tapi, ini tidak selalu terjadi.

  1. ER+ : Sel kanker payudarabersifat positifuntukreseptorestrogen.
  2. ER+/PR+ : Sel kanker payudara bersifat positif untuk reseptor estrogen dan juga positif untuk reseptor progesteron.
  3. ER+/PR- : Sel kanker payudara bersifat positif untuk reseptor estrogen tetapi negatif untuk reseptor progesteron.
  4. ER-/PR+ : Sel kanker payudara yang negatif untuk reseptor estrogen dan tapi positif untuk reseptor progesteron. Ini berarti progesteron lebih mungkin mendukung pertumbuhan sel kanker.

Bila hasilnya positif, terapi hormonal dapat membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel terkena kanker payudara dengan mengurangi tingkat estrogen atau dengan menghalangi efek estrogen. Terapi hormonal juga dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya kanker setelah perawatan. Beberapa obat yang digunakan untuk pengobatan kanker payudara estrogen positif meliputi :

  • Selective estrogen-receptor tesponse modulators (SERMs)

SERMs bekerja dengan memblokir efek berbahaya dari kelebihan estrogen dalam sel payudara dengan mengikat reseptor. SERMs yang paling umum digunakan untuk kanker payudara ER + adalah Tamoxifen. Fareston (toremifene) juga seringkali digunakan untuk kasus kanker stadium di kalangan wanita menopause. Raloxifene adalah SERMs lain yang telah digunakan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara estrogen positif.

  • Aromatase inhibitors

Aromatase inhibitors menghentikan produksi estrogen pada wanita menopause. Obat ini bekerja dengan memblokir efek dari enzim aromatase, yang mengubah hormon lain yang disebut androgen menjadi estrogen dalam jumlah kecil. Dengan obat ini, kadar estrogen menjadi menurun sehinga tidak menginduksi pertumbuhan dan proliferasi sel kanker. Obat hanya bekerja pada wanita menopause, karena cara kerjanya tidak memengaruhi estrogen yang dihasilkan dari ovarium perempuan muda. Estrogen pada wanita menopause berasal dari jaringan lemak dan kelenjar adrenal. Contoh aromatase inhibitors meliputi Arimidex (anastrozole), Femara (letrozole), dan Aromasin (exemestane).

  • Estrogen-receptor downregulators (ERDs)

ERDs memblokir efek estrogen pada payudara dengan menempati reseptor estrogen. ERDs juga memengaruhi jumlah dan bentuk reseptor. Salah satu contoh obat ini adalah Faslodex (fulvestrant), yang digunakan dalam pengobatan lanjutan untuk kanker payudara estrogen positif di kalangan wanita pasca menopause.

  • Luteinizing hormone-releasing hormone agents

LHRHs mematikan fungsi ovarium dan menghentikan produksi estrogen. Obat ini biasanya disuntikkan sekali setiap bulan selama beberapa bulan, dan seringkali diberikan kepada wanita premenopause yang terkena kanker payudara stadium awal. Ketika berhenti, ovarium akan kembali berfungsi normal setelah beberapa waktu. Contoh obat ini meliputi Lupron (leuprolide), Zoladex (goserelin), dan Trelstar (triptorelin).

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY