Kanker Terkait HIV

SehatFresh.com – Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Orang dengan HIV sangat rentan terhadap kondisi yang mengancam jiwa karena HIV dapat sangat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Mereka memiliki risiko tinggi terkena kanker tertentu. Virus membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi dan penyakit lainnya. HIV tidak menyebabkan kanker secara langsung, tetapi meningkatkan risiko terkena kanker tertentu.

Menurut US National Cancer Institute, orang yang terinfeksi HIV menjadi lebih berisiko terhadap beberapa kanker berikut ini :

  • Sarkoma kaposi

Orang dengan HIV beberapa ribu kali lebih mungkin untuk mengembangkan sarkoma kaposi. Sarkoma kaposi adalah jenis kanker kulit yang secara tradisional terjadi pada pria yang lebih tua keturunan Yahudi atau Mediterania, pria muda di Afrika, atau orang-orang dengan transplantasi organ. Saat ini, sarkoma kaposi sering ditemukan pada pria homoseksual dengan HIV/AIDS dan berhubungan dengan infeksi human herpesvirus 8 (HHV-8).

Pada awal perkembangannya, gejala tidak selalu jelas. Beberapa orang mendapati kulitnya menjadi lebih gejap dan muncul lesi di mulut. Gejala lainnya adalah penurunan berat badan dan demam. Kanker ini dapat memengaruhi kelenjar getah bening, saluran pencernaan, dan organ utama, sehingga bisa berakibat fatal.

  • Limfoma non-Hodgkin

Orang dengan HIV menjadi 70 kali lebih mungkin mengembangkan limfoma non-Hodgkin. Virus Epstein-Barr (EBV) adalah penyebab beberapa subtipe kanker ini. Kondisi berawal di jaringan limfoid dan menyebar ke organ lain. Subtipe yang paling umum pada orang dengan HIV/AIDS adalah limfoma sistem saraf pusat primer (memengaruhi otak dan cairan tulang belakang) dan limfoma efusi primer (menyebabkan penumpukan cairan di sekitar paru-paru atau perut).

  • Kanker serviks

Wanita yang terinfeksi HIV menjadi lima kali lebih mungkin terkena kanker serviks. Wanita dengan HIV beresiko tinggi terkena cervical neoplasia intraepithelial (CIN), yaitu pertumbuhan sel pra-kanker di leher rahim terkait infeksi human papillomavirus (HPV). Awalnya memang tidak ada gejala, tetapi CIN dapat berkembang menjadi kanker serviks. CIN menjadi lebih sulit diobati pada wanita dengan HIV.

  • Kanker lainnya

Orang dengan HIV berada pada risiko lebih besar terkena kanker anus, yang disebabkan oleh HPV. HPV juga meningkatkan risiko kanker mulut dan tenggorokan pada pasien HIV. Di antara orang dengan HIV, kanker hati lebih mungkin pada mereka yang juga telah terinfeksi dengan virus hepatitis B atau hepatitis C. HIV juga meningkatkan risiko limfoma Hodgkin, melanoma, kanker paru-paru, dan kanker testis.

Terapi antiretroviral (ART) telah digunakan sejak pertengahan 1990-an, untuk mengurangi jumlah HIV yang beredar dalam darah serta meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Angka kejadian sarkoma kaposi dan limfoma non-Hodgkin pada orang yang terinfeksi HIV telah menurun di antara mereka yang menerima ART.

Pengobatan untuk kanker yang berhubungan dengan HIV/AIDS bervariasi sesuai dengan jenis dan stadium kanker. Kesehatan pasien secara keseluruhan, fungsi sistem kekebalan tubuh, dan preferensi pribadi juga diperhitungkan. Bila mungkin, tumor akan diangkat melalui operasi. Pilihan pengobatan lainnya termasuk kemoterapi, radiasi, dan terapi fotodinamik.

Sumber gambar : ekapratini.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY