Kapan Imunisasi Diberikan pada Anak?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Imunisasi adalah hal penting dalam tumbuh-kembang anak. Ada berbagai macam imunisasi. Tiap jenis imunisasi memiliki jadwalnya tersendiri.

Pemerintah, melalui Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mewajibkan lima jenis vaksin bagi anak-anak Indonesia. Apa saja kelima vaksin tersebut? Kapan vaksin-vaksin tersebut diberikan kepada anak? Berikut adalah penjabarannya:

  • Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B bermanfaat untuk melindungi tubuh dari virus Hepatitis B. Virus tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada hati. Waktu pemberiannya adalah dalam waktu 12 jam setelah lahir. Lalu, dilanjutkan pada umur satu bulan. Setelah itu, pada usia tiga sampai enam bulan, si kecil juga diberikan vaksin lanjutan Hepatitis B. Sebagai catatan, jarak antara pemberian pertama dan kedua minimal empat minggu.

  • BCG Bacille Calmette-Guérin

Vaksin Bacille Calmette-Guérin (BCG) optimal diberikan pada umur dua sampai tiga bulan. Manfaat vaksin ini ialah mencegah penyakit tuberkulosis atau TB (bukan lagi disingkat TBC), yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Bila umur si kecil sudah lebih dari tiga bulan, namun belum diberikan vaksin ini, maka harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu. Uji ini untuk mengetahui apakah di dalam tubuh anak sudah terdapat bakteri penyebab TB atau tidak. BCG baru bisa diberikan bila uji tuberkulin negatif.

  • Polio

Manfaat vaksin polio adalah memberi kekebalan terhadap virus polio. Virus ini bisa menyebabkan kelumpuhan. Waktu pemberian Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya, vaksin ini diberikan tiga kali, yakni saat bayi berumur dua, empat, dan enam bulan. Tak hanya itu, pemberian vaksin ini harus diulang (boost) pada usia 18 bulan dan lima tahun.

  • DTP (Diphteria Tetanus Pertussis)

Manfaat vaksin Diphteria, Tetanus, Pertussis (DTP) ialah mencegah tiga jenis penyakit. Ketiganya yakni difteri (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan  bakteri), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan, biasanya berlangsung dalam waktu yang lama). Pertama kali, vaksin ini diberikan saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Pemberian selanjutnya pada usia empat dan enam bulan. Lalu, vaksin DTP diberikan ulang saat si kecil berumur 18 bulan dan lima tahun. Terakhir, vaksin ini diberikan lagi pada anak berusia 12 tahun.

  • Campak

Vaksin ini diberikan pertama kali saat usia anak menginjak sembilan bulan. Campak kedua diberikan pada saat anak berusia enam tahun). Manfaat vaksin ini adalah melindungi anak dari penyakit campak yang disebabkan virus. Jika belum mendapat vaksin campak pada umur sembilan bulan, anak bisa diberikan vaksin kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (MMR atau Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here