Karezza Sebagai Cara Hidupkan Keintiman Seksual

SehatFresh.com – Selama ini, mungkin banyak yang menganggap hubungan seks itu tidak lengkap tanpa orgasme sebagai puncaknya. Tanpa orgasme, seks seakan menjadi hal yang percuma dan membosankan. Bahkan, banyak pasangan yang mendapati hubungannya kurang harmonis hanya dikarenakan kurang mendapat kepuasan terkait orgasme ketika berhubungan seksual. Kenyataannya, memang tidak semua pasangan selalu mendapatkan kepuasan orgasme dalam setiap hubungan seksual yang dilakukannya. Untuk mengatasi masalah ini, telah ada suatu praktek seks yang disebut karezza.

Istilah dan aktifitas karezza ini diperkenalkan oleh seorang ginekolog yang bernama Alicia Bunker Stockham pada tahun 1896. Dalam bahasa Italia, karezza memiliki arti membelai yang merujuk pada kelembutan sebagai bentuk kasih sayang dan hubungan emosional. Pendekatan seks yang dikenal sebagai karezza telah dikaitkan dengan peningkatan kesehatan dan sebagai sarana pemulihan hubungan. Sederhananya, karezza adalah hubungan sensual tanpa tujuan klimaks. Praktek ini mengesampingkan tujuan orgasme dengan menempatkan fokus yang menjadikan seks sebagai pengalaman sensual sehingga mereka berpikir tentang memberi dan menerima kenikmatan, tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan klimaks.

Karezza banyak disarankan oleh banyak ahli konseling pernikahan untuk memulihkan kembali hubungan dalam rumah tangga yang hampir retak. Berhubungan seksual tanpa orgasme dinilai dapat memberikan semangat dan rasa kasih sayang kepada pasangan yang tengah mengalami krisis. Tidak hanya sebatas itu, karezza juga dapat menjadi terapi bagi mereka yang kecanduan pornografi dan disfungsi seksual. Praktek tersebut tidak hanya membantu para pasangan paruh baya dalam mengatasi kebosanan pernikahan tapi juga dapat memberi manfaat bagi pasangan muda yang baru menikah.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika berhubungan seks, orang menghargai hubungan dengan pasangan lebih dari sekedar pandangan fisik. Karezza dan praktek-praktek seperti sejenisnya dapat mengalihkan fokus bahwa berhubungan seksual bukan untuk tujuan terus-menerus mengejar orgasme. Dengan karezza, masing-masing pasangan diharapkan akan lebih mampu menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya.

Saat melakukan praktek karezza, Anda harus menikmati setiap aktifitas seksual Anda dengan seintim mungkin. Hal ini dapat memunculkan perasaan yang lebih dalam tentang bagaimana Anda menikmati aktifitas yang Anda lakukan dengan pasangan, begitu juga sebaliknya. Yang perlu diperhatikan mengenai karezza adalah bagaimana Anda mengatur tempo dan intercourse (persetubuhan). Intercourse harus dilakukan dengan lembut dan perlahan. Bila Anda sudah terbiasa melakukan karezza, Anda akan dapat menahan dan mengontrol orgasme saat akan keluar. Karezza juga dipercaya dapat menyehatkan bagian otak yang bertugas dalam mengatur nafsu, keinginan, dan gairah seksual.

Sumber gambar : saludonlineconsultas.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY