Keamanan Perawatan Rambut Berbasis Kimia Saat Hamil

SehatFresh.com – Wanita hamil kerapkali menghadapi banyak ketidakpastian karena perubahan tubuh selama kehamilan dan banyak yang khawatir mengenai bagaimana agar tetap bisa tampil menarik. Salah satunya, banyak wanita hamil bertanya-tanya tentang keamanan perawatan rambut semasa hamil. Pasalnya, produk perawatan rambut masa kini notabennya berbahan dasar kimia. Tentunya, ada kekhawatiran ini bisa memberi pengaruh buruk pada perkembangan janin dalam kandungan.

Meski perawatan rambut ini ada yang masih dianggap aman oleh sejumlah ahli, namun, tidak sedikit pula yang dianggap berpotensi berbahaya dan harus dihindari. Untuk amannya, kebanyakan dokter menyarankan agar wanita hamil menghindari perawatan rambut seperti pewarnaan, pelurusan dan pengeritingan rambut. Namun, ada juga yang menyarankannya untuk menunda keinginan tersebut hingga trimester pertama usai.

  • Pewarnaan rambut

Zat pewarna rambut permanen mengandung banyak bahan kimia yang dalam dosis tinggi, telah terbukti menyebabkan cacat lahir pada tikus. Namun, penyerapan bahan kimia ini kulit kepala relatif sedikit sehingga kecil kemungkinannya akan mempengaruhi janin. Tapi, karena tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa pewarna ini benar-benar aman, banyak dokter menyarankan menghindari pewarna rambut selama kehamilan, terutama selama trimester pertama.

  • Pelurusan dan pengeritingan

Obat yang digunakan untuk pelurusan rambut dan pengeritingan rambut permanen umumnya mengandung bahan kimia kaustik seperti alkali, kalsium hidroksida atau natrium thioglycolate, untuk memecah ikatan kimia pada rambut untuk mengubah bentuk rambut. Meskipun bahan kimia ini dapat menyebabkan iritasi kulit kepala dan merusak rambut, sebuah studi 1999 yang diterbitkan dalam “American Journal of Epidemiology” menunjukkan bahwa penggunaan produk ini tidak terkait dengan kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah. Sayangnya, studi ini tidak memeriksa terjadinya cacat lahir.

Meskipun bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam perawatan rambut tidak diserap banyak melalui kulit kepala, perawatan rambut umumnya melepaskan uap kimia yang kuat. Zat pewarna rambut permanen sering melepaskan uap amonia, yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Sayangnya, belum ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa paparan amonia dapat membahayakan janin yang sedang berkembang.

Hanya sedikit penelitian yang meneliti efek dari pewarna dan bahan kimia rambut lainnya pada wanita hamil. Namun, tetap ada kemungkinan bahwa bahan kimia dapat diserap melalui kulit kepala selama perawatan dan diteruskan pada janin yang sedang berkembang. Pasalnya, kulit kepala memiliki banyak pori-pori yang mendalam dan selalu ada potensi, terutama jika kulit kepala teriritasi.  

Menurut American College of Obstetricians dan Gynecologists, pewarna rambut mungkin aman untuk digunakan selama kehamilan, tapi tidak dianjurkan untuk dilakukan pada trimester pertama kehamilan. Pasalnya, trimester pertama adalah masa yang sensitif, karena janin masih sangat rentan terhadap pengaruh dari luar. Mintalah saran dokter mengenai baik buruknya penggunaan produk atau perawatan kecantikan yang ingin Anda lakukan di masa kehamilan. Buatlah pilihan yang bijaksana, semakin sedikit paparan bahan kimia, tentunya lebih aman bukan?

Sumber gambar : caaantik.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY