Keberhasilan Menyusui Tergantung Dukungan dan Perhatian Ayah pada Ibu Menyusui

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – #Infotorial Hidup dengan bayi baru penuh kejutan, dan ibu akan hampir pasti memiliki pertanyaan dan kekhawatiran, bahkan jika itu bukan anak pertama. Menyusui merupakan salah momen wow bagi ibu setelah melahirkan buah hati. Ibu dan bayi mulai mengenal satu sama lain dan mulai membentuk interaksi yang sinkron serta indah yang merupakan karakteristik dari menyusui.

Menyusui adalah cara memberikan makan dan mendidik anak yang optimal. Dengan menambahkan makanan padat pada usia 6 bulan, menyusui tetap merupakan makanan, daya tahan tubuh dan memenuhi kebutuhan psikologis yang bermakna sampai usia 2 tahun. Persalinan apalagi secara alami sering kali berlangsung lama dan melelahkan. Dilanjutkan fase awal proses menyusui sering kali membuat ibu menyusui merasa kelelahan, ngantuk dan kurang tenaga karena harus terjaga malam hingga dini hari. Sehingga asupan nutrisi tambahan untuk mengembalikan tenaga, kesehatan dan kebugaran menjadi amat penting.

Untuk mengatur kebutuhan nutrisi dan tetap berenergi selama menjadi ibu baru, dapat memulai dengan sarapan sereal dan susu kemudian mencukupi kebutuhan buah-buahan dengan menjadikan kudapan. Selain itu makan siang dengan kaya lauk yang berprotein dan sayuran dapat menambah energi. Lengkapi hidangan malam hari dengan tambahan susu sehingga membantu ibu menyusui untuk mudah istirahat.

Dr. Prima Progestian, SpOG, dokter kebidanan dan kandungan, menjelaskan, “Untuk memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan selama menyusui,  dapat mengonsumsi susu yang yang diproduksi khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Susu pada ibu hamil juga bisa berperan sebagai energy booster selama kehamilan dan juga pada masa persalinan yang menguras energi. Susu berperan dalam mengembalikan kondisi tubuh menjadi lebih segar dan sehat. Susu juga mengandung serat pangan, untuk membantu mempertahankan / memelihara fungsi saluran pencernaan. Konsumsi pangan harus disertai dengan konsumsi pangan rendah lemak, rendah lemak jenuh dan/ atau rendah kolesterol. Konsumsi susu harus disertai dengan pola hidup sehat.”

Dr. Prima menjelaskan,” Ada banyak manfaat menyusui bagi ibu dan anak, antara lain:  (1). Manfaat menyusui pada bayi. Sistem kekebalan tubuh bayi menjadi lebih kuat. Jadi, risiko terserang penyakit seperti diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, konstipasi menjadi  berkurang. Antibodi dari ibu juga melindungi bayi dari serangan asma, alergi, dan eksim. Menyusui sampai bayi berusia 6 bulan akan menjamin tercapainya perkembangan potensi kecerdasan anak secara optimal. Bayi yang sering berada dalam dekapan ibu karena menyusu akan merasakan kasih saying ibunya. Ia juga akan merasa aman tenteram, terutama karena masih  dapat mendengar detak jantung ibunya yang sudah ia kenal sejak dalam kandungan. Perasaan terlindungi dan disayangi inilah yang akan menjadi dasar perkembangan emosi bayi dan membentuk kepribadian yang percaya diri dan dasar spiritual yang baik. (2). Manfaat menyusui pada ibu. Pada ibu menyusui terjadi peningkatan kadar hormon prolaktin yang membatu produksi air susu dan hormon oksitosin yang berguna untuk pengeluaran air susu. Disamping itu, hormon oksitosin juga berperan dalam penutupan pembuluh darah rahim sehingga pendarahan akan cepat berhenti. Sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kekurangan darah atau anemia akibat pendarahan. Menyusui meupakan cara kontrasepsi yang aman murah dan cukup berhasil. Hormon oksitosin yang meningkat membantu rahim berkontraksi kembali keukuran sebelum hamil. Oksitosin juga berperan sebagai “love hormone” yang membuat rileks, nyaman dan meningkatkan keterhubungan (bonding) antara ibu dan bayinya. Banyak penelitian menemukan menyusui akan mengurangi risiko kanker baik kanker payudara, rahim, dan indung telur.”

Utami Roesli SpA., IBCLC., FABM, mengatakan bahwa sebuah riset menunjukan ayah yang mengetahui pentingnya menyusui dan memberikan dukungan tingkat keberhasilan menyusui mencapai 98,1% Sedangkan pada ayah yang tak begitu mengetahui pentingnya menyusui, tingkat keberhasilan menyusui terjun bebas ke angka 26,9. Kalau ayah mendukung ibu dalam program menyusui, risiko anak tumbuh tidak sehat cuma 1,9 persen, tidak sampai 2 persen. Tapi kalau ayah tidak dukung, risiko yang ditanggung sampai 73,1 persen.”

Menyusui eksklusif bisa berhasil dan sukses dengan adanya dorongan (support system) suami kepada ibu menyusui. Proses menyusui tidak hanya melelahkan secara fisik, pun juga secara emosional. Apalagi pada masa awal menyusui, ibu menghadapi banyak kendala. Istri membutuhkan dukungan dan semangat dari pasangan. “Seorang suami yang mengerti dan memahami bagaimana manfaat menyusui pasti akan selalu membantu ibu mengurus bayi, termasuk menggantikan popok, memandikan bayi dan memberikan pijatan pada bayi. Suami juga perlu mememani istri saat bangun malam untuk menyusui, serta membuatkan susu untuk ibu menyusui bahkan memberikan pijatan yang lembut pada sang istri. Hujani istri dengan pujian, penghargaan atas usahanya, dan kata-kata yang bisa membangkitkan semangat istri untuk tidak menyerah dan berhenti menyusui. Hal ini merupakan dukungan wajib lho,” tambah dr. Prima. Selain itu, suasana bahagia hati ibu menyusui mempengaruhi hormon menyusui akan bekerja maksimal sehingga produksi ASI jadi lebih lancar. Nah, di sinilah peran suami untuk menjaga istrinya agar tetap happy.

Memang waktu istrirahat suami ditengah kepenatan selama hari bekerja bisa menjadi beban tambahan bagi suami. Namun dukungan dan respon positif suami tentu akan menyejukkan dan penghilang penat serta lelah ibu selama bangun malam. Rasa kepedulian dan empati suami akan meningkat, apalagi proses tumbuh kembang dan pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab ibu semata.

Pada kesempatan terpisah Yuniastuti Kusuma Putri, Head of Marketing IFT PT. Frisian Flag Indonesia, mengatakan, “Sebagai ibu menyusui, penting untuk mengetahui bahwa kualitas ASI dan pastikan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Dengan mengonsumsi makanan bergizi. Produk susu adalah bagian penting dari menyusui sehat. Selain menyediakan protein, vitamin B, dan vitamin D, susu yang sarat dengan kalsium untuk membantu tulang bayi berkembang, sehingga penting bagi ibu menyusui untuk makan kalsium yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Konsumsi setidaknya tiga cangkir susu setiap hari sebagai bagian dari menu makanan.”

Ibu harus bijak dalam menentukan sahabat nutrisi untuk menemani masa kehamilan dan menyusui. Susu Frisian Flag Mama mengandung asupan nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan dan menyusui karena mengandung  protein, serat pangan, asam folat, zat besi, 28 jenis vitamin dan mineral yang sangat penting untuk mendukung dua masa ini. Rasa coklatnya yang lezat akan membantu membuat tubuh menjadi rileks.

Susu Frisian Flag Mama dapat di temukan di toko-toko terdekat, seperti Alfamart, Alfamidi, Hypermarket dan Supermarket terdekat.

Kepustakaan:
1. Roesli, Utami . 2000. Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta : Trubus Argriwidya.
2. Yuliarti, N. 2010. Keajaiban ASI, Makanan Terbaik untuk Kesehatan, Kecerdasan dan Kelincahan Si Kecil. Penerbit Andi. Yogyakarta
3. Prasetyono, Dwi sunar. 2005. Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta : Diva Press
4. Mannion, C.A., Hobbs, A.J., McDonald, S.W. 2013. Maternal perceptions of partner support during breastfeeding. International Breastfeeding Journal, 8(4), doi:10.1186/1746-4358-8-
5. Prawira, A.E. 2014. Ayah asi, kelompok ayah pendukung ibu menyusui. http://health.liputan6.com/read/2039135/
6. Nainggolan, E. 2014. Hubungan dukungan suami dengan keberhasilan isteri menyusui. Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
7. Asep Candra. 2013. Ayah Penentu Keberhasilan ASI Eksklusif. http://health.kompas.com/read/2013/01/18/09025665

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY