Kebotakan Berpola Pada Wanita

Masalah kebotakan berpola tidak hanya rentan dialami pria, ternyata wanita juga bisa mengalaminya. Namun, kebotakan berpola pada wanita memiliki tipe pola yang berbeda dari kebotakan berpola pada pria. Penelitian menunjukkan bahwa setengah dari wanita akan mengalami kebotakan pada saat mereka mencapai 50 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan kondisi ini dapat dimulai pada masa pubertas, sekitar usia 12, atau kelak di masa dewasa, sekitar usia 40 tahun.

Setiap rambut di kepala memiliki sel-sel induk yang dirancang secara khusus dalam menentukan seberapa pendek atau panjang rambut yang tumbuh. Sel-sel tersebut juga secara genetik menentukan angka kapan mereka bisa menumbuhkan rambut baru, menumbuhkan jumlah rambut tertentu setiap bulannya untuk menggantikan rambut yang telah rontok.

Kebotakan berpola umumnya membentuk pola tertentu yang menunjukkan penipisan rambut pada puncak kepala dan mengakibatkan mundurnya garis rambut. Pada pria, garis rambut ini biasanya mulai menipis dan mundur sehingga membentuk pola menyerupai huruf “M”, “O”, “A”, atau perpaduan antara “O+M”. Sedangkan kebotakan berpola pada wanita menujukkan tipe pola yang berbeda dari kebotakan berpola pada pria. Pola kebotakan pada wanita tidak mudah dikenali jika dibandingkan dengan yang terjadi pada pria. Kebotakan berpola yang dialami wanita ini tidak muncul dengan pola penipisan rambut yang mudah dikenali pada puncak kulit kepala.

Kebotakan pada wanita ini biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon pada pori-pori kulit kepala. Hal ini menyebabkan penurunan pertumbuhan rambut karena pergerakan hormon estrogen sehingga menyebabkan semuanya menjadi menurun. Pori-pori kulit kepala menjadi menutup dan rambut yang tumbuh pun menjadi mengecil. Ketika hal ini terjadi, wanita yang sangat memperhatikan keadaan rambutnya akan menyadari bahwa rambutnya terasa lebih renggang saat mereka menyisir rambutnya. Jika ayah atau ibu Anda memiliki kecenderungan untuk menjadi botak, maka Anda juga kemungkinan akan mengalami hal yang sama. Selain itu, kadar hormon yang rendah, kekurangan zat besi, gizi buruk, kerusakan UV, dan bahan kimia karena pelurusan atau bleaching rambut dapat mempercepat rambut rontok dan membuatnya terlihat lebih tipis .

Para ahli menyarankan untuk konsumsi makanan sehat dan menerapkan pola makan seimbang agar rambut ternutrisi. Tidak hanya itu, Anda perlu melindungi rambut dari paparan matahari dengan mengenakan topi. Anda juga perlu menghindari perawatan rambut yang menggunakan bahan kimia keras yang merusak kesehatan rambut. Cara-cara tersebut mungkin tidak bisa mengembalikkan kerontokan rambut, namun bisa membantu mencegah kerontokan yang lebih parah di kemudian hari.

*pic konsultasisehat.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY