Kebugaran Pengaruhi Keperkasaan

SehatFresh.com – Tentunya semua pria ingin tampil “perkasa” di tempat tidur guna memuaskan pasangannya. Demi mewujudkan hal tersebut, banyak pria rela melakukan apa saja, termasuk mengonsumsi berbagai jenis obat kuat. Padahal, jika telah menerapkan gaya hidup yang sehat dan bisa mengelola stres dengan baik, Anda tidak perlu mengonsumsi obat-obatan agar dapat menjadi “perkasa”. Hal ini dikarenakan kunci performa seks pria ada pada kebugaran fisiknya. Pria yang senantiasa menjaga kebugaran fisiknya akan memiliki fungsi seksual dan ereksi yang lebih baik.

Tubuh membutuhkan suplai darah yang bagus untuk ereksi. Kekuatan ereksi penis bergantung pada tekanan jantung. Otak akan memberikan isyarat pada penis, sehingga darah akan memenuhi pembuluh darah, kemudian jantung akan memompa darah tersebut. Jika terjadi gangguan pada proses ini, kekuatan ereksi menjadi menurun dikarenakan pembuluh darah tidak dapat mempertahankan tekanan selama mungkin. Akibatnya, penis tidak bisa ereksi penuh.

Untuk menjaga jantung tetap sehat, maka penting untuk menerapkan olahraga sebagai bagian dari kebutuhan. Olahraga seperti jalan cepat, renang, jogging atau bersepeda dapat meningkatkan kekuatan jantung. Yang paling mudah, jalan cepat dapat meningkatkan sirkulasi dan aliran darah sehingga Anda menjadi lebih kuat dan ereksi lebih lama. Aktivitas penuh energi seperti berlari dan jalan cepat, juga dapat merangsang pelepasan endorfin yang akan membuat tubuh menjadi lebih rileks sehingga dapat mengurangi stres.

Para peneliti dari Cedars-Sinai Medical Center menemukan bahwa pria yang lebih sering berolahraga, dengan total 18 METs (metabolic equivalents) berdasarkan konsumsi oksigen per minggu memiliki skor fungsi seksual yang lebih tinggi. Angka dalam METs ini menunjukkan total waktu olahraga dan intensitasnya. Angka 18 pada METs dapat dicapai berkat kombinasi olahraga dalam intensitas berbeda. Melakukan dua jam olahraga berat, seperti berlari atau berenang, setara dengan 3,5 jam olahraga moderat, atau enam jam olahraga ringan.

Dalam riset ini, para peneliti mengumpulkan dan menganalisis data sekitar 300 partisipan. Para partisipan melaporkan sendiri tingkat aktivitas yang dilakukannya beserta melaporkan informasi terkait fungsi seksual mereka termasuk kemampuan ereksi, orgasme, kualitas dan frekuensi ereksi. Sementara, peneliti membuat kategori aktivitas fisik yang dilakukan oleh partisipan. Kategorinya dibagi menjadi sedentari, sedikit aktif, cukup aktif, atau sangat aktif.

Selain olahraga, dipertimbangkan pula faktor lain yang memengaruhi penurunan fungsi seksual seperti diabetes, usia dan kebiasaan merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang kurang berolahraga memiliki tingkat fungsi seksual yang lebih rendah. Dikatakan pula bahwa seorang pria yang berusia 40 tahunan dengan disfungsi ereksi lebih berisiko 50 kali lipat mengembangkan penyakit jantung dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.

Agar makin efektif, asupan makanan yang bergizi juga harus diperhatikan. Selain meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, pola makan sehat dapat menjaga kesehatan penis dengan meningkatkan sirkulasi darah yang baik dengan menjaga pembuluh darah yang sehat. Hal ini membantu memperlancar aliran darah ke penis, sehingga ereksi menjadi lebih maksimal dan kesehatan penis tetap terjaga.

Sumber gambar : panduanhidupsehat.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY