Kebutuhan Episiotomi Dalam Persalinan

SehatFresh.com – Episiotomi atau pengguntingan jalan lahir saat proses persalinan kerap kali menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para ibu hamil. Episiotomi pada dasarnya adalah operasi yang tergolong sederhana. Dokter akan memberi suntikan obat bius lokal ke area vagina agar tidak terasa sakit. Kemudian, dokter akan membuat sayatan yang kemudian akan dijahit setelah bayi lahir. Dulu, episiotomi merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses persalinan. Saat ini, prosedur tersebut hanya direkomendasikan untuk kasus-kasus tertentu.

  • Gawat janin

Selama proses persalinan normal, persalinan mungkin perlu dipercepat untuk menghindari komplikasi pada ibu atau bayi. Dalam kasus gawat janin seperti (perubahan denyut jantung janin), kelelahan ibu, atau tahap kedua yang lama, episiotomi dapat membantu mempercepat kelahiran. Setelah bayi mencapai lubang vagina, dokter dapat membuat ruang ekstra untuk kepala bayi untuk dilewatkan guna mempersingkat waktu persalinan. Dalam kasus gawat janin ketika satu-satunya halangan untuk kelahiran adalah tekanan pada pembukaan vagina, episiotomi dapat mencegah kebutuhan untuk ekstraksi vakum atau persalinan per vaginam dengan bantuan forceps.

  • Persalinan dengan alat bantu

Ketika persalinan per vaginam dengan ekstraksi vakum atau forceps harus dilakukan, episiotomi dapat membuat prosedur menjadi lebih mudah dengan mengurangi resistensi lubang vagina. Turunnya bayi dengan cepat yang terjadi dengan vakum atau forceps sering mengakibatkan laserasi atau robeknya vagina. Dalam kasus ini, episiotomi dapat mencegah robek berlebihan. Episiotomi juga dapat mencegah robeknya vagina dekat uretra atau klitoris.

  • Bayi sungsang

Dalam kasus di mana bayi dalam posisi sungsang, episiotomi dapat menyediakan ruang tambahan untuk manuver dan penempatan forceps untuk membantu dalam mengeluarkan kepala bayi.

  • Bayi besar

Distosia bahu (tersangkutnya bahu janin dan tidak dapat dilahirkan setelah kepala janin dilahirkan) adalah masalah yang bisa dapat terjadi dalam persalinan bayi besar. Ketika distosia bahu dicurigai bisa terjadi, episiotomi dapat memfasilitasi deteksi dini dan menjadi solusi untuk masalah ini. Dalam hal ini, episiotomi memungkinkan lebih banyak ruang untuk bahu melewati jalan lahir dan meningkatkan peluang keberhasilan persalinan bayi.

  • Riwayat operasi panggul

Jika seorang wanita telah menjalani operasi rekonstruksi panggul, yang terbaik adalah dengan tidak melahirkan secara normal. Namun, jika tetap memilih untuk melahirkan melalui vagina setelah operasi rekonstruksi panggul, episiotomi dapat memfasilitasi persalinan dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada area bekas operasi.

  • Posisi kepala bayi abnormal

Dalam keadaan normal, bayi turun melalui jalan lahir dengan wajah yang mengarah ke tulang selangka ibunya. Posisi ini disebut oksiput anterior, memungkinkan diameter kepala terkecil melewati lubang vagina. Namun, pada beberapa kasus, kepala bayi berada dalam posisi abnormal. Jika kepala bayi dimiringkan sedikit ke satu sisi (asinklitik), menghadap ke arah salah satu pinggul ibu (oksiput transversa), atau menghadap ke arah pusar ibu (oksiput posterior), diameter kepala bayi yang lebih besar akan membutuhkan jalan lahir yang lebih besar pula. Dalam hal ini, episiotomi mungkin diperlukan untuk memperbesar jalan lahir.

  • Bayi kembar

Dalam persalinan bayi kembar, episiotomi memungkinkan ruang tambahan pada pembukaan vagina. Dalam kasus di mana kedua bayi dengan kepala pada posisi pertama, dokter dapat mempercepat kelahiran bayi kedua dengan melakukan episiotomi. Dalam situasi di mana bayi pertama dilahirkan normal sedangkan bayi kedua dalam posisi sungsang, episiotomi memungkinkan ruang yang memadai untuk kelahiran bayi sungsang.

Sumber gambar : www.youtube.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY