Kebutuhan Vitamin dan Mineral Saat Puasa

SehatFresh.com – Selama berpuasa, kita dituntut untuk menahan lapar dan dahaga mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Selama waktu tersebut, cairan tubuh tentunya akan mudah habis, stamina akan mudah terkuras, serta lemak dan makanan cadangan yang ada di dalam tubuh mulai dipakai untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Agar tetap fit dan sehat selama berpuasa, maka diperlukan asupan makanan yang menyehatkan pula, baik ketika Anda bersantap sahur maupun ketika berbuka puasa. Makanan yang mengandung makronutrien, mikronutrien, vitamin, dan mineral merupakan sumber makanan harus dikonsumsi untuk menjaga tubuh tetap prima selama berpuasa.

Kebutuhan nutrisi saat berpuasa atau tidak berpuasa sebenarnya tidak berbeda, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah yang seimbang. Namun saat berpuasa ada masa dimana tubuh tidak mendapat asupan zat gizi untuk waktu cukup panjang, yaitu sekitar 14 jam. Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sel-sel tubuh harus mendapat gizi dan energi dalam jumlah cukup setiap saat. Selain zat gizi makro yang mencakup karbohidrat, lemak dan protein, asupan vitamin dan mineral juga perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan proses pembentukan energi yang bersumber dari zat gizi makro tersebut.

Saat puasa, kebutuhan tubuh akan vitamin cenderung meningkat. Vitamin yang sangat diperlukan saat puasa adalah vitamin B, C, E dan D. Vitamin B dan vitamin C saat puasa penting untuk mengatur metabolisme tubuh serta energi yang juga didampingi oleh makanan berprotein. Vitamin C juga berperan dalam meningkatkan daya tahan agar tubuh tidak gampang sakit. Vitamin E berperan sebagai antioksidan dan menghindarkan kulit dari kekeringan selama puasa. Sedangkan vitamin D diperlukan untuk penyerapan mineral dan kalsium yang lebih optimal. Asupan vitamin dapat Anda peroleh dengan mudah dari jeruk, apel, alpukat, jagung, bayam, wortel, terong, brokoli, kembang kol, sawi putih, kangkung dan lain sebagainya.

Selain vitamin, asupan mineral juga mutlak perlu diperhatikan. Salah satu mineral yang penting bagi tubuh adalah kalsium. Tubuh yang kekurangan kalsium bisa menjadi lesu dan daya tahannya menjadi menurun. Tentunya kondisi tersebut bisa mengganggu puasa Anda. Oleh karena itu, cara menjaga daya tahan tubuh selama puasa salah satunya dengan memerhatikan asupan kalsium. Kebutuhan kalsium bagi orang dengan usia 19-50 tahun adalah 1000 miligram per hari. Sumber kalsium yang paling mudah didapat adalah susu, sayuran hijau, kacang kedelai dan pisang.

Perlukah mengonsumsi suplemen saat puasa?
Berpuasa memang hampir selalu diidentikan dengan tubuh yang lemas sehingga banyak orang yang mengonsumsi suplemen vitamin agar tetap sehat dan segar selama beribadah puasa di bulan Ramadhan. Namun, ternyata suplemen makanan berupa vitamin tambahan sebetulnya tidak diperlukan saat puasa jika Anda telah mengonsumsi buah dan sayur sesuai dengan porsi yang dianjurkan. Sayuran dan buah-buahan adalah jenis makanan yang memiliki kandungan vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi. Tentunya yang alami itu lebih baik bukan? Namun, jika Anda berniat mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral tambahan, alangkah baiknya jika dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Sumber gambar : tipscantikterkini.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY