Kecanduan Obat-Obatan

DEFINISI

Kecanduan obat-obatan (narkoba), juga disebut dengan gangguan penggunaan zat, adalah ketergantungan pada obat legal atau ilegal, atau obat medis. Alkohol dan nikotin memang termasuk zat yang legal, namun juga tergolong ke dalam narkoba.

Ketika seseorang mengalami kencanduan, ia tidak dapat mengontrol konsumsi narkoba dan terus melanjutkan pemakaian meskipun obat tersebut mulai menimbulkan bahaya terhadap kondisi kesehatannya. Kecanduan narkoba dapat menimbulkan keinginan kuat untuk mengonsumsi obat-obatan. Anda mungkin ingin berhenti, tetapi kebanyakan orang tidak dapat melakukannya sendiri.

Kecanduan narkoba dapat menyebabkan konsekuensi jangka panjang serius, termasuk masalah kesehatan fisik dan mental, hubungan, pekerjaan, dan hukum.

Anda akan membutuhkan bantuan dari dokter, keluarga, teman-teman, kelompok pendukung atau program pengobatan terorganisir untuk mengatasi kecanduan dan bebas dari narkoba.

GEJALA

Kebanyakan kecanduan narkoba dimulai karena coba-coba dan kemudian, pada sebagian orang penggunaan obat ini menjadi lebih sering. Risiko kecanduan dan seberapa cepat ketergantungan terjadi bervariasi tergantung pada jenis obat-obatan (narkoba) yang dikonsumsi. Beberapa obat-obatan memiliki risiko lebih tinggi dan menyebabkan ketergantungan lebih cepat daripada yang lain.

Seiring waktu, seorang pecandu narkoba akan memerlukan dosis yang lebih besar untuk mendapatkan efek obat yang sama, yakni perasaan euforia (melayang-layang). Tidak lama kemudian, para pecandu tadi juga akan memerlukan obat-obatan agar bisa merasa lebih baik. Saat penggunaan narkoba meningkat, akan semakin sulit untuk melewatkan bahkan hanya satu hari saja tanpa mengonsumsi narkoba. Upaya untuk menghentikan penggunaan narkoba ini dapat menyebabkan gejala dorongan yang sangat hebat dan menimbulkan rasa sakit fisik (gejala penarikan).

Gejala atau perilaku kecanduan narkoba, antara lain :

  • Merasa harus mengonsumsi obat-obatan secara teratur – bisa setiap hari atau bahkan beberapa kali sehari
  • Memiliki dorongan yang kuat untuk mengonsumsi obat-obatan (narkoba)
  • Seiring waktu, membutuhkan obat-obatan dalam dosis yang lebih banyak untuk mendapatkan efek yang sama
  • Mencoba memastikan bahwa ia memilikipersediaan obat-obatan dalam jumlah yang cukup
  • Menghabiskan uang untuk membeli narkoba, meskipun tidak bisa membelinya
  • Tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawab pekerjaan, atau menarik diri dari kegiatan sosial atau rekreasi karena penyalahgunaan narkoba
  • Melakukan hal-hal yang biasanya tidak pernah dilakukan, seperti mencuri, untuk mendapatkan narkoba
  • Mengemudi atau melakukan kegiatan berisiko lainnya ketika berada di bawah pengaruh narkoba
  • Memfokuskan lebih banyak waktu dan energi untuk mendapatkan dan menggunakan obat-obatan
  • Berupaya untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan namun selalu gagal
  • Mengalami gejala penarikan diri ketika mencoba untuk berhenti menggunakan narkoba

Mengenali penyalahgunaan narkoba dalamkeluarga

Kadang-kadang sulit untuk membedakan kemurungan atau kecemasan normal pada remaja dengan tanda-tanda penyalahgunaan narkoba. Berikut beberapa hal yang bisa mengindikasikan kemungkinan penyalahgunaan narkoba :

  • Bermasalah di sekolah atau tempat kerja–sering absen di sekolah atau tempat kerja, mendadak tidak tertarik dengan kegiatan sekolah atau pekerjaan, atau penurunan nilai atau prestasi kerja
  • Masalah kesehatan fisik – kekurangan energi dan motivasi
  • Mengabaikan penampilan – kurangnya minat atau perhatian dalam berpakaian, perawatan diri atau penampilan
  • Perubahan perilaku–menunjukkan upaya berlebihan untuk melarang anggota keluarga memasuki kamarnya atau merahasiakankemana ia pergi dengan teman-teman; atau perubahan perilaku yang drastis dan perubahan hubungan dengan keluarga dan teman-teman
  • Menghabiskan uang–tiba-tiba memintauang tanpa penjelasan yang masuk akal; atau kehilangan uang atau barang berharga di rumah yang mungkin dijual untuk kemudian digunakan untuk memberli narkoba

Mengenali tanda-tanda penggunaan obat atau keracunan

Tanda dan gejala penyalahgunaan narkoba atau intoksikasi dapat bervariasi, tergantung pada jenis narkooba yang digunakan. Berikut beberapa contohnya.

Marijuana, ganja dan zat lainnya yang mengandung ganja

Orang-orang menggunakan ganja dalam bentuk rokok, dimakan, atau dihirup dalam bentuk uap. Ganja sering dikonsumsi sebelum atau digunakan bersamaan dengan zat lain, seperti alkohol atau obat-obatan terlarang lainnya, dan seringkali menjadi obat pertama yang dicoba oleh seorang pecandu narkoba.

Tanda dan gejala penyalahgunaannya, meliputi :

  • Rasa euforia atau perasaan “tinggi” atau melayang
  • Sensasi visual yang tinggi, persepsi pendengaran dan rasa
  • Tekanan darah dan denyut jantung meningkat
  • Mata merah
  • Mulut kering
  • Penurunan koordinasi
  • Kesulitan berkonsentrasi atau mengingat
  • Nafsu makan meningkat
  • Reaksi yang semakin melambat
  • Pikiranparanoid

Penggunaan jangka panjang (kronis) sering dikaitkan dengan :

  • Ketajaman mental yang menurun
  • Menurunnnya performa di sekolah atau di tempat kerja
  • Berkurangnya jumlah teman dan ketertarikan atau minat

Cannabinoids sintetis dan cathinones diganti

Dua kelompok obat sintetik – cannabinoids sintetis dan cathinones diganti – adalah obat-obatan ilegal di kebanyakan negara. Efek obat ini berbahaya dan tak terduga, karena obat ini tidak memiliki kontrol kualitas dan beberapa bahan mungkin tidak diketahui dengan pasti.

Cannabinoids sintetis, juga disebut “K2” atau “Spice,” disemprotkan pada bumbu kering dan kemudian dihirup seperti rokok, tetapi dapat disiapkan sebagai teh herbal. Meskipun produsen mengklaim bahwa obat ini diracik dari senyawa kimia “alami” atau tidak berbahaya, obat ini dapat menghasilkan sensasi “tinggi” atau melayang yang mirip dengan efek ganja dan akhir-akhir menjadi alternatif yang cukup populer namun berbahaya.

Tanda dan gejala penggunaan obat-obatan ini meliputi :

  • Sensasi euforia atau perasaan “tinggi” melayang
  • Suasana hati meningkat
  • Relaksasi
  • Berubahnya sensasi visual, persepsi pendengaran dan rasa
  • Kecemasan ekstrim atau agitasi
  • Paranoia
  • Halusinasi
  • Denyut jantung dan tekanan darah meningkat
  • Muntah
  • Kebingungan

Cathinones diganti, juga disebut “garam mandi,” adalah zat psikoaktif yang mirip dengan amfetamin seperti ekstasi (MDMA) dan kokain. Meskipun dinamai garam mandi, obat-obatan ini bukan produk mandi seperti garam Epsom. Cathinones substitusi ini dapat dimakan, dihirup atau disuntikkan dan bersifat sangat adiktif. Obat ini dapat menyebabkan keracunan parah yang menyebabkan efek kesehatan berbahaya atau bahkan kematian.

Tanda dan gejala penggunaan obat-obatan ini, antara lain :

  • Euforia
  • Peningkatan sosialisasi
  • Meningkatnya energi dan agitasi
  • Gairah seks meningkat
  • Denyut jantung dan tekanan darah meningkat
  • Nyeri dada
  • Paranoia
  • Serangan panik
  • Halusinasi
  • Delirium
  • Perilaku psikotik dan kekerasan

Barbiturat dan benzodiazepin

Barbiturat dan benzodiazepin depresan resep untuk sistem saraf pusat. Obat ini sering digunakan dan disalahgunakan untuk mendapatkansensasi relaksasi atau keinginan untuk “mematikan” atau melupakanmasalah atau perasaan stres.

Fenobarbital, amobarbital (Amytal) dan secobarbital (Seconal Sodium) adalah beberapa contoh barbiturat. Contoh benzodiazepin termasuk obat penenang, seperti diazepam (Valium), alprazolam (Xanax, Niravam), lorazepam (Ativan), clonazepam (Klonopin) dan chlordiazepoxide (Librium).

Tanda dan gejala penggunaan obat ini, antara lain :

  • Mengantuk
  • Bicara cadel
  • Kurangnya koordinasi
  • Euforia atau perasaan senang berlebihan
  • Masalah berkonsentrasi atau berpikir
  • Masalah memori
  • Gerakan mata spontan(nystagmus)
  • Kurangnya inhibition
  • Melambatnya pernapasan dan berkurangnya tekanan darah
  • Pusing
  • Depresi

Meth, kokain dan stimulan lainnya

Stimulan ini meliputiamfetamin, met (methamphetamine), kokain dan methylphenidate (Ritalin). Stimulan sering digunakan dan disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi “tinggi”, atau untuk meningkatkan energi, kinerja atau performa di tempat kerja atau sekolah, atau untuk menurunkan berat badan atau mengendalikan nafsu makan.

Tanda dan gejala penggunaan stimulan, antara lain :

  • Perasaan gembira dan rasa percaya diri yang berlebihan
  • Kewaspadaan meningkat
  • Meingkatnya energi dan perasaan gelisah
  • Perubahan perilaku atau agresi
  • Bicara cepat atau bertele-tele
  • Pupil membesar
  • Delusi dan halusinasi
  • Lekas ​​marah atau perubahan suasana hati
  • Denyut jantung dan tekanan darah berubah
  • Mual atau muntah yang disertai dengan penurunan berat badan
  • Gangguan penilaian
  • Hidung tersumbat dan kerusakan selaput lendir hidung (jika mendengus obat)
  • Insomnia
  • Paranoia
  • Mengalami depresi saat efek obat mereda

Obat klub

Obat klub adalah obat yang umum digunakan di klub, konser dan pesta. Contohnya termasuk Ecstasy atau Molly (MDMA), asam gamma-hidroksibutirat (GHB), flunitrazepam (Rohypnol, atau roofie) dan ketamin. Obat ini tidak termasuk ke dalam kategori yang sama, tetapi sama-sama menimbulkan beberapa efek serupa dan bahaya, termasuk efek berbahaya jangka panjang.

Karena GHB dan Rohypnol dapat menyebabkan sedasi, relaksasi otot, kebingungan dan kehilangan memori, obat ini bisa dikaitkan dengan potensi pelecehan seksual atau kekerasan seksual.

Tanda dan gejala penggunaan obat klub meliputi :

  • Halusinasi
  • Paranoia
  • Pupil membesar
  • Menggigil dan berkeringat
  • Gemetar tanpa alasan yang jelas (tremor)
  • Perubahan perilaku
  • Kram otot dan gigi clenching
  • Inhibition berkurang
  • Sensasi penglihatan, suara dan rasa yang semakin berubah atau semakin tinggi
  • Penurunan koordinasi
  • Gangguan penilaian
  • Masalah memori atau kehilangan memori
  • Berkurangnya kesadaran
  • Peningkatan atau penurunan denyut jantung dan tekanan darah

Halusinogen

Penggunaan halusinogen dapat mengakibatkan tanda-tanda dan gejala yang berbeda, tergantung pada jenis obatnya. Halusinogen yang paling umum adalah lysergic acid diethylamide (LSD) dan phencyclidine (PCP).

Penggunaan LSD dapat menyebabkan :

  • Halusinasi
  • Mengurangi persepsi tentang realitas, misalnya, menafsirkan input dari salah satu indera sebagai input dari indera lain, seperti mendengar warna
  • Perilaku impulsif
  • Pergeseran emosi yang sangat cepat
  • Perubahan mental permanen terkait persepsi
  • Denyut jantung cepat dan tekanan darah tinggi
  • Tremor
  • Kilas balik, ulang pengalaman-akibat halusinasi – bahkan bertahun-tahun kemudian

Penggunaan PCP dapat menyebabkan :

  • Perasaan terpisah dari tubuh dan lingkungan
  • Halusinasi
  • Masalah koordinasi dan gerakan
  • Agresif, kemungkinan perilaku kekerasan
  • Gerakan mata spontan
  • Kurangnya sensasi nyeri
  • Peningkatan tekanan darah dan denyut jantung
  • Gangguanpemikiran dan memori
  • Gangguan berbicara
  • Gangguan penilaian
  • Intoleransi terhadap suara keras
  • Terkadang kejang atau koma

Inhalansia

Tanda dan gejala penggunaan inhalansia bervariasi, tergantung pada zatnya. Beberapa zat yang biasa dihirup termasuk lem, pengencer cat, cairan koreksi, cairan penanda ujung, bensin, cairan pembersih dan produk aerosol rumah tangga. Karena sifat racun dari zat ini, menghirupnya dapat mengakibatkan kerusakan otak.

Tanda dan gejala penggunaan inhalansia meliputi :

  • Memiliki zat inhalansia tanpa penjelasan yang masuk akal
  • Euforia singkat atau intoksikasi
  • Berkurangnya inhibition
  • Pusing
  • Mual atau muntah
  • Gerakan mata spontan
  • Tampak mabuk dengan bicara cadel, gerakan yang lambat dan koordinasi yang buruk
  • Detak jantung tidak teratur
  • Tremor
  • Badan berbau bahan inhalan
  • Ruam di sekitar hidung dan mulut

Narkotika penghilang rasa sakit

Opioid narkotik, obat penghilang rasa sakit yang dihasilkan dari opium atau dibuat secara sintetis. Obat kelas ini termasuk, antara lain, heroin, morfin, kodein, metadon dan oxycodone. Orang-orang yang menggunakan opioid selama jangka waktu yang panjang mungkin memerlukanobat subsitusi jangka panjang yang diresepkan dokter untuk sementara waktu atau selama pengobatan.

Tanda dan gejala penggunaan dan ketergantungan narkotika meliputi :

  • Euforia atau perasaan “tinggi”
  • Mengurangi rasa sakit
  • Mengantuk atau sedasi
  • Bicara cadel
  • Gangguan fokus dan memori
  • Pupil terbatas
  • Kurangnya kesadaran atau kurangnya perhatian terhadap orang-orang dan objek sekitar
  • Gangguan koordinasi
  • Depresi
  • Kebingungan
  • Berkeringat, kulit lembab dan dingin
  • Sembelit
  • Hidung berair atau luka (jika mendengus obat)
  • Tanda suntikan (jika obat-obatan digunakan dengan cara disuntikkan)

Kapanharus ke dokter

Jika penggunaan narkoba Anda sudah berada di luar kendali atau menyebabkan masalah, segera cari pertolongan medis. Semakin cepat Anda mendapatkan bantuan medis, semakin besar peluang Anda untuk pemulihan jangka panjang. Berkonsultasilah dengan dokter utama Anda atau temui penyedia kesehatan mental, seperti dokter yang khusus menangani pengobatan kecanduan atau psikiatri, atau konselor obat dan alkohol berlisensi.

Segera buat janji dengan dokter jika :

  • Anda tidak dapat berhenti menggunakan obat-obatan
  • Penggunaan narkoba Anda telah menyebabkan perilaku yang tidak aman, seperti berbagi jarum atau hubungan seks tanpa kondom
  • Kemungkinan akan mengalami gejala penarikan setelah menghentikan penggunaan narkoba

Jika Anda tidak siap atau berani untuk menemui dokter, hubungi nomor hotline untuk membantu Anda mempelajari perawatan untuk kecanduan narkoba.

Segera dapatkan pertolonganmedis darurat jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menggunakan narkoba dan :

  • Kemungkinan mengalamioverdosis
  • Menunjukkan perubahan kesadaran
  • Memiliki kesulitan bernapas
  • Mengalami kejang atau konvulsi
  • Memiliki tanda-tanda serangan jantung, seperti nyeri atau tekanan di daerah dada
  • Memiliki reaksi fisik atau psikologis bermasalah lainnyasaat menggunakan obat-obatan

Staging an intervensi

Orang berjuang mengatasi kecanduan biasanya menyangkal bahwa mereka memiliki masalah dan enggan untuk mencari pengobatan. Intervensi menawarkanorang yang Anda cintai kesempatan terstruktur untuk membuat perubahan sebelum semunya berubah menjadi lebih buruk dan dapat memotivasinya untuk mencari atau menerima bantuan.

Intervensi harus direncanakan secara hati-hati dan dapat dilakukan oleh keluarga dan teman-teman melalui konsultasi dengan dokter atau konselor profesional yang menangani kecanduan alkohol dan obat-obatan, atau diarahkan oleh intervensi profesional. Intervensi ini melibatkan keluarga dan teman-teman dan kadang-kadang juga rekan kerja, pendeta atau orang lain yang peduli dengan pecandu.

Selama intervensi, orang-orang ini berkumpul bersama untuk berdiskusi secara langsung, dari hati ke hati dengan pecandu tentang konsekuensi dari penyalahgunaan narkoba dan membujuknya untuk menerima pengobatan.

PENYEBAB

Seperti kebanyakan gangguan kesehatan mental lainnya, ada  beberapa faktor yang dapat memengaruhi kecanduan dan ketergantungan narkoba. Faktor utamanya, antara lain :

  • Lingkungan. Faktor lingkungan, meliputi kepercayaan dan sikap keluarga, hubungan denganteman sebaya yang mendorong penggunaan narkoba, tampaknya berpengaruh mengakibatkanpenggunaan awal narkoba.
  • Genetika. Setelah Anda mulai menggunakan obat-obatan, pengembangan kecanduan kemungkinan dipengaruhi oleh sifat warisan (genetik), yang dapat menunda atau mempercepat perkembangan penyakit.

Perubahan di otak

Kecanduan fisik tampaknya terjadi ketika penggunaan berulang obat-obatan mengubah cara otak memberi efek rasa senang. Obat adiktif menyebabkan perubahan fisik pada beberapa sel saraf (neuron) di otak. Neuron menggunakan bahan kimia yang disebut neurotransmitter untuk berkomunikasi. Perubahan ini dapat terus bertahan dalam waktu yang lama setelah Anda berhenti menggunakan obat.

FAKTOR RISIKO

Kecanduan narkoba bisa menyerang siapa saja, tidak peduli usia, jenis kelamin atau status ekonominya. Namun, faktor-faktor tertentu dapat mempengaruhi kemungkinan dan kecepatan berkembangnya kecanduan :

  • Riwayat kecanduan dalam keluarga. Kecanduan obat lebih sering terjadi pada beberapa keluarga dan kemungkinan melibatkan predisposisi genetik. Jika Anda memiliki anggota keluarga atau kerabat biologis, seperti orang tua atau saudara, dengan masalah kecanduan alkohol atau obat-obatan, maka Anda berisiko lebih besar terkena kecanduan narkoba.
  • Berjenis kelamin laki-laki. Pria lebih berpotensi memiliki masalah dengan obat-obatan dibandingan perempuan. Namun, perkembangan gangguan adiktif didapati lebih cepat pada wanita.
  • Memiliki gangguan kesehatan mental lainnya. Jika Anda memiliki gangguan kesehatan mental seperti depresi, attention-deficit / hyperactivity disorder (ADHD) atau gangguan stres pasca-trauma, Anda akan lebih mudah untuk mengalamiketergantunganterhadap obat-obatan.
  • Tekanan teman sebaya. Tekanan teman sebaya merupakan faktor kuat yang seringkali mengakibatkan seseorang terjerumusuntuk menggunakan dan menyalahgunakan obat-obatan terlarang, terutama pada anak muda.
  • Kurangnya kedekatan dengan keluarga. Situasi keluarga yang sulit atau kurangnya ikatan dengan orang tua atau saudara kandung dapat meningkatkan risiko kecanduan, seperti kurangnya pengawasan orangtua.
  • Kecemasan, depresi dan kesepian. Menggunakan narkoba dapat menjadi jalan keluar untuk mengatasi masalah psikologis yang dimiliki dan dapat membuat masalah ini lebih buruk.
  • Mengonsumsi obat yang sangat adiktif. Beberapa obat, seperti obat perangsang, kokain atau obat penghilang rasa sakit, dapat menyebabkan kecaduan berkembang lebih cepat dibandingkan obat lain. Namun, mengonsumsi obat-obatan yang dianggap kurang adiktif – yang disebut “obat-obatanringan” –juga bisa menjadi jalan awal yang dapat menjerumuskan Anda dalam penyalahgunaan narkoba.

Komplikasi

Penggunaan narkoba  bisa menimbulkan efek jangka pendek dan jangka panjang yang signifikan dan merusak. Mengonsumsibeberapa jenis obat-obatan dapat sangat berisiko, terutama jika Anda mengambilnya dalam dosis tinggi atau menggabungkan mereka dengan obat lain atau alkohol. Berikut beberapa contohnya.

  • Methamphetamine, opiat dan kokain bersifat sangat adiktif dan bisa menimbulkan beberapa konsekuensi kesehatan jangka pendek dan jangka panjang, termasuk perilaku psikotik, kejang atau kematian karena overdosis.
  • GHB dan Rohypnol dapat menyebabkan sedasi, kebingungan dan kehilangan memori. Ini disebut “date rape drugs” sangat mudah diberikan tanpa sepengetahuan seseorang atau persetujuannya dan diketahui bisa merusak kemampuan tubuh untuk menahan kontak yang tidak diinginkan dan mengingat peristiwa yang terjadi. Pada dosis tinggi, obat-obatan dapat menyebabkan kejang, koma dan kematian. Bahayanya meningkat ketika obat ini diambil bersamaan dengan alkohol.
  • Ekstasi atau Molly (MDMA) bisa menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit dan komplikasi seperti kejang. Untuk jangka panjang, MDMA dapat merusak otak.
  • Salah satu bahaya tertentu obat klub adalah bahwa cairan, pil atau bentuk bubuk obat ini tersedia dan dijual di jalanan dan seringkali mengandung zat yang tidak diketahui yang dapat membahayakan, termasuk obat-obatan ilegal yang diproduksi atau obat farmasi lainnya.
  • Karena sifat beracun dari inhalansia, pengguna dapat mengalami kerusakan otak dengan tingkat keparahan berbeda.

Komplikasi lainnya yang dapat mengubah hidup

Ketergantungan pada obat-obatan dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi berbahaya dan merusak, termasuk :

  • Berisiko terserang penyakit menular. Orang yang kecanduan obat lebih berisiko terserang penyakit menular, seperti HIV, baik melalui hubungan seks yang tidak aman atau dengan berbagi jarum.
  • Masalah kesehatan lainnya. Kecanduan obat dapat menyebabkan berbagai baik masalah kesehatan mental dan fisik baik jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini tergantung pada jenis obat yang diambil.
  • Kecelakaan. Jika Anda kecanduan nakoba, Anda lebih cenderung terdorong atau terpicu untukmelakukan kegiatan berbahaya lainnya saat berada di bawah pengaruh obat-obatan.
  • Bunuh diri. Orang yang kecanduan lebih berisiko tinggi melakukan bunuh diri daripadamereka yang tidak.
  • Masalah keluarga. Perubahan perilaku dapat menyebabkan perselisihan, masalah perkawinan atau masalah keluarga.
  • Masalah pekerjaan. Penggunaan narkoba dan ketergantungan dapat menyebabkan penurunan kinerja di tempat kerja, absensi dan akhirnya mengakibatan seseorang kehilangan pekerjaan.
  • Masalah di sekolah. Penggunaan narkoba negatif dapat mempengaruhi kinerja akademik dan motivasi berprestasi di sekolah.
  • Masalah hukum. Hal ini sangat umum untuk pengguna narkoba dan dapat diakibatkan oleh kegiatan membeli atau memiliki obat-obatan terlarang, mencuri untuk mendukung kecanduan obat-obatan, mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol, atau sengketa hak asuh anak.
  • Masalah keuangan. Menghabiskan uang untuk mendukung penggunaan narkoba akan mengurangi dana yang seharusnya Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya, hal ini ujungnya bisa menyebabkan Anda terjebak dalam utang, dan dapat menyebabkan perilaku ilegal atau tidak etis.

Persiapan Sebelum ke Dokter

Mendapatkan perspektif independen dari seseorang yang Anda percayai dan Anda kenal dengan baik bisa sangat membantu. Anda dapat memulai penanganan dengan membahas ketergantunganobat-obatan Anda dengan dokter utama Anda, atau meminta rujukan ke dokter spesialis kecanduan obat, seperti konselor alkohol dan narkoba berlisensi, atau psikiater atau psikolog. Mintalah salah seorang anggota keluarga atau teman untuk menemani Anda saat konsultasi.

Apa yang dapat Anda lakukan

Untuk mempersiapkan janji Anda :

  • Beri tahu dokter dengan jujur tentang kecanduan obat-obatan yang Anda alami. Bila Anda memiliki masalah ketergantungan dengan narkoba, Anda bisa dengan sangat menganggap remehdosis obat yang Anda konsumsi dan tingkat ketergantungan yang Anda alami. Untuk membantu pengobatan Anda, jujurlahkepada dokter atau penyedia layanan kesehatan mental lainnya.
  • Tuliskan daftar semua obat-obatan, vitamin atau suplemen lain yang Anda ambil dan dosis masing-masingnya. Beritahu dokter tentang obat-obatan legal atau ilegal yang Anda gunakan.
  • Siapkan pertanyaan yang ingin Anda tanyakan kepada dokter.

Pertanyaan dasar berikut perlu Anda sertakan dalam daftar pertanyaan Anda.

  • Apa pendekatan terbaik untuk mengatasi masalah ketergantungan narkoba saya?
  • Apakah saya perlu menemui seorang psikiater atau penyedia kesehatan mental lainnya?
  • Apakah saya harus pergi ke rumah sakit atau menghabiskan waktu sebagai pasien rawat inap atau rawat jalan di sebuah klinik pemulihan?
  • Apakah ada brosur atau bahan cetak lainnya yang bisa saya bawa pulang? Situs apa yang Anda rekomendasikan?
  • Apa saja alternatif untuk pendekatan utama yang Anda sarankan?

Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan lain selama konsultasi Anda.

Apa yang bisa Anda harapkan dari dokter

Dokter mungkin akan mengajukan sejumlah pertanyaan. Memepersiapkan diri untuk menjawabnya akan membantu Anda memanfaatkan waktu konsultasi sebaik mungkin. Dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut :

  • Obat apa yang Anda gunakan?
  • Kapan Anda pertama kalinya menggunakan narkoba pertama?
  • Seberapa sering Anda menggunakan obat-obatan terlarang?
  • Ketika Anda mengambil obat-obatan, berapa banyak yang Anda gunakan?
  • Apakah Anda pernah merasa bahwa Anda mungkin memiliki masalah ketergantungan dengan obat-obatan?
  • Apakah Anda pernah mencoba untuk berhenti? Apa yang terjadi ketika Anda melakukannya?
  • Jika Anda mencoba untuk berhenti, apakah Anda mengalami gejala penarikan?
  • Apakah anggota keluarga Anda pernah mengeluhkan masalah penggunaan narkoba Anda?
  • Apakah Anda siap untuk menjalani pengobatan untuk mengatasi masalah narkoba Anda?

Tes dan Diagnosis

Mendiagnosis kecanduan obat (juga disebut gangguan penggunaan zat terlarang) memerlukan evaluasi menyeluruh dan biasanya mencakup penilaian oleh psikiater, psikolog, atau konselor  alkohol dan obat-obatan berlisensi. Darah, urine atau tes laboratorium lain juga digunakan untuk memeriksa penyalahgunaan narkoba, tapi tes ini bukanlah tes diagnostik untuk mendeteksi kecanduan. Tes-tes ini dapat digunakan untuk menetapkan pilihan pengobatan dan mengetahui lamanya pemulihan.

Untuk diagnosis gangguan penggunaan zat, profesional kesehatan mental pada umumnya menggunakan kriteria dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang diterbitkan oleh Asosiasi Psikiatri Amerika untuk mendiagnosa kondisi mental. Panduan ini juga digunakan oleh perusahaan asuransi sebagai dasar untuk mengganti pengobatan.

Kriteria DSM-5 untuk gangguan penggunaan zat terlarangmeliputi pola perilaku penggunaan narkoba yang menyebabkan masalah dan kesulitan signifikan, terlepas dari jenis obat yang digunakan.

Anda kemungkinan memiliki gangguan penggunaan zat terlarang jika Anda memiliki setidaknya dua dari masalah berikut ini dalam jangka waktu 12 bulan :

  • Sering mengonsumsiobat-obatan dalam jumlah yang lebih besar daripada yang Anda inginkanselama jangka waktu yang lama
  • Berusaha mengurangi jumlah obat-obatan yang dikonsumsi atau berhenti menggunakannya, tetapi belum berhasil
  • Menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan narkoba, menggunakan narkoba atau untuk pulih dari efek obat
  • Memiliki dorongan hebat untuk terusmengonsumsi obat-obatan yang sebenarnya menghambat daya pikir
  • Tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawab karena penggunaan narkoba
  • Tetap menggunakan obat-obatan, meskipun Anda tahu itu menyebabkan masalah dalam hidup Anda
  • Menyerah atau mengurangi kegiatan sosial, pekerjaan atau rekreasi penting karena penggunaan zat-zat terlarang
  • Menggunakan obat-obatan dalam situasi yang mungkin tidak aman, seperti saat mengemudi atau mengoperasikan mesin
  • Menggunakan obat-obatan meskipun Anda tahu itu menyebabkan kerusakan fisik atau psikologis
  • Mulai mengembangkan toleransi, yang berarti bahwa obat-obatan yang dikonsumsi mulai berkurang pengaruh atau efeknya terhadap tubuh Anda sehingga Anda membutuhkan lebih banyak obat-obatan untuk mendapatkan efek yang sama
  • Mengalami gejala penarikan fisik atau psikologis ketika berhenti mengonsumsi obat-obatan, atau Anda mengambil obat-obatan jenis lain (atau obat serupa) untuk menghindari gejala penarikan

PERAWATAN DAN OBAT-OBATAN

Pilihan pengobatan yang dijelaskan di bawah ini dapat membantu Anda mengatasi kecanduan dan bebas dari ketergantungan narkoba.

Program pengobatan untuk mengatasi ketergantungan kimia

Program pengobatan biasanya menawarkan :

  • Sesi terapi individual, kelompok atau keluarga
  • Fokus pada pemahaman sifat kecanduan dan mencegah kekambuhan
  • Tingkat perawatan dan pengaturan yang bervariasi tergantung pada kebutuhan individu, seperti rawat jalan, residensial dan program rawat inap

Detoksifikasi

Tujuan dari detoksifikasi, juga disebut “detoks” atau terapi penarikan, adalah untuk membantu Anda berhenti minum obat adiktif secepat dan seaman mungkin. Bagi sebagian orang, mungkin aman untuk menjalani terapi penarikan secara rawat jalan. Sebagian lainnya mungkin perlu masuk ke rumah sakit atau pusat perawatan residensial.

Penarikan dari berbagai kategori obat – seperti depresi, stimulan atau opioid – menimbulkan efek samping yang berbeda dan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Detoksifikasi dilakukan secara bertahap dengan cara mengurangi dosis obat-obatan atau menggantinya dengan zat lain untuk sementara waktu, seperti metadon, buprenorfin, atau kombinasi dari buprenorfin dan nalokson.

Konseling

Sebagai bagian dari program terapi obat, konseling – juga disebut terapi wicara atau psikoterapi – bisa diberikan oleh seorang psikolog, psikiater, atau konselor alkohol dan obat-obatan berlisensi dengan individu, keluarga atau kelompok. Terapis atau konselor dapat :

  • Membantu Anda mengembangkan cara-cara untuk mengatasi dorongan hebat Anda untuk mengonsumsi narkoba
  • Menyarankan strategi untuk menghindari obat-obatan dan mencegah kekambuhan
  • Menyarankan langkah-langkah yang bisa diambil untuk menangani kekambuhan, jika terjadi
  • Membahas isu-isu mengenai pekerjaan, masalah hukum, dan hubungan Anda dengan keluarga dan teman-teman
  • Mengikutsertakan anggota keluarga untuk membantu Anda mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih baik dan mendukung

Kelompok swadaya

Banyak, meskipun tidak semua, kelompok swadaya pendukung yang menggunakan model 12-langkah pertama yang dikembangkan oleh AlcoholicsAnonymous. Kelompok swadaya, seperti Narcotics Anonymous, dapat membantu orang dengan masalah kecanduan narkoba mengatasi masalah kecanduannya.

Pesan yang dapat Anda ambil dari kelompok swadaya iniadalah bahwa kecanduan adalah gangguan kronis dengan bahaya kekambuhan yang kuat. Dukungan dari kelompok swadaya ini dapat mengurangi rasa malu dan isolasi yang dapat memicu kekambuhan kecanduan Anda.

Terapis atau konselor dapat membantu Anda menemukan sebuah kelompok swadaya. Anda juga dapat menemukan kelompok pendukung di daerah atau di komunitas Anda atau di Internet.

Penanganan dan Dukungan

Mengatasi kecanduan dan menjaga diri agar tetap terbebas dari bahaya narkoba membutuhkan upaya berkelanjutan. Mempelajari keterampilan penanganan baru dan tahu ke mana harus mencari bantuan sangatlah penting. Tindakan berikut ini dapat membantu :

  • Temui seorang terapis. Perhatikan kesehatan mental Anda. Kecanduan obat terkait dengan sejumlah masalah yang mungkin bisa ditangani dengan konseling, termasuk masalah kesehatan mental mendasar atau masalah rumah tangga atau keluarga.Berkonsultasi dengan seorang terapis atau psikiater dapat membantu Anda menenangkan kembali pikiran Anda dan memperbaiki hubungan Anda dengan orang terdekat.
  • Carilah pengobatan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental lainnya yang Anda derita. Orang dengan masalah kesehatan mental lainnya, seperti depresi, lebih berisiko terjerumus ke dalam masalah kecanduan obat-obatan. Segera cari pengobatan segera dari seorang profesional kesehatan mental yang berkualitas jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala penyakit mental.
  • Bergabung dengan kelompok pendukung. Kelompok pendukung, seperti Narcotics Anonymous atau Alcoholics Anonymous, bisa sangat efektif dan membantu dalam mengatasi kecanduan. Kasih sayang, pengertian dan berbagi pengalaman dapat membantu Anda mengatasi kecanduan Anda dan bebas dari bahaya narkoba.

PENCEGAHAN

Cara terbaik untuk mencegah kecanduan akan obat-obatan terlarang adalah dengan tidak mengonsumsinya obat sama sekali.

Berhati-hatilah saat mengambil obat resep adiktif. Dokter meresepkan obat-obat ini pada dosis yang aman dan memantau penggunaannya sehingga dokter dapat memastikan bahwa Anda tidak diberikan dosis yang terlalu besar dosis atau dalam waktu yang terlalu lama. Jika Anda merasa Anda perlu mengambil obat-obatan lebih dari dosis yang diresepkan,bicarakan dengan dokter Anda terlebih dahulu.

Mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak-anak dan remaja

Ambillah langkah-langkah berikut untuk membantu mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak-anak Anda dan remaja :

  • Berkomunikasi. Beri tahu anak Anda tentang risiko penggunaan dan penyalahgunaan narkoba.
  • Mendengarkan. Jadilah pendengar yang baik ketika anak-anak Anda berbicara tentang tekanan teman sebayanya, dan dukunglah upaya mereka untuk menolaknya.
  • Berikan contoh yang baik. Jangan menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan adiktif. Anak-anak dari orang tua yang menyalahgunakan obat-obatan terlarang beresiko lebih besar dari terseret dalam kecanduan narkoba.
  • Memperkuat ikatan emosional dalam keluarga. Perkuat hubungan Anda dengan anak-anak Anda. Ikatan emosional yang kuat dan stabil antara Anda dan anak Anda akan mengurangi risikonya menggunakan atau menyalahgunakan narkoba.

Mencegah kekambuhan

Jika Anda sudah pernah memiliki ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang, Anda berisiko tinggi jatuh kembali ke dalambahaya kecanduan. Jika Anda mulai menggunakan obat, kemungkinan Anda akan kehilangan kontrol atas penggunaannya lagi – bahkan jika Anda sudah menjalani perawatan dan belum pernah menggunakan obat-obatan tersebut untuk beberapa waktu.

  • Berkomitmenlah untuk mematuhi rencana pengobatan Anda. Waspadai dorongan untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang yang mungkin kembali lagi. Hal ini mungkin akan tampak seperti pemulihan dan Anda mungkin berpikir bahwa Anda tidak lagi memerlukan langkah-langkah perawatan untuk bebas dari narkoba. Tetapi peluang Anda untuk tetap bebas dari bahaya narkoba akan semakin besar jika Anda terus berkonsultasi dengan konselor Anda, datanglah saatpertemuan kelompok dan minum obat yang diresepkan sesuai yang diarahkan dokter.
  • Hindari situasi berisiko tinggi. Jangan kembali ke lingkungan yang bisa menempatkan Anda pada risiko kecanduan narkoba lagi. Jauhkan diri Anda orang-orang yang dapat memengaruhi Anda untuk menggunakan narkoba kembali.

Segera cari pertolongan medis jika Anda menggunakan obat-obatan lagi. Jika Anda mulai menggunakan obat lagi, segera beri tahu dokter, penyedia kesehatan mental Anda atau orang lain yang dapat membantu Anda segera.