Kecerdasan Bukan Semata Faktor Keturunan

SehatFresh.com – Memiliki anak cerdas tentunya menjadi impian setiap orang tua. Di kalangan masyarakat, ada anggapan bahwa orang tua yang cerdas akan memiliki anak yang cerdas pula. Apa itu mutlak? Menurut Dr. Anand Saggar, seorang pakar genetika, kecerdasan merupakan sesuatu yang sulit ditebak. Otak manusia memang berhubungan erat dengan gen. Namun, orangtua yang memiliki kecerdasan tinggi dinilai lebih berpeluang memiliki anak dengan tingkat kecerdasan yang sama.

Korelasi antara tingkat kecerdasan dan gen telah dibuktikan dengan penelitian. Sebuah penelitian telah dilakukan dengan menggunakan data sampel dari National Longitudinal Study of Adolescent Health, sekitar 5.000–7.000 anak kandung dan lebih dari 200 anak asuh. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa anak kandung memiliki tingkatan IQ lebih tinggi dibandingkan anak asuh. Namun, terungkap pula bahwa memang ada faktor-faktor lain yang menjadi pendukung kecerdasan seorang anak.

Faktor lingkungan dan gen saling memengaruhi satu sama lain. Misalnya, jika IQ seorang anak mirip dengan orangtuanya, ini karena faktor genetik diturunkan dari orangtua ke anak, faktor lingkungan di mana anak tinggal di lingkungan yang sama dengan orang tuanya atau bahkan kombinasi keduanya. Hal ini jelas bahwa faktor lingkungan juga berperan dalam menentukan kecerdasan, tidak semata karena genetik saja. Karena, kecerdasan juga dipengaruhi stimulasi dan nutrisi.

Dengan membuat anak banyak bergerak selain membuat anak aktif, juga dapat mengembangkan seluruh aspek kecerdasannya. Berdasarkan temuan para ahli neurologi, anak dengan usia 0-10 tahun, memiliki penyerapan informasi dan kemampuan belajar yang sangat luar biasa. Namun, kemampuan yang luar biasa ini tidak akan optimal bila anak tidak menerima rangsangan terhadap sel-sel saraf otak secara terus menerus. Stimulasi sejak dini dan terus-menerus memungkinkan sel otak membangun sambungan antar sel (sinap) yang berperan pada kemampuan proses belajar dan kecerdasan anak.

Selain itu, kualitas dan kuantitas nutrisi juga harus menjadi prioritas utama dalam menunjang perkembangan otak anak pada masa pertumbuhan. Penelitian membuktikan bahwa anak usia enam hingga 12 bulan yang banyak mengomsumsi buah-buahan, sayuran dan makanan yang diolah sendiri memiliki tingkat IQ yang lebih tinggi pada usia empat tahun daripada kelompok anak yang tidak. Anak usia tiga tahun yang menerima nutrisi seimbang juga terbukti memiliki tingkat IQ yang lebih tinggi pada usia tahun ketimbang anak yang banyak diberi makanan olahan yang tinggi gula dan lemak jenuh.

Sumber gambar : www.fiqhmenjawab.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY