Kegiatan Pereda Stres untuk Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Stres bisa dialami oleh siapa saja, tak mengenal usia maupun jenis kelamin. Mungkin banyak yang berpikir kalau stres hanya dialami orang dewasa. Pada kenyataannya, anak juga tidak luput dari stres. Seiring pertambahan usia, tugas sekolah yang dihadapi juga semakin banyak. Menyeimbangkan antara PR, kegiatan ekstrakurikuler, dan les bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak. Pada akhirnya, anak-anak merasa tertekan dan stres.

Secara umum, perubahan perilaku adalah penanda utama stres pada anak. Ini bisa dilihat dari perubahan kebiasaan tidur, perubahan kebiasaan makan, memperlihatkan kebiasaan baru (seperti menggigit kuku, menghisap jempol, atau memuntir rambut), menarik diri dari pergaulan, serta kurang minat terhadap hobi yang sebelumnya disenangi. Pada gilirannya, anak cenderung mudah menangis, tersinggung, dan menolak untuk beraktivitas.

Jika anak menunjukkan perubahan perilaku semacam itu, orangtua bisa membantu meredakan stres anak melalui kegiatan pereda stres, seperti:

  • Deep breathing. Bernapas dalam-dalam adalah cara yang efektif untuk memperlambat respon alami tubuh terhadap stres, karena efeknya memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah sehingga tubuh lebih rileks. Cara melakukannya sangat mudah. Ambil napas dalam-dalam, tahan sebentar, kemudian hembuskan perlahan.
  • Olahraga. Tak hanya bagi orang dewasa, olahraga juga merupakan aktivitas pereda stres yang efektif untuk anak-anak. Sebaiknya, pilih olahraga yang mengedepankan kesenangan bukannya persaingan. Olahraga itu sendiri bisa berupa bentuk apapun selama itu membuat anak aktif bergerak. Misalnya, bermain bersama teman di luar secara teratur ataupun jalan-jalan di sekitar tempat tinggal sambil menghangatkan diri di bawah sinar matahari pagi.
  • Visualisasi. Anak-anak memiliki daya imajinasi yang kreatif. Oleh karenanya, visualisasi dapat menjadi salah satu kegiatan pereda stres yang efektif. Anak-anak dapat diminta duduk diam selama beberapa menit (5-10 menit) sambil membayangkan sesuatu yang menenangkan, seperti pemandangan yang indah ataupun berimajinasi tentang hal yang mereka senangi.
  • Menggambar. Ketika anak menggambar, melukis, atau berpartisipasi dalam kegiatan seni, mereka akan benar-benar fokus pada kegiatan tersebut, sehingga kekhawatirannya berkurang. Selain itu, gerak ritmis menggambar dengan pensil atau menggunakan kuas dapat menginduksi perasaan rileks.
  • Mendengarkan musik. Aneka jenis musik dapat memberikan kesan dan pengaruh yang berbeda pada yang mendengarkannya. Ketika mendengarkan musik dengan nada yang lembut, seperti musik klasik, detak jantung akan lebih pelan, serta otak dan tubuh akan lebih rileks.
  • Berkebun. Mengajak anak berkebun juga dapat menjadi cara efektif untuk mengalihkan fokus anak dari kecemasannya. Keseruan dalam berkebun akan meningkatkan mood anak, serta tubuh pun terasa lebih rileks berkat paparan sinar matahari dan angin. Berkebun juga akan memperindah pekarangan rumah.
  • Bermain gelembung. Meniup gelembung sabun adalah cara relaksasi yang menyenangkan. Ini karena meniup gelembung memaksa tubuh untuk menghentikan apa yang mereka lakukan dan fokus pada pernapasan, sehingga dapat membantu mengurang kecemasan. Tak hanya anak-anak, kegiatan ini pun baik untuk orang dewasa.
  • Bermain dengan hewan peliharaan. Jika dirawat dan dilatih dengan baik, hewan piaraan dapat memberikan manfaat baik bagi kesehatan pikiran. Bermain dengan hewan peliharaan dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sehingga berdampak pada peningkatan kadar dopamin dan serotonin yang efeknya menenangkan pikiran.

Jika perubahan perilaku anak semakin parah, tidak berubah, atau mengganggu kehidupan sehari-hari anak, maka orangtua jangan ragu untuk segera mencari bantuan profesional. Jika tidak ditangani dengan benar, kecemasan dan stres anak dapat berlanjut hingga dewasa.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY