Kehamilan Dan Teratogen

SehatFresh.com – Banyak faktor yang dapat memengaruhi perkembangan janin, salah satunya paparan zat di lingkungan. Zat atau faktor-faktor lain yang memberi pengaruh negatif pada perkembangan janin disebut teratogen. Ini meliputi obat-obatan, bahan kimia dan bahkan infeksi. Saat pembentukan organ dan otak terjadi selama trimester pertama kehamilan, paparan teratogen bisa berdampak sangat membahayakan.

Proses kehamilan adalah saat berbagi antara ibu dan anaknya yang belum lahir. Plasenta memasok makanan bagi janin serta menyediakan beberapa perlindungan terhadap paparan bahan berbahaya. Teratogen dapat menyebabkan kerusakan janin dengan melintasi penghalang plasenta dan memasuki aliran darah janin. Teratogen seperti obat, asap rokok dan alkohol dapat membawa dampak buruk pada janin. Jenis lain dari teratogen, termasuk infeksi penyakit tertentu seperti campak atau cacar air, dapat membawa penyakit ke bayi yang belum lahir.

  • Tembakau

Penggunaan tembakau oleh ibu hamil meningkatkan peluangnya untuk memiliki bayi yang memiliki berat badan lahir rendah. Menurut Northwestern Michigan College, ibu yang merokok tembakau selama kehamilan memiliki risiko 28 persen lebih besar mengalami keguguran atau kelahiran prematur atau bayi berat lahir rendah. Penggunaan tembakau juga dapat membahayakan janin karena mengakibatkan berkurangnya pasokan jumlah oksigen yang tersedia dalam aliran darah. Ini dapat menyebabkan kerusakan saraf.

  • Alkohol

Penggunaan alkohol selama kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan organ dan pertumbuhan janin secara keseluruhan. Ketika seorang ibu hamil minum alkohol, komponen yang terserap bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel janin bahkan mengakibatkan fetal alcohol syndrome (FAS). FAS ini ditandai oleh kelainan bentuk wajah, komplikasi jantung dan retardasi mental.

  • Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain atau metamfetamin dapat membatasi pertumbuhan janin, yang berpotensi menyebabkan berat badan lahir rendah. Bahkan beberapa obat resep seperti obat anti kejang dan antikoagulan dapat menyebabkan malformasi atau keterbelakangan mental pada janin. Cara terbaik untuk mengurangi risiko paparan teratogen selama kehamilan adalah untuk menghindari penggunaan obat tanpa saran dokter. Ibu hamil juga tidak boleh sembarangan menggunakan obat atau suplemen herbal. Pasalnya, produk yang diklaim “alami” tidak selalu aman selama kehamilan.

  • Penyakit

Banyak penyakit dapat mengganggu perkembangan janin yang sehat. Sebagai contoh, jika ibu hamil terkena campak (rubella) atau cacar air (varicella) saat hamil, cacat lahir, keterbelakangan mental dan cacat anggota badan bisa terjadi. Sejumlah penyakit kronis yang sebelumnya diderita ibu hamil juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kelainan bawaan, hambatan pertumbuhan janin, atau penyakit tertentu pada bayi yang belum lahir. Dalam beberapa kondisi ibu, risiko terletak pada obat yang digunakan untuk pengobatan, daripada penyakit itu sendiri. Hal ini penting untuk memastikan kondisi di bawah kontrol sebelum hamil. Dalam beberapa kasus, perubahan dalam pengobatan mungkin diperlukan sebelum kehamilan dimulai.

  • Bahan kimia lingkungan

Beberapa bahan kimia lingkungan diketahui dapat menyebabkan kelainan bawaan. Merkuri, yang ditemukan di beberapa jenis ikan, telah dikaitkan dengan perkembangan masalah neurologis yang menyerupai cerebral palsy serta keterbelakangan mental. Polychlorinated biphenyls (PCB), juga terbukti dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan janin dan perubahan warna kulit.

  • Prosedur medis

Prosedur X-ray telah dikaitkan dengan masalah perkembangan janin,seperti spina bifida, sumbing, kebutaan, kelainan pada lengan dan kaki atau mikrosefali. Jenis kelainan yang berkembang tergantung pada dosis radiasi X-ray yang diterima ibu hamil itu sendiri.  Radiasi dan kemoterapi, yang digunakan untuk mengobati kanker, juga terkait dengan kelainan bawaan. Jika memungkinkan, penggunaan radiasi dan kemoterapi harus ditunda sampai bayi dilahirkan.

Sumber gambar : beranisehat.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY