Kekerasan Seksual Timbulkan Trauma Fisik dan Mental

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kekerasan seksual merupakan suatu tindakan baik berupa ucapan atau perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menguasai atau memanipulasi orang lain agar membuat terlibat dalam aktivitas seksual yang dikehendaki. Perbuatan yang termasuk kedalam kekerasan seks yaitu seperti pemerkosaan, eksploitasi seksual, pelecehan seksual, prostitusi paksa dan masih banyak lagi.

Kekerasan seksual tentunya menimbulkan berbagai resiko termasuk didalamnya trauma fisik dan mental. Trauma tersebut juga memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda. Penanganan yang dihasilkan juga berbeda sesuai dengan kebutuhan setiap individu.

Apa saja trauma fisik dan mental tersebut? Simak ulasan berikut ini :

  1. Dampak dari kekerasan seksual menimbulkan trauma fisik

Biasanya dapat berupa luka ringan hingga luka yang parah. Kekerasan tersebut diakibatkan dari serangan ke tubuh korban hingga masuknya alat kelamin secara paksa. Akibatnya akan menimbulkan memar diluar atau dalam tubuh, luka parah, patah tulang, cacat fisik permanen, kenaikan tekanan darah, disfungsi bagian tubuh, terkena IMS (Infeksi Menular Seksual), gangguan nyeri atau rasa sakit (Dyspareunia), trauma pada vagina sehingga mengejang dengan sendirinya (Vaginismus) dan hasrat seksual menjadi berkurang atau rendah (HSDD-Hypoactive Sexual Desire Disorder).

  1. Dampak trauma mental atau psikologis

Dampak trauma mental atau psikologis biasanya juga berbeda-beda, sebagian dipengaruhi oleh faktor usia dan bentuk dari kekerasan yang dialami korban. Dampak yang ditimbulkan dari trauma mental akibat kekerasan yaitu korban akan mudah mengalami depresi yang berkepanjangan, merasa malu dan terhina, hilangnya kepercayaan, gangguan emosional, gangguan kecemasan, pergeseran perubahan hati, muncul perasaan marah dan ingin balas dendam, perasaan bersalah, kehilangan nafsu makan.

Disosiasi yaitu mekanisme pertahanan sehingga korban merasa lepas dari jasmaninya, ketakutan untuk berhubungan intim, ketidakpercayaan kepada laki-laki, gangguan tidur (insomnia, mimpi buruk, sulit tidur) dan adanya sindrom trauma perkosaan akibat dari gangguan stress pasca trauma (PTSD-Post Traumatic Stress Disorder) dengan tanda menghindari orang atau hal-hal yang dapat mengingatkan korban.

Akibat pengaruh dari trauma fisik dan mental yang lebih parah bisa mengakibatkan korban mengalami kematian. Menurut data dari BBC dalam 4 bulan pertama tahun 2016 ada 44 perempuan Indonesia, anak, remaja dan dewasa tewas ditangan  pasangan dan mantan pasangan seksual setelah mendapatkan penganiayaan seksual. (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here