Kelainan Tulang Kaki Pada Anak

SehatFresh.com – Tulang anak-anak tumbuh berkelanjutan dan membentuk kembali dengan sendirinya secara ekstensif. Banyak kelainan tulang berasal dari perubahan yang terjadi dalam sistem muskuloskeletal anak yang sedang tumbuh ini. Kelainan ini bisa membaik atau memburuk seiring dengan bertambahnya usia anak. Beberapa kelainan tulang ada juga yang diwariskan atau terjadi pada masa kanak-kanak tanpa diketahui penyebab pastinya.

Beberapa kelainan tulang pada awalnya berkaitan dengan posisi kaki bayi dalam rahim sebelum dilahirkan. Kebanyakan kelainan tulang pada lutut, tungkai, dan kaki sembuh sendiri tanpa pengobatan.

  • Kaki datar (flat feet)

Pada flat feet, bagian tengah kaki, yang biasanya melengkung, terlihat cekung. Sebelum usia 3 tahun, telapak kaki anak memang cenderung datar. Lengkungan mulai berkembang sekitar usia 3 tahun. Kaki datar fleksibel adalah tipe kaki datar yang paling umum, dan sifatnya persisten. Kaki mungkin tampak datar ketika dalam posisi menahan berat seperti berdiri. Tapi, ketika seseorang berdiri pada ujung kakinya maka lengkungan kaki akan terbentuk kembali. Kaki datar kaku dapat berkembang pada orang dewasa sebagai perkembangan dari kaki datar fleksibel.

Tarsal koalisi adalah kondisi bawaan lahir yang memengaruhi tulang kaki pada anak-anak dan remaja. Tarsal koalisi seringkali terjadi karena tulang-tulang kaki tidak terpisah selama perkembangan janin. Hal ini menyebabkan masalah di kaki yang dapat menyakitkan dan menyebabkan kaki datar.

  • Genu varum

Dalam genu varum, pertumbuhan tulang kaki menyebabkan terjadinya pergeseran rotasi pada persendian antara tulang paha dan tulang lutut. Gangguan pertumbuhan ini juga mengakibatkan tidak normalnya pembentukan sudut antara kedua tulang tersebut.

  • Penyakit Blount

Pertumbuhan abnormal tulang kering dapat menyebabkan kondisi yang disebut penyakit Blount (tibia vara), di mana tulang kaki bagian bawah bengkok ke arah luar. Penyakit Blount dapat memengaruhi satu atau kedua kaki, dan seringkali muncul setelah tahun pertama kehidupan. Namun, penyakit ini dapat pula berkembang pada masa remaja yang kelebihan berat badan. Anak-anak yang usianya di bawah 3 tahun dapat diobati dengan penyangga kaki, sedangkan anak-anak yang lebih tua dapat diobati dengan operasi.

  • Genu valgum

Dalam genu valgum, lutut menjadi mengarah ke dalam. Kelainan ini paling sering memengaruhi anak-anak usia 3-5 tahun. Biasanya, kondisi hilang sendiri pada usia 9 tahun tanpa pengobatan. Jika berlanjut setelah usia 10 tahun, pembedahan mungkin diperlukan.

  • Torsi femoral

Torsi femoral merujuk pada kondisi melengkungnya tulang paha (femur). Dalam torsi femoral internal, tulang paha melengkung ke arah dalam. Dalam torsi femoral eksternal, tulang paha melengkung ke arah luar. Torsi femoral internal lebih sering terjadi daripada torsi femoral eksternal.

Torsi femoral internal biasanya membaik secara bertahap tanpa pengobatan. Pengobatan meliputi pembedahan untuk meluruskan tulang tetapi biasanya hanya ditujukan untuk anak-anak yang memiliki cacat neurologis (seperti spina bifida) atau ketika torsi menyebabkan kesulitan berjalan. Torsi femoral eksternal biasanya sembuh tanpa pengobatan seiring bertambahnya usia anak ketika ia mulai berdiri dan berjalan. Namun, bila torsi femoral eksternal berlanjut melewati usia 8 tahun, pembedahan untuk meluruskan tulang mungkin diperlukan.

Pengobatan kelainan tulang bervariasi tergantung pada kelainan apa yang diderita. Beberapa kelainan mungkin akan sembuh dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. Namun, beberapa mungkin memerlukan bracing atau intervensi bedah. Jika kelainan tulang menyebabkan cacat fisik, anak-anak juga bisa menjadi cemas atau depresi. Beberapa pengobatan juga mungkin sulit diterima anak secara psikologis. Oleh karenanya, konseling juga mungkin diperlukan untuk membantu meredakan kecemasan dan depresi karena anak melewati masa pengobatan yang sulit.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY