Kelebihan dan Kekurangan Alat Kontrasepsi KB Steril

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Laju pertumbuhan penduduk membuat Pemerintah melancarkan program Keluarga Berencana (KB). Alat kontrasepsi yang disarankan dalam program KB salah satunya adalah sterilisasi. Cara ini cocok untuk Anda yang sudah tidak ingin memiliki keturunan.

Sterilisasi adalah upaya memandulkan lelaki atau wanita dengan jalan operasi agar tidak dapat menghasilkan keturunan lagi. Model kontrasepsi ini berbeda dengan kontrasepsi lainnya. Jika kontrasepsi lain hanya bersifat menunda atau mengatur jarak kehamilan, sterilisasi memang benar-benar memandulkan. Jadi, sterilisasi merupakan metode paling efektif dalam mencegah kehamilan secara permanen.

Secara garis besar, sterilisasi dibagi menjadi dua, yakni KB steril pria dan wanita. KB steril pria dikenal juga dengan sebutan vasektomi. Cara ini adalah metode permanen untuk pria yang yakin tidak ingin punya anak. Saluran yang membawa sperma dari testis ke penis dipotong, dikunci atau diikat. Metode ini dilakukan dengan anestesi umum.

Kelebihan KB steril pria yaitu tidak mempengaruhi hormon pasien dan tidak mempengaruhi hasrat bercinta. Sedangkan kekurangan metode ini antara lain rasa tidak nyaman setelah operasi, saluran yang diikat sulit dikembalikan ke kondisi semula dan tidak bebas mencegah penyakit menular seksual.

Sementara itu, KB steril untuk wanita disebut juga tubektomi atau MOW. Metode dari KB ini adalah mengikat saluran tuba falopi agar sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma. Cara penggunaannya adalah dengan operasi.

Kelebihan sterilisasi pada wanita adalah sebagai berikut:

  • Tidak ada batasan usia bagi yang ingin melakukannya.
  • Tidak mempengaruhi menstruasi.
  • Tidak mempengaruhi hormon pasien.
  • Tidak mempengaruhi hasrat bercinta.
  • Relatif aman bagi ibu menyusui karena tidak mengganggu kelancaran ASI.

Kekurangan KB steril pada wanita:

  • Muncul rasa tidak nyaman setelah pembedahan.
  • Tuba fallopi tidak bisa dengan mudah dikembalikan ke kondisi semula.
  • Tidak bebas mencegah penyakit menular seksual
  • Jika prosedur tidak dilakukan dengan baik dan Anda hamil, risiko Anda mengalami kehamilan ektopik lebih tinggi.
  • Tidak aman bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti jantung dan hati.
  • Sebagian wanita yang menjalani KB steril mungkin menyesal melakukan tindakan ini, karena mungkin terjadi perubahan hidup seperti anak meninggal atau status pernikahan.

Di samping itu, dianjurkan bagi wanita yang menjalani metode ini untuk istirahat total selama 1-2 hari. Setelah itu, pasien boleh beraktivitas kembali, tapi secara bertahap. Pasien juga disarankan untuk tidak mengejan atau jongkok pascaoperasi.

Mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan bisa membantu Anda memilih yang terbaik. Jadi, pikirkan dengan masak sebelum menjalani KB steril. Dengan kata lain, pastikan Anda sudah mengambil keputusan bulat untuk tidak berencana memiliki anak biologis di kemudian hari. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here