Kelebihan dan Kekurangan Kondom Sebagai Alat Kontrasepsi

many colored condoms on white background - viele farbige kondome vor weissem hintergrund

SehatFresh.com – Kondom adalah bentuk kontrasepsi yang menggunakan metode penghalang untuk mencegah air mani memasuki vagina. Kondom umumnya dibuat dari lateks, kulit domba atau poliuretan. Beberapa kondom juga dilapisi dengan tambahan gel spermisida untuk membantu menghancurkan sperma yang ada. Menurut mayoclinic.com, 18 persen orang yang menggunakan kontrol kelahiran mengandalkan kondom. Namun sebelum menggunakan kondom, ada baiknya Anda memahami kelebihan dan kekurangan penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi.

Kelebihan
Kondom mudah digunakan dan efektif. Keefektifan kondom mencapai 85 persen. Kondom tidak permanen dan dapat dilepas setelah hubungan seksual. Kondom juga mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual, atau PMS. Kondom membentuk penghalang antara kontak kelamin dan sekresi. Herpes, Human Papilloma Virus dan penyakit lainnya. Penularan HIV berkurang 85 persen ketika kondom digunakan dengan benar. Kondom mudah tersedia dapat dibeli di sebagian besar obat dan apotek toko tanpa resep. Kondom juga hadir dalam berbagai ukuran, gaya dan warna.

Kekurangan
Kondom dapat robek atau terlepas saat digunakan. Terkadang pasangan mungkin tidak menyadari kondom telah robek saat berhubungan seks. Keteledoran pengguna seperti ini masih bisa tetap terjadi dan mengakibatkan kehamilan atau tertularnya penyakit kelamin. Kondom juga dapat menyebabkan alergi pada mereka yang alergi terhadap lateks. Beberapa orang mungkin mengeluh kondom mengganggu aktifitas seksual. Baik pria maupun wanita mengklaim penggunaan kondom menurun sensitivitas selama hubungan seksual. Waktu untuk memakai kondom juga dapat mengganggu foreplay dan hubungan seksual.

Kebanyakan pasangan yang akan melakukan hubungan seksual memang sudah setuju untuk menggunakan kondom. Namun lain halnya untuk mereka yang menggunakan kondom tanpa mendapat persetujuan dari salah satu pasangan, ini akan mempengaruhi spontanitas yang ada. Umumnya semua kondom memiliki pelumas berbasis air untuk mencegah rasa sakit ketika digunakan. Meskipun begitu, penggunaan kondom tetap saja menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman ketika sedang melakukan hubungan seks.

Bagaimana cara memilih kondom yang tepat?
Memilih kondom yang baik penting agar manfaat dan hasilnya optimal. Untuk tujuan kontrasepsi, kondisi, kualitas, dan cara pemakaian kondom memegang peran penting agar tidak terjadi kehamilan yang tidak terencana. Kehamilan bisa terjadi akibat pemakaian kondom yang tidak teratur, kadang pakai dan kadang tidak. Bila hubungan seks dilakukan saat istri subur, antara lain karena tanggal masa subur berubah, tidak memakai kondom dapat meningkatkan peluang hamil.

Dalam memilih kondom untuk kontrasepsi, pilihlah yang berbahan lateks karena tidak mudah sobek atau rusak dibandingkan yang berbahan poliuretan. Kini banyak produk kondom dengan berbagai warna, bahkan rasa untuk menarik konsumen. Hal tersebut bisa disikapi sebagai bagian positif dalam upaya memenuhi keinginan pasangan. Faktor penerimaan pasangan bisa dijadikan pertimbangan dalam komunikasi seks agar kesenangan seksual dapat lebih dinikmati oleh Anda dan pasangan.

Sumber gambar : cmmpkbidki.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY