Kelekatan Orangtua untuk Pembentukan Karakter Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Setiap anak dilahirkan dengan kepribadian yang berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh dimana tempat dia tumbuh untuk memainkan peran besar dalam pembentukan karakter sebagai anak yang baik di masa depan. Sebagai orang tua memang sepatutnya memiliki hubungan yang erat dengan anak.

Namun, tetap ada beberapa orang yang memiliki hubungan tidak baik antara anak dan orangtua begitupun sebaliknya. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, baik sifat dan individu itu sendiri, pola asuh yang kurang dan berbagai faktor internal lain.

Sebagai orang tua sebaiknya mengurangi kecenderungan individualis terhadap anak muda serta memiliki kelekatan dalam pola asuh dan berhasil dalam membentuk karakter anak. Sehingga anak merasa lekat, merasakan kenyamanan dan aman saat berada dengan orangtua nya.

Kelekatan pada pola asuh anak merupakan proses untuk membuat anak merasa memiliki suatu ikatan batin atau ikatan emosional yang kuat dan dikembangkan saat berinteraksi dengan orang tersebut. Beberapa tips untuk membentuk karakter anak yang baik, kuat dan percaya diri:

  1. Terapkan pola asuh yang lembut

Menegur atau melukai anak secara fisik saat mereka melakukan kesalahan dapat memperburuk keadaan. Jika anda meneriaki anak, ia akan takut dan tidak mengerti konsekuensi dari tindakan mreka. Oleh karena itu, cobalah untuk bersabar dan memberikan pengertian terhadap kesalahan anak. Hal ini dapat menjadi langkah yang efektif dalam merapkan pola asuh yang lembut.

  1. Hindari melabel anak

Ketika anda memberikan label dan perilaku tertentu, anda secara tidak sadar membuat anak itu percaya bahwa ia memang seperti yang dilabelkan. Memberikan kabel kepada anak akan bisa membuat mereka menutup diri dan malas bereksplorasi. Hal ini dapat menyebabkan perasan rendah diri bahkan bisa membuat mereka meniru perilaku orang lain disekitar mereka.

  1. Jangan membandingkan anak

Membandingkan anak dengan saudara, teman, kerabat dan tetangga lain dapat merusak kepribadian anak. Kebiasaan ini dapat dapat memberikan pesan bahwa ia tidak cukup baik. Jika membandingkan anak maka mereka akan bingung tentang identitas mereka sendiri dan mulai meniru orang lain.

  1. Menjadi model perilaku yang tepat

Anak-anak belajar yang mereka lihat, lebih dari apa yang mereka dengar. Maka sebaiknya anda dapat menjadi model yang meninggalkan kesan abadi pada mereka. Anda dapat memberikan contohb kecil seperti mencuci tangan sebelum makan, memberikan salam ketika masuk kedalam rumah.

  1. Menjadi pendengar yang baik

Anak-anak selalu membutuhkan perhatian. Ketika anak tumbuh  dan mulai semakin mandiri mereka akan cenderung mengekpresikan diri  lebih banyak dengan berbicara.  Terutama saat ketrampilan berbicara mereka sedang berkembang.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here