Keluhan Pusing pada Anak yang Harus Diwaspadai

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bukan hanya orang dewasa yang bisa mengalami pusing atau sakit kepala, anak-anak juga bisa mengalaminya. Secara kuantifikasi, sekitar 15-20% anak usia 5 sampai 14 rentan sakit kepala. Hingga usia tujuh tahun, setidaknya 40% anak pernah mengalami sakit kepala.

Nyeri kepala bisa jadi hasil dari penyakit yang ringan, seperti pilek, sakit gigi dan infeksi sinus, mata, telinga atau tenggorokan. Anak mengalami sakit kepala bisa karena ia kelelahan, sedikit dehidrasi atau ada benturan di bagian kepala.

Pada kasus yang sangat jarang, sakit kepala bisa jadi tanda tumor otak atau meningitis, tapi yang perlu diingat kedua penyakit ini akan menyebabkan gejala lain selain sakit kepala. Jadi, pusing pada anak jangan diremehkan karena dampaknya bisa mengkhawatirkan. Lantas, seperti apa pusing pada anak yang harus diwaspadai?

  • Disertai demam dan leher kaku

Apabila anak yang sedang sakit kepala tidak bisa mendongakkan lehernya ke atas atau menurunkannya ke bawah atau ia juga tidak bisa menggelengkan dan memutar kepalanya, Anda harus segera bawa dirinya ke rumah sakit terdekat. Sakit kepala pada anak yang disertai demam dan leher kaku bisa menjadi pertanda meningitis.

Meningitis adalah peradangan selaput otak yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap meningitis karena sistem kekebalan tubuh mereka belum mampu melawan infeksi sebaik orang dewasa.

  • Tidak juga hilang meski sudah minum obat

Pusing pada anak umumnya akan mereda setelah minum obat nyeri semacam paracetamol atau ibuprofen dan beristirahat. Namun jika keluhannya masih saja muncul setelah itu, apalagi malah makin parah, sebaiknya bawa anak ke dokter. Terlebih jika disertai dengan gejala lainnya, seperti lemas atau penglihatan kabur dan kondisi lainnnya yang sampai mengganggu aktivitas anak.

  • Disertai muntah-muntah

Jika sakit kepala pada anak disertai dengan sering muntah-muntah tapi tidak menunjukkan gejala lainnya, seperti diare, ini mungkin disebabkan oleh peningkatan tekanan dalam otak (tekanan intrakranial). Terlebih jika rasa sakitnya semakin berat dari sebelum-sebelumnya.

  • Sampai membangunkan anak dari tidurnya

Ketika sakit kepala terasa sangat hebat sampai-sampai anak terbangun dari tidurnya, ini bukan tanda sakit kepala biasa melainkan penyakit serius yang harus segera ditangani. Sakit kepala juga bisa bertambah buruk ketika anak batuk, bersin atau memijat kepalanya. Selain itu, mungkin juga disertai dengan mual dan muntah setiap kali anak mengalami sakit kepala.

  • Sering sekali terjadi berkali-kali

Jika anak sering sekali mengalami sakit kepala (lebih dari dua kali seminggu) atau sakit tersebut sampai membuat mereka kesulitan beraktivitas seperti biasanya, sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai kondisi anak Anda. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here