Kemungkinan Hamil Setelah Melakukan Kontrasepsi Tubektomi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kontrasepsi tubektomi merupakan suatu metode kontrasepsi mantap yang bersifat permanen. Hal ini harus dilakukan dengan keinginan yang mantap dan rasa suka rela agar dikemudian hari tidak ada penyesalan. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh beberapa syarat yaitu jumlah anak, usia ibu, riwayat operasi sesar, riwayat penyakit dan lain-lain.

Tubektomi merupakan suatu upaya untuk mencegah kehamilan secara operatif dengan menutup atau memutuskan saluran tuba falopii secara permanen. Sifatnya yang permanen seringkali membuat sebagian wanita yang melakukan tubektomi merasa menyesal dan ingin mengembalikan kesuburannya.

Apabila seorang wanita yang telah melakukan metode kontrasepsi tubektomi pada umumnya dilakukan dengan cara mengikat dan memotong tuba falopi sehingga apabila wanita tersebut ingin mengembalikan kesuburannya dan ingin hamil kembali disarankan untuk menggunakan bayi tabung. Karena apabila dilakukan penyambungan kembali tuba falopii sedikit rumit dan angka keberhasilan untuk kembali hamil sangatlah rendah.

Sedangkan menurut pendapat lain yang dinyatakan oleh Dr Prima Progestian SpOG menyatakan bahwa seorang wanita yang telah melakukan metode kontrasepsi tubektomi dan ingin kembali hamil dapat melakukan dengan dua cara, diantara sebagai berikut:

  1. Melakukan bayi tabung

Apabila anda menggunakan cara yang pertama yaitu dengan melakukan bayi tabung dapat berkonsultasi dengan dokter ahli kandungan dan dokter spesialis yang menangani bayi tabung. Keberhasilan melakukan upaya bayi tabung dipengaruhi oleh faktor usia ibu.

  1. Operasi

Cara kedua yang dapat dilakukan oleh wanita yang telah melakukan tubektomi dan ingin hamil kembali yaitu dengan melakukan operasi tubal ligation reversal. Proses operasi tersebut bertujuan untuk penyambungan kembali tuba atau rekanalisasi tuba dan diharapkan dapat kembali hamil dengan alami.

Menurut dr Prima bahwa keberhasilan melakukan operasi penyambungan kembali tuba falopii sekitar 45% apabila proses tubektomi menggunakan tehnik elektrocauter, 50% menggunakan tehnik di ikat dan di potong, 75% menggunakan tehnik laparoskopi.

Selain dipengaruhi oleh tehnik pembedahan sterilisasi, faktor keberhasilan kehamilan pada wanita tersebut yaitu usia dan panjang tuba yang tersisa. Apabila pasien berusia 37 tahun dengan panjang lebih dari 4cm maka keberhasilan penyambungan tuba falopii cukup tinggi. Akan tetapi upaya ini menunjukan pada tingkat fertilitas yang tidak seperti sediakala secara umum operasi desterilisasi ini hanya berhasil sekitar 40% hinggaa 85% setalah satu tahun menjalankan tubektomi. Selain itu metode tubektomi tidak mencegah dari penyakit menular seksual (PMS).

Berikut ini beberapa alasan utama seorang wanita melakukan operasi penyambungan tuba atau tubal ligation reversal, diantaranya sebagai berikut:

  1. Kurangnya informasi dan ilmu pengetahuan mengenai tindakan operasi tersebut, sehingga banyak wanita yang salah paham dan terlanjur melakukan operasi ini.
  2. Adanya perubahan status perkawinan.
  3. Umur yang terlalu muda.
  4. Mendapatkan tekanan dari suami. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here