Kenal Lebih Jauh dengan Amputasi Penis atau Penektomi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pria dan wanita memiliki sejumlah organ tubuh yang berbeda, seperti organ intim. Organ intim ini memiliki karakteristik, risiko penyakit,  tindakan medis dan sebagainya tersendiri. Salah satunya adalah penektomi.

Penektomi adalah prosedur bedah untuk membuang sedikit atau seluruh bagian penis. Prosedur ini dilakukan sebagai pengobatan kanker penis atau apabila penis mengalami kerusakan atau cedera berat sehingga memerlukan pengangkatan penis untuk mencegah komplikasi yang parah.

Terkait kanker penis, The American Cancer Society memperkirakan, ada sekitar 1.530 kasus kanker penis baru setiap tahunnya dan sekitar 280 orang pria meninggal karenanya pada tahun 2006. Di Amerika Serikat sendiri, kasus kanker penis telah ditemukan terjadi pada 1 di antara 100.000 orang pria. Sebuah angka yang cukup mengejutkan, bukan?

Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta menyampaikan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelakian seseorang”, ujarnya.

Penyebab pasti dari kanker penis masih belum diketahui. Namun, kasus kanker penis lebih sering ditemukan pada pria yang tidak disunat dan pada pria dengan higienitas yang buruk. Dr. Rachmat menyampaikan, “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat)”.

Pria yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis. Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis. Dalam beberapa kasus, juga terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis.

Sebagai pengobatan kanker penis, penektomi atau pemotongan penis bisa sebagian bisa juga total. Dr. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya, maka panjang penis yang dipotong 2–3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” kata Dr. Rahmat.

Penektomi atau prosedur reseksi penis sangat dipertimbangkan sebagai alternatif pengobatan jika kanker yang hidup pada organ terdekat, seperti dubur dan menyebar ke area penis. Penektomi diawali dengan memasukkan kateter ke dalam uretra. Pasien perlu dibius secara total. Saat penektomi lokal, area yang akan dipotong akan terlebih dahulu diidentifikasi dan ditandai. Dokter bedah kemudian akan membuang bagian penis sesedikit mungkin dan pada beberapa kasus, hanya akan membuang kepala penis, seperti pada prosedur sirkumsisi. Kemudian, uretra disambungkan pada bukaan baru kulit dan sayatan akan dijahit. Bagian penis yang diangkat akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa oleh spesialis patologi.

Pada penektomi total, dokter akan mengangkat seluruh penis dan membuat bukaan uretra baru di perinium. Apabila kanker terindikasi telah meluas, pasien harus segera menjalani prosedur bedah tambahan. Hmm, membayangkannya saja sudah bikin ngilu ya? (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here