Kenali 4 Tipe Bentuk Pantat Wanita dan Faktor Penyebabnya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Segala sesuatu di bumi dikreasikan Tuhan dalam keragaman. Keragaman bangsa, negara, budaya, bahasa, warna kulit; bahkan juga bentuk tubuh. Bentuk tubuh merupakan anugerah keindahan yang patut disyukuri. Wujud tindakan mensyukuri keindahan tersebut bukan dengan mengeksploitasi untuk hal-hal yang berbau pornografi ataupun tindakan asusila, melainkan dengan menjaganya, baik dalam aspek kesehatan maupun norma yang berlaku.

Pada tulisan ini, penulis ingin mengulas tentang bentuk pantat, khususnya pada wanita. Pantat merupakan bagian tubuh manusia di bawah punggung yang tersusun dari otot gluteus yang dilapisi oleh lemak. Penampilan atau bentuk pantat dipengaruhi oleh 4 struktur ini:

  • Tulang pelvis

Tulang pelvis merupakan tulang di bagian punggung bawah, yaitu daerah pinggul, yang berpengaruh pada penampilan pantat. Wanita memiliki tulang pelvis yang lebih lebar daripada pria, sehingga bentuk pantat wanita lebih lebar dibandingkan pada pria. Kondisi ini didasarkan pada fungsi ketika proses persalinan.

  • Otot gluteus

Otot gluteus terdiri dari 3 bagian, yaitu oto gluteus maximus, gluteus medius, dan gluteus minimus. Di antara ketiga otot ini, otot gluteus maximus yang paling berperan pada penampilan pantat. Aktivitas olah raga dapat meningkatkan massa otot gluteus. Peningkatan massa otot ini menyebabkan bentuk pantat tampak lebih membulat (tidak melorot).

  • Lemak subkutan

Lemak subkutan adalah lapisan lemak di bawah kulit. Lemak subkutan pada pantat berfungsi untuk kenyamanan menahan tubuh saat duduk. Pada wanita, lapisan lemak subkutan lebih tebal dibandingkan pada pria dikarenakan hormon estrogen. Distribusi lemak subkutan di pantat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain juga seperti bertambah atau berkurangnya berat badan, kelompok etnis, dan proses penuaan.

  • Kulit

Lapisan terluar dari pantat  adalah kulit, yang menutupi lemak subkutan. Stretch mark, selulit, dan keriput karena proses penuaan mempengaruhi penampilan pantat secara estetika. Stretch mark dan selulit dapat dipudarkan dengan konsumsi retinoid, gel asam hyaluronat, atau prosedur dermabrasi. Namun demikian, konsultasikan dulu dengan dermatologis untuk pemilihan terapi yang dibutuhkan. Meskipun proses penuaan pasti terjadi pada semua orang, berolahraga secra teratur dapat memperlambat proses ini.

Menurut para ahli bedah plastik, terdapat 4 tipe bentuk pantat pada wanita:

  • Tipe kotak (bentuk “H”)

Bentuk “H” secara umum tampak lurus sama sisi atas ke bawah dari pinggang, seperti kotak. Bentuk ini disebabkan oleh tulang pelvis yang lebih tinggi dan lebar atau prominen, tetapi bisa juga karena faktor distribusi lemak di area tersebut.

  • Tipe bulat (bentuk “C” atau “O”)

Bentuk “C” atau “O” ini sering disebut juga “bubble butts” karena tampak seperti gelembung. Bentuk ini dpengaruhi oleh distribusi lemak di area pantat, terutama di bagian atas, sehingga tampak membulat dan lebih bervolume.

  • Tipe hati terbalik atau buah pir (bentuk “A”)

Bentuk “A” disebabkan oleh distribusi lemak di pantat bagian bawah dan paha, sehingga tampak lebih sempit di garis pinggang dan lebih lebar di bagian bawah. Menurut Dr. Matthew Schulman, M.D., seorang dokter bedah saraf di New York, bentuk ini dibagi lagi menjadi 2 kategori, yaitu bentuk “A” buah pir dan bentuk hati terbalik. Perbedaannya adalah bentuk hati terbalik mirip dengan bentuk “O”, tetapi lebih bervolume di bagian bawah; sedangkan bentuk “A” buah pir tampak lebih trapesium.

  • Tipe inverted (bentuk “V”)

Bentuk “V” tampak lebih bervolume di bagian atas daripada di bagian bawah. Bentuk ini lebih sering didapati pada wanita yang lebih tua, dikarenakan rendahnya hormon estrogen yang menyebabkan perubahan distribusi lemak.  (MHW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here