Kenali Assikalaibineng Kamasutra dari Tanah Bugis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, banyak sekali jenis kamasutra. Tapi sudah pernahkah Anda mendengar tentang assikalabineng dari Tanah Bugis? Apa ya kira-kira, artikel berikut akan memberikan informasi untuk Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Assikalabineng?

Assikalaibineng merupakan manuskrip dari dua kitab kuno mengenai seksualitas budaya bugis dan etika Islam yang diajarkan pada perkumpulan tertentu. Assikalaibineng banyak mengupas tentang ejakulasi dini, kejiwaan dorongan seksual, dan tips tentang seksualitas, tips memanjakan pasangan, tips mengencangkan organ tubuh menggunakan air mani selepas berhubungan seksual, melakukan pijat dan urut, membaca mantra, dan lain sebagainya.

Assikalaibineng ialah cara berhubungan suami istri, pengetahuan mengenai mandi bersama untuk syarat nikah batin, melakukan hubungan badaniah, melakukan saling cumbu, mencapai penetrasi dan segala macam tentang intim. Dan karena, meski Assikalaibineng berisi tentang seksologi dengan tata kramanya yang benar yang dilakukan dengan cahaya dan di dalam satu sarung.

Kamasutra dalam Assikalaibineng juga mengajarkan foreplay pra penetrasi dengan istilah makkarawa atau meraba dan manyyonyo atau mencium. Harus dilakukan dengan tangan dan mulut pada zona erotis di 12 titik rangsang seperti lengan, telapak tangan, dagu, pangkal leher, dan tengkuk, dan lain sebagainya.

Titik rawan istri seperti ubun-ubun, daun telinga, atas hidung, dan depan hidung). Mengecup buah dada, dan pusar. Berhubungan harus dilakukan dengan tenang serta nafas yang benar. bisa dicapai dengan melafalkan zikir. Cara membangunkan istri untuk menyalurkan libidonya dengan memberi isyarat dengan mengangkat tangan kiri dan menghembuskan nafas dengan kuat.

Hembusan nafas saat melakukan hubungan seksual sangat penting, sehingga mendapat orgasme dengan gerakan yang sopan dan tidak vulgar. Buah zakar ketika masuk vagina harus membaca subhanallah.

Ketika menarik zakar dengan membayangkan pintu vagina dengan empat bagian, yaitu penetrasi, pada bagian kepala dengan membaca zikir, menyentuh klitoris kiri, dan masuk kembali. Pelafalan zikir saat bersetubuh dengan kalimat Subhanallah harus sebanyak 33 dengan tarikan napas dari istri sehingga daya tahan suami bisa lebih kuat dari yang sebelumnya.

Pada titik mani menjadi pusat rangsangan yang membuat suami istri menggelinjang dengan gerakan ekor ikan mujair. Ini merupakan pengajaran dari Ali ketika berhubungan dengan Fatimah setiap Malam jumat, dengan mencium ubun-ubun, perantara keningnya, dan terus berlanjut. Berhubungan intim dengan pasangan harus dua pihak sama-sama membutuhkan dan tidak boleh memaksa. Apabila melakukan hubungan seksual saat istri sedang tidur ialah penghinaan atau dianggap sebagai budak. Suami merupakan “pengatur irama” dan “pemegang kendali” dari semua proses hubungan intim.

Demikian informasi mengenai Assikalaibineng sebagai pengajaran berhubungan seksual dengan sopan untuk para suami istri yang sudah menikah. Semoga menambah wawasan. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here