Kenali Beragam Jenis Kanker Kelenjar Getah Bening

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kanker kelenjar getah bening berawal dari sel-sel yang disebut limfosit. Limfosit adalah salah satu sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Pemeriksaan pada penderita kanker ini perlu dilakukan secara seksama mengingat kanker kelenjar getah bening terdiri atas berbagai jenis.

Penyakit ini termasuk ke dalam enam penyakit kanker yang ditemukan di Indonesia. Berdasarkan data dari Globocan tahun 2012, setiap 90 detik, satu orang di dunia dinyatakan terdiagnosis kanker limfoma, nama lain kanker kelenjar getah bening. Ini berarti, ada 400 ribu orang yang menderita kanker limfoma setiap tahunnya. Angka yang sungguh mengkhawatirkan, bukan?

Dilihat dari jenisnya, kanker kelenjar getah bening diklasifikasikan menjadi dua, yaitu

  • Limfoma hodgkin

Kelenjar getah bening yang bengkak merupakan tanda awal munculnya sel kanker. Namun, bengkaknya kelenjar tersebut tidak disertai rasa sakit. Infeksi virus atau bakteri menjadi penyebab pembengkakan ini. Pembengkakan akan mengganggu produksi sel normal pada kelenjar getah bening. Kemudian, sel yang abnormal akan terus berkembang dengan cepat dan menjadi sel kanker pada sistem limfoid. Gejalanya antara lain nafsu makan berkurang, turunnya berat badan, tubuh mengeluarkan keringat pada malam hari, menggigil karena demam, dan gatal pada kulit. Selain itu, gejala lainnya pada penderita limfoma hodgkin adalah terjadi pembesaran di bagian kelenjar getah bening pada beberapa area tubuh, seperti bawah ketiak, leher, dan pangkal paha. Pembengkakan yang terjadi tidak disertai dengan rasa nyeri. Infeksi virus atau bakteri akan menyebabkan kelenjar getah bening membengkak. Bila dibiarkan, pembengkakan makin lama akan semakin berkembang. Bila sel kanker sudah mulai menjalar ke sistem pernafasan dan terdapat pada kelenjar getah bening di daerah leher, maka akan mengganggu sistem pernafasan, seperti sesak nafas, dada terasa panas, batuk dan sebagainya.

  • Limfoma non hodgkin

Limfoma non hodgkin berasal dari limfonodus dan jaringan limfa lainnya. Limfoma non hodgkin patut diwaspadai karena merupakan jenis kanker kelenjar getah bening yang semakin ganas. Risiko terjadinya limfoma non hodgkin akan meningkat seiring bertambahnya usia. Biasanya, yang terjangkit penyakit ini adalah orang dengan usia di atas 60 tahun. Gejala limfoma non hodgkin tidak jauh berbeda dengan limfoma hodgkin, yaitu badan lemas tidak bertenaga, bagian perut terasa kembung dan nyeri, dan menurunnya berat badan. Penderita juga mengalami pembengkakan di sekitar leher, ketiak, atau selangkangan. Gejala lainnya yang juga ditemui ialah keringat dingin di malam hari disertai demam dan rasa nyeri di dada. Penderita limfoma jenis ini biasanya juga mengalami gangguan sistem pernafasan.

Pengobatan pada penderita kanker kelenjar getah bening tergantung pada seberapa jauh penyakit itu telah menyebar. Untuk mendiagnosis kanker kelenjar getah bening, dokter memerlukan riwayat medis pasien, pemeriksaan fisik, tes darah, laboratorium, dan biopsi kelenjar getah bening. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY