Kenali Ciri dan Tanda Remaja Attention Seeker

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada dasarnya semua manusia tidak terkecuali remaja membutuhkan perhatian. Membutuhkan pengakuan dan pujian dari lingkungan sekitar mengenai siapa dirinya. Terlebih ketika masa remaja, saat rasa ingin diakui dan dipuji meningkat dari sebelumnya. Masa dimana ingin membuktikan kepada dunia siapa dirinya. Namun apa jadinya jika perhatian itu menjadi candu? Sehingga rela untuk melakukan segala cara yang merugikan? Karena sesungguhnya melakukan sesuatu hanya demi mendapat perhatian akan sangat merugikan jiwa dan pikiran. Seorang pencari perhatian adalah seseorang yang bertindak semata-mata dengan cara untuk mengumpulkan perhatian dari orang lain dan lingkungan sekitarnya. Perhatian yang didapat membuat remaja “attention seeker” merasa lebih baik, meningkatkan harga diri mereka dan tidak masalah jika perhatian itu baik atau buruk.

Yuk kenali ciri dan tanda-tanda remaja pelaku “attention seeker” agar Anda bisa menghindari atau mengatasinya jika Anda memiliki teman atau bahkan memiliki anak yang memiliki gejala sebagai “attention seeker”.

  1. Terus membual

Remaja “attention seeker” sangat pandai dalam memamerkan prestasi mereka, seperti pencapaian pribadi dan keahlian yang dimiliki. Terkadang apa yang mereka katakan itu dilebih-lebihkan atau bahkan tidak terjadi sama sekali, karena seorang “attention seeker” adalah seorang story teller yang paling mengesankan dan pandai menghiasi cerita yang akan mereka bawakan.

  1. Suka berbohong

Mereka tidak takut untuk berbohong tentang barang-barang yang mereka punya. Karena mereka pandai bercerita, tak jarang mereka sering menceritakan peristiwa atau kejadian yang tidak benar-benar terjadi.

  1. Menjadi “drama queen”

Suka membesar-besarkan masalah atau semua hal agar perhatian tertuju padanya adalah hal yang sering dilakukan remaja “attention seeker”. Mereka ingin semua orang tahu penderitaannya sehingga bisa memberikan simpati dan perhatiannya pada mereka. Bersikap seolah-olah menjadi korban yang selalu dianiaya, remaja “attention seeker” akan sangat pandai dalam memainkan perannya.

  1. Professional Victim

Mereka sangat baik dalam memainkan peran sebagai korban. Dalam pandangan remaja “attention seeker”, mereka tidak pernah salah dan selalu merasa dianiaya. Mereka akan bersikap untuk mencari simpati dari teman-teman dan orang lain disekitarnya yang akan membuat mereka merasa istimewa karena perhatian yang didapatkan.

  1. Suka drama di social media

Selalu posting di social media apa yang sudah mereka alami. Mungkin Anda pernah menemukan orang-orang yang selalu memposting sesuatu di social media, tentang kejadian apapun yang mereka alami namun tidak pernah benar-benar menjelaskan dengan detail apa masalahnya? Ini adalah perilaku khas dari seorang “attention seeker”. Tujuan mereka hanya memancing orang lain untuk memberi mereka pesan dan bertanya apa masalah yang sedang dihadapi, karena dengan melihat bahwa orang-orang peduli padanya akan membuat mereka merasa lebih baik.

  1. Mendominasi percakapan

Remaja “attention seeker” akan mendominasi percakapan sepanjang waktu. Sekalipun pada awalnya pembicaraan bukanlah didominasi oleh mereka, mereka akan dengan mudah merubah arah pembicaraan sesuai yang mereka mau. 

  1. Memancing untuk dipuji

Mereka akan terus mencari penegasan dan pengakuan kembali tentang siapa mereka dari orang lain. Mereka tidak akan dengan mudahnya bertanya kepada Anda apakah mereka menakjubkan atau apa yang mereka lakukan bagus, tetapi mereka akan bersikap sebaik-baiknya sampai Anda memuji mereka. Karena apapun yang mereka lakukan, tujuan mereka adalah perhatian dari Anda.

Akan menjadi sangat melelahkan jika Anda terus-menerus harus memenuhi kebutuhan seseorang yang sangat candu terhadap perhatian. Remaja “attention seeker” mungkin tidak selalu bersikap seperti ciri-ciri di atas, beberapa di antaranya bahkan melakukan cara-cara yang ekstrem. Kenali ciri dan tanda-tanda dari seorang “attention seeker” akan membantu Anda mengantisipasi jika ternyata teman atau bahkan anak anda memiliki gejala untuk menjadi seorang “attention seeker”. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here