Kenali dan Waspadai Gejala Meningitis pada Anak-Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit meningitis rupanya tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Meningitis merupakan infeksi pada selaput pelindung (meninges) yang menyelimuti saraf tulang belakang dan otak. Pada saat mengalami peradangan, meninges membengkak akibat infeksi yang terjadi.

Definisi meningitis menurut beberapa ahli

Menurut Donna (1999) meningitis adalah inflamasi yang muncul pada lapisan arahnoid dan piamatter di otak serta spinal cord. Inflamasi tersebut umumnya disebabkan karena virus atau bakteri meskipun bisa juga disebabkan oleh jamur dan protozoa. Menurut Smeltzer dan Bare (2001) meningitis merupakan radang yang terjadi pada meningen (membran yang mengelilingi otak dan medula spinalis) disebabkan oleh bakteri, virus atau organ-organ jamur. Meningitis juga bisa disebut infeksi akut dari meninges yang biasanya ditimbulkan oleh salah satu dari meningokok, mikroorganisme pneumokok, stafilokok, streptokok, hemophilus influenza dan virus (Long, 1996).

Gejala meningitis yang terjadi pada anak-anak

Penyakit meningitis sering juga diderita oleh anak-anak, bahkan bayi. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini tanda-tanda meningitis yang terjadi pada anak-anak.

  1. Anak merasa gelisah, namun tidak ingin disentuh.
  2. Anak mengalami demam tinggi dengan kaki dan tangan terasa dingin.
  3. Anak menangis seperti melengking secara terus menerus.
  4. Anak terlihat lemas, kurang respon, bahkan bingung.
  5. Beberapa anak mudah mengantuk dan sulit dibangunkan.
  6. Anak (bayi) menolak menyusu atau makan disertai muntah
  7. Anak juga bisa mengalami kejang-kejang.

Gejala meningitis pada orang dewasa

Selain pada bayi dan anak-anak, meningitis juga umumnya menyerang orang dewasa. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa gejala meningitis yang terjadi orang dewasa.

  1. Bisa mengalami muntah-muntah.
  2. Bisa mengalami sakit kepala parah.
  3. Bisa mengalami leher kaku.
  4. Bisa mengalami demam tinggi.
  5. Kaki dan tangan terasa dingin.
  6. Napas lebih cepat dari biasanya.
  7. Sensitif terhadap cahaya.
  8. Ruam kulit berupa bintik merah yang tersebar (namun tanda ini tidak terjadi pada semua orang).
  9. Bisa mengalami kejang-kejang.

Jenis-jenis meningitis

  1. Meningitis bakterialis. Jenis meningitis ini diakibatkan bakteri. Penyebarannya melalui kontak jarak dekat. Meningitis ini apabila tidak ditangani dapat mengakibatkan kehilangan indera pendengaran, menimbulkan infeksi pada darah, dan kerusakan otak parah.
  2. Meningitis virus. Penyebab meningitis jenis ini adalah virus yang bisa menyebar melalui bersin, batuk, dan lingkungan yang kotor. Anak di bawah lima tahun berisiko lebih besar tertular meningitis tersebut.
  3. Meningitis jamur. Jenis meningitis ini merupakan hasil penyebaran jamur di sumsum tulang belakang melalui aliran darah. Gejala meningitis jamur antara lain sensitif terhadap cahaya serta merasa kebingungan.
  4. Meningitis parasit. Jenis meningitis ini diakibatkan oleh parasit yang masuk ke tubuh melalui hidung. Parasit ini umumnya ditemukan pada sungai air tawar bersuhu hangat, danau, sumber air panas bumi, serta kolam renang yang tidak dirawat.
  5. Meningitis non-infeksi. Jenis meningitis ini tidak menular, namun memiliki gejala umum seperti meningitis lainnya. (APT)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY