Kenali Efek Samping Pemakaian Deodorant

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, pernahkah Anda merasa bahwa pemakaian deodorant juga menghasilkan efek samping? Lalu apa saja efek samping yang ditimbulkan? Artikel berikut akan menjawab setiap pertanyaan Anda.

Bagaimana Efek Samping Pemakaian Deodoran?

Para remaja selalu rutin memakai deodoran setiap hari untuk mengurangi bau tidak sedap karena banyaknya kegiatan. Baik itu sekolah, les privat, bermain dan lain sebagainya. padahal pemakaian deodoran juga mengandung beberapa efek samping sebagai berikut:

  • Menimbulkan Rasa yang Tidak Nyaman

Pemakaian deodoran sangat menimbulkan rasa yang tidak nyaman karena deodoran jika terkena keringat di ketiak akan membuat ketiak terasa sangat lengket dan tidak nyaman. Terkadang bau dari deodoran jika sudah bercampur dengan keringat dalam waktu yang lama pun juga menimbulkan bau yang jauh lebih tidak sedap.

  • Membuat Alergi Kulit

Tahukah Anda bahwa deodoran banyak mengandung ethanol, atau sebuah turunan dari alkohol. Ethanol ini lah yang sangat memicu terjadinya iritasi kulit seperti misalnya kering, gatal dan banyak muncul ruam. Kandungan kimia yang ada di dalam deodorant seperti triclosan di dalam deodoran membuat reaksi alergi tubuh semakin parah.

  • Memunculkan Noda dan Residu

Pemakaian deodoran sangat beresiko dalam meninggalkan bercak gelap atau pun kuning di pakaian. Timbulnya bercak juga bisa dihilangkan setelah dicuci berkali-kali. Bahkan terkadang meskipun sudah dicuci tetap tidak bisa.

  • Memicu Alzeimer dan Kepikunan Sejak Dini

Terlalu sering memakai deodoran terutama yang bentuknya spray sangat bahaya karena mengandung aluminium turunan, dan garam aluminium sehingga sangat besar resikonya dalam menyerang sel otak dan bisa menurunkan daya ingat atau pun konsentrasi seseorang. Penyakit ini biasa disebut dengan Alzeimer. Meski tidak selalu menyebabkan Alzeimer, namun perlu diwaspadai penggunaannya. Lebih baik pilih yang roll on saja

  • Gangguan pada Kehamilan

Deodoran mengandung paraben yang dapat menyebabkan kelahiran prematur bayi dan mempercepat mutasi sel sehingga membuat bayi terkena cacat tubuh atau pun mengalami gangguan mental. Kandungan phthalates yang ada di dalamnya ialah zat pelentur plastik, yang sangat mempertahankan wangi, dan dapat membasmi kuman. Zat ini sungguh berbahaya dan masuk ke dalam darah. Sehingga sangat bahaya dipakai oleh orang hamil. Pastikan ibu hamil memilih deodoran yang tidak mengandung zat berbahaya tersebut.

  • Resiko Kanker Payudara

Pemakaian deodoran dengan cara disemprot di ketiak dengan jarak dekat sangat berpengaruh untuk mengenai jaringan payudara. Kandungan yang ada di dalam deodoran tersebut sangat mengurangi produksi dari hormon estrogen sehingga semakin lama dapat melemahkan jaringan yang ada di sekitar otot payudara.

Demikian informasi mengenai efek samping pemakaian deodoran bagi para remaja. Semoga bermanfaat bagi para Pembaca setia (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY