Kenali Faktor Penyebab Sirosis (Kerusakan Hati Jangka Panjang)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat pembaca pernahkah Anda mendengar  tentang penyakit yang menyerang hati yang biasa disebut sirosis? Kenali faktor penyebabnya, agar sahabat Pembaca dapat mencegah penyakit sirosis sejak dini.

Apa Itu Sirosis?

Sirosis merupkan kerusakan hati jangka panjang atau yang sudah kronis. Kondisi ini menyebabkan luka yang terjadi pada hati. Perkembangan penyakit sirosis perlahan-lahan membuat jaringan sehat diganti oleh jaringan yang sudah rusak, sehingga hati tidak dapat menjalankan fungsi dengan baik. Jaringan yang rusak dalam hati akan menghambat aliran darah yang melewati hati.

Padahal fungsi hati begitu penting karena memproses, hormon, obat   nutrisi, produksi protein, dan racun. Tapi fungsi ini akan semakin terhambat dalam hati karena penyakit sirosis. Hati yang rusak karena penyakit sirosis sudah tidak bisa diperbaiki. Bahkan lambat laun akan menyebar ke jaringan lain sampai akhirnya hati tidak dapat berfungsi total. Jika sudah terjadi kerusakan total ini, maka disebut dengan istilah gagal hati.

Apa Saja Faktor Penyebab Sirosis?

  • Seringnya mengkonsumsi alkohol atau minuman keras secara berlebihan.
  • Non alcohol steato hepatitis atau NASH atau penumpukan lemak yang menghambat fungsi hati dan merusak sel hati.
  • Reaksi dari obat tertentu.
  • Gagal jantung.
  • Infeksi kronis dari virus hepatitis B.
  • Penyakit hepatitis autoimun atau hepatitis yang menurunkan antibodi, dan merusak jaringan hati.
  • Virus hepatitis C.
  • Kontaminasi racun dan polusi lingkungan.
  • Infeksi hati karena bakteri dan virus.
  • Penyakit bawaan lain yang merusak jaringan hati seperti hemokromatosis.

Bagaimana Gejala Sirosis?

  • Memar di tubuh.
  • Kulit dan putih mata berwarna kuning atau sakit kuning (jaundice).
  • Perasaan mual dan muntah.
  • Terjadinya muntah darah.
  • Kulit mengalami gatal-gatal.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Kecapekan  atau kekurangan energi.
  • Terjadinya pembengkakan pada pergelangan kaki dan perut atau kondisi yang disebut edema.
  • Terjadinya penurunan atau kenaikan berat badan secara drastis.

Bagaimana Menngobati Sirosis?

  • Kurangi konsumsi makanan yang dapat menimbulkan penimbunan gas dalam lambung seperti lobak, nangka ubi, singkong, kacang merah, kol, sawi,dan durian.
  • Jangan mengkonsumsi makanan yang diawetkan, seperti sosis, ikan asin, hamburger, dan kornet. Sebisa mungkin mengkonsumsi makanan segar.
  • Konsumsi makanan yang tidak banyak mengandung lemak tinggi seperti ikan segar, daging yang tidak berlemak, dan ayam tanpa kulit.
  • Makanlah sayuran dengan rendah serat, seperti kacang panjang muda, buncis muda, bayam, wortel, bit, labu siam, dan daun kangkung.
  • Jangan mengkonsumsi bumbu-bumbu masakan terlalu banyak seperti kunyit, bawang merah, bawang putih, salam, lengkuas, dan ketumbar.
  • Jangan makanan yang terlalu berlemak seperti usus, otak, sumsum daging, atau santan kental.

Demikian informasi mengenai faktor, gejala, dan mengobati penyakit sirosis. Semoga informasi tersebut dapat memberi bahan rujukan pada Pembaca agar menjaga fungsi hati tetap sehat. (MLS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here