Kenali Gejala Asma pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak orang memiliki asma yang aktif. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dari berbagai kalangan usia, termasuk remaja.

Penyakit asma menyebabkan pembengkakan dan peradangan di saluran udara yang mengarah ke paru-paru. Ketika penyakit asma kambuh, maka saluran udara menjadi sempit dan kencang. Akibatnya, udara bisa lewat dengan mudah dan membuat Anda sulit untuk bernafas. Hal ini juga disebut serangan asma atau exacerbations.

Penyakit asma menyerang orang-orang dalam berbagai cara. Beberapa orang hanya mengalami serangan asma selama musim alergi, ketika mereka menghirup udara dingin, atau saat mereka beraktivitas berat. Sebagian penderita lainnya memiliki banyak serangan buruk yang membuat mereka sering ke dokter.

Bagi anak Anda yang mengidap asma, memasuki usia remaja berarti kemungkinan gejala asma mereka semakin sulit diatur juga akan semakin besar. Hal ini bisa jadi dikarenakan oleh perubahan hormon atau kebiasaan dan perilaku anak Anda yang juga berubah.

Kebanyakan anak usia remaja ingin mendapatkan pengakuan sosial dari teman-teman mereka. Demi mendapatkan pengakuan tersebut, mereka perlu menjadi ‘normal’ dan sebagai seorang penderita asma hal tersebut akan sulit didapatkan. Oleh karena itu, mereka mulai enggan mengonsumsi obat mereka lagi karena takut ditertawakan oleh teman-teman mereka. Sebagian remaja pun ada yang ingin mencoba hal-hal baru yang bisa memperparah asma mereka, misalnya merokok.

Seberapa sering seorang remaja memiliki gejala asma bervariasi. Umumnya, gejala asma untuk usia belasan tahun dapat mencakup:

  • Mengi, suara siulan saat bernafas akibat saluran udara menyempit dari paru-paru.
  • Ini adalah satu-satunya gejala bagi sebagian orang.
  • Dada sesak.
  • Sesak nafas, pernafasan dangkal, atau kesulitan bernafas.
  • Gangguan tidur karena batuk atau sulit bernafas.
  • Sering terbangun pada malam hari karena sesak nafas atau batuk adalah tanda asma yang tidak terkontrol.
  • Banyak remaja memiliki gejala yang menjadi lebih buruk di malam hari (asma nokturnal) yang disertai batuk dan sesak nafas.
  • Cepat lelah ketika melakukan aktivitas fisik.

Serangan asma yang dialami oleh seorang remaja dapat meningkat intensitasnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beragam faktor yang dapat menyebabkan serangan asma bertambah parah atau membuat kondisi lebih buruk. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Saat demam yang disebabkan oleh virus, seperti influenza.
  • Akibat paparan pemicu, seperti asap rokok, polusi udara, tungau debu, atau bulu binatang.
  • Berada di sekitar bahan kimia atau zat lain di tempat kerja (asma kerja).
  • Perubahan hormon, seperti selama menstruasi pada remaja wanita.
  • Obat-obatan, seperti aspirin (aspirin-induced asthma) atau obat anti-inflamasi non-steroid. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here