Kenali Gejala dan Faktor Risiko Alveolar Osteitis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Dalam kondisi tertentu, khususnya bila gigi sudah mengalami kerusakan yang parah. Pencabutan gigi merupakan tindakan yang akan dilakukan oleh dokter gigi. Setelah pencabutan gigi, pasien secara umum dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan normal.

Namun dalam persentase kecil, ada pasien yang mengalami nyeri yang hebat dan berkepanjangan di lokasi bekas pencabutan yang dinamakan dengan alveolar osteitis atau dry socket. Alveolar Osteitis paling sering terjadi sehabis gigi bungsu dicabut. Gejala umum dry socket di antaranya:

  • Rasa sakit hebat beberapa hari setelah pencabutan gigi.
  • Bekuan (gumpalan) darah yang menghilang sehingga tulang rahang akan nampak seperti rongga kosong.
  • Rasa sakit yang menjalar hingga telinga, mata, leher atau kepala di sisi yang sama, seperti di lokasi pencabutan.
  • Bau atau rasa tidak sedap pada mulut.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar rahang atau leher.
  • Demam ringan.
  • Rasa makanan menjadi tidak enak.

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah faktor-faktor risikonya. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko pengembangan alveolar osteitis meliputi:

  • Merokok dan penggunaan tembakau

Bahan kimia dalam rokok atau bentuk tembakau lainnya dapat mencegah atau memperlambat penyembuhan dan mencemari area luka. Tindakan mengisap rokok juga dapat secara fisik mengeluarkan bekuan darah sebelum waktunya.

  • Kontrasepsi oral

Tingkat estrogen yang tinggi dari kontrasepsi oral dapat mengganggu proses penyembuhan normal dan meningkatkan risiko alveolar osteitis.

  • Perawatan di rumah yang tidak tepat

Tidak mengikuti pedoman perawatan di rumah dan kebersihan mulut yang buruk dapat meningkatkan risiko alveolar osteitis.

  • Memiliki riwayat dry socket

Jika Anda memiliki riwayat alveolar osteitis, Anda lebih mungkin mengembangkannya setelah ekstraksi (pencabutan) lain.

  • Infeksi gigi atau gusi

Infeksi saat ini atau sebelumnya di sekitar gigi yang diekstraksi meningkatkan risiko alveolar osteitis.

Jadi, sangat disarankan untuk segera menemui dokter jika mengalami salah satu dari gejala dry socket atau hal yang tidak biasa agar dapat ditangani secara dini.

Untuk meyakinkan diagnosis dry socket, dokter biasanya memerlukan beberapa tahapan guna menentukan penyebab utama dari komplikasi tersebut. Dokter mungkin akan menanyakan beberapa hal kepada pasien seperti:

  • Awal mula gejala muncul
  • Pemicu gejala yang dialami
  • Bagian yang terasa sakit
  • Pengobatan yang sudah dilakukan
  • Obat yang sudah dikonsumsi
  • Gejala di luar area gigi dan mulut (misalnya demam)

Untuk mendukung jawaban yang diberikan, dokter akan melakukan tes fisik, khususnya pada bagian mulut untuk melihat kondisi rongga, ada tidaknya pembekuan darah, hingga adanya tulang yang tampak pada area pencabutan. Hasil pemeriksaan ini biasanya akan lebih jelas dengan bantuan X-Ray. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here