Kenali Gejala Ibu Hamil Alami Solusio Plasenta

0
6
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Salah satu kondisi yang dikhawatirkan saat kehamilan adalah lepasnya plasenta (ari-ari) dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan. Kondisi ini biasa disebut solusio plasenta. Ada sejumlah gejala pada ibu hamil bila mengalami hal ini.

Meskipun jarang terjadi, solusio plasenta patut diwaspadai. Hal ini karena plasenta berfungsi sangat penting bagi janin. Fungsi plasenta sendiri adalah memberikan nutrisi serta oksigen pada janin yang dikandung. Jika terjadi solusio plasenta janin menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi.

Plasenta merupakan organ yang tumbuh di dalam rahim selama masa kehamilan. Usia kehamilan enam bulan ke atas, terutama beberapa pekan sebelum proses persalinan, menjadi waktu yang paling rawan terjadi solusio plasenta.

Gejala umum solusio plasenta adalah sebagai berikut:

  • Nyeri punggung
  • Kontraksi berlangsung cepat
  • Pendarahan pada vagina
  • Rahim terasa sakit
  • Nyeri perut
  • Kurang bergeraknya bayi yang berada dalam kandungan atau tidak seperti biasanya

Selain gejala umum, gejala lebih rinci bisa didapatkan dari kategori solusio plasenta, yakni ringan, sedang, dan berat. Solusio plasenta ringan adalah kondisi ari-ari terlepas sebagian kecil. Solusio plasenta ringan ini disebut juga ruptura sinus marginalis. Kondisi ini ditunjukkan dengan gejala perut sedikit nyeri dan rahim mulai menegang. Jika terjadi pendarahan pervaginam, warnanya akan kehitam-hitaman dan sedikit sakit. Di samping itu, bagian-bagian janin masih mudah diraba.

Solusio plasenta sedang (solusio plasenta parsialis) terjadi saat seperempat bagian ari-ari telah terlepas. Gejalanya adalah perut akan nyeri, rahim tak berhenti menegang, dan pendarahan dari vagina. Bisa jadi darahnya tidak banyak, tapi sebenarnya pendarahan hebat terjadi di dalam tubuh sekitar 1.000 ml. Dinding uterus teraba tegang terus-menerus dan terasa nyeri sehingga bagian-bagian janin sukar untuk diraba. Ibu hamil akan syok kehilangan kesadaran. Dalam kondisi ini,  janin kemungkinan sudah meninggal. Jika janin masih hidup, kondisinya sudah gawat dan bunyi jantung sukar didengar.

Sementara itu, solusio plasenta berat atau solusio plasenta totalis terjadi ketika lebih dari dua pertiga bagian ari-ari telah terlepas. Solusio plasenta ini terjadi sangat tiba-tiba. Gejalanya perut akan sangat tegang dan nyeri. Pendarahan kemungkinan tidak sampai keluar karena sudah terjadi pembekuan darah di dalam tubuh. Biasanya, ibu telah jatuh dalam keadaan syok dan janinnya telah meninggal. Selain janin, sang ibu kemungkinan juga bisa meninggal.

Solusio plasenta, terutama solusio plasenta ringan, seringkali sulit untuk didiagnosa. Oleh sebab itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan laboratorium dan ultrasonografi untuk membantu diagnosanya. Dengan pemeriksaan ultrasonografi, dapat dilihat adanya bekuan darah di antara plasenta dan dinding rahim. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY