Kenali Gejala, Penyebab dan Penanganan Pingsan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernahkah Anda melihat orang yang jatuh pingsan? Kalau belum pernah melihat langsung, mungkin Anda pernah menyaksikannya melalui layar kaca. Umumnya, orang yang terlihat pingsan di TV karena sangat terkejut ketika melihat sesuatu. Ternyata, pingsan bisa disebabkan oleh beragam faktor dan cukup berbahaya, lho!

Pingsan dalam istilah medis disebut ‘sinkop’. ‘Sinkop’ berasal dari bahasa Yunani, yaitu synkoptein yang memiliki arti ‘memotong pendek’. Pingsan adalah hilangnya kesadaran sementara yang terjadi secara tiba-tiba. Seringkali, orang yang mengalaminya lalu terjatuh. Kondisi ini termasuk hal yang wajar terjadi.

Pingsan dapat dialami oleh siapa saja. Menurut Jonsson dan Lipsitz, 1994, kejadian pingsan pada usia muda mencapai 47 persen. Sementara itu, data dari studi Framingham menunjukkan, adanya kenaikan kejadian pingsan yang berhubungan dengan pertambahan usia.

Pingsan bisa saja datang saat seseorang duduk, berdiri, atau karena terlalu cepat bangkit berdiri. Orang yang mengalami kondisi ini cenderung tidak merasakan gejala apapun sebelum kehilangan kesadaran. Namun, sejumlah orang mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Menguap
  • Mual
  • Berkeringat dingin
  • Lemah
  • Linglung
  • Telinga berdenging
  • Pandangan kabur

Pingsan bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti di bawah ini:

  • Tekanan darah mendadak turun. Hal ini mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke otak. Alhasil, otak kekurangan oksigen. Penurunan aliran darah ini biasanya akan langsung diseimbangkan oleh tubuh secara alami. Tetapi, jika proses penyesuaian tersebut memakan waktu terlalu lama, seseorang yang mengalaminya dapat pingsan. Penyebab penurunan aliran darah ke otak antara lain tidak berfungsinya sistem saraf otonom yang bersifat sementara. Gangguan fungsi ini dapat dipicu oleh stres, rasa sakit yang terjadi tiba-tiba, berdiri terlalu lama, tertawa serta bersin. Tekanan darah yang mendadak turun juga bisa berawal dari terlalu cepat berdiri dari posisi duduk atau tidur, diabetes, dehidrasi, rasa takut terhadap sesuatu, berada di daerah yang terlalu panas atau hangat, tidak makan atau minum dalam waktu tertentu, gangguan saraf serta obat-obatan.
  • Gangguan jantung. Kondisi ini bisa mengganggu kelancaran aliran darah ke otak. Dikhawatirkan, pingsan akibat adanya gangguan jantung dapat meningkatkan risiko terhadap kematian.
  • Kejang. Utamanya kejang anosik refleks. Jenis kejang ini lebih sering dialami oleh anak-anak, khususnya saat mereka menangis ‘kejer’.

Penanganan dini pertama yang bisa Anda lakukan saat melihat seseorang pingsan adalah dengan meningkatkan aliran darah ke otak agar kebutuhan korban oksigen tercukupi. Langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Periksa pernapasan pasien.
  • Baringkan pasien dan letakkan kakinya lebih tinggi daripada jantung. Longgarkan pakaian atau aksesori yang mengikat ketat, misalnya ikat pinggang.
  • Periksa apakah ada pendarahan.
  • Balut luka (bila ada).
  • Bila dicurigari terdapat patah tulang, maka jangan menggerakkan bagian tubuh yang patah.
  • Jika pasien tidak kunjung sadar selama lebih dari dua menit, segera hubungi rumah sakit agar penanganan darurat dapat dilakukan. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here