Kenali Gejala Stroke Ringan

SehatFresh.com – Stroke merupakan penyakit mematikan yang telah disebut sebagai pembunuh nomor tiga di dunia. Penyakit ini memengaruhi peredaran darah ke otak. Bila terjadi stroke, maka bagian tertentu dari otak tidak mendapatkan aliran darah atau oksigen. Lambat laun bagian otak tersebut akan menjadi mati. Akibatnya, bagian tubuh yang dikendalikan oleh bagian otak tersebut tidak dapat bekerja secara baik atau ikut menjadi lumpuh.

Serangan stroke ini bisa terjadi karena penyumbatan di pembuluh darah sehingga darah tidak dapat mengalir lancar ke otak. Penyumbatan ini terjadi akibat adanya timbunan lemak di pembuluh darah sehingga pembuluh menyempit. Kondisi ini merujuk pada transient ischemic attack (TIA). Yang lebih parah, hemorrhagic stroke, bisa terjadi karena pembuluh darah melemah dan kemudian pecah sehingga darah mengumpul di daerah sekitar otak tersebut.

Transient ischemic attack (TIA) atau seringkali disebut stroke ringan, terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak terganggu sementara. Gejala stroke ringan biasanya berlangsung singkat beberapa menit sampai beberapa jam, meskipun beberapa orang mungkin mengalami gejala sampai 24 jam.

Gejala stroke ringan bisa muncul akibat merokok, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stres, penyalahgunaan alkohol, diabetes, kurang olahraga atau obesitas. American Academy of Neurology menjelaskan gejala stroke ringan sebagai sensasi mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan atau kaki, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan mendadak, dan pusing atau sakit kepala parah mendadak.

  • Kelamahan pada  wajah, lengan atau kaki

Dalam kebanyakan kasus, TIA menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh, termasuk sisi wajah, satu lengan, dan satu kaki. Secara garis besar, stroke ringan dapat menyebabkan  kelemahan otot wajah sehingga wajah turun ke salah satu sisi, tidak bisa senyum, mata, atau mulut turun ke bawah. Bahkan, ada juga yang mengeluhkan sakit kaki ketika berjalan dan tidak mampu mengangkat kedua lengan karena lengan mereka lemas atau mati rasa pada satu sisi. Kelemahan juga bisa terjadi pada kedua sisi tubuh.

  • Kesulitan bicara

Mereka dengan TIA mungkin mendapati diri mereka tidak mampu berbicara untuk beberapa saat. Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam hal mengucapkan sepatah kata atau memahami kata-kata. Kondisi ini disebut disfasia. Disfasia bisa menjadi satu-satunya gejala stroke ringan. Gejala kesulitan berbicara ini menunjukkan bahwa penyumbatan atau gumpalan darah yang menyebabkan TIA terjadi di belahan otak yang dominan.

  • Gangguan penglihatan mendadak

Gejala lainnya yang perlu diwaspadai adalah transient monocular blindness (TMB). Dalam TMB, penglihatan pada satu mata menjadi tiba-tiba meredup atau kabur. Ini dapat berlangsung selama beberapa detik atau menit. Kondisi bisa semakin memburuk ketika terkena cahaya terang. Bahkan, Anda mungkin tidak dapat membaca tulisan pada kertas putih.

  • Sakit kepala hebat

Karena menyerang bagian otak, stroke juga bisa muncul dengan gejala berupa sakit kepala. Sayangnya, seringkali gejala tersebut terabaikan karena dianggap hanya keluhan fisik biasa. Kondisi yang perlu diwaspadai berupa nyeri kepala hebat dan tidak biasa yang disertai dengan vertigo.

Meskipun gejala stroke ringan ini hanya bersifat sementara dan tidak menyebabkan kerusakan otak permanen, namun tetap perlu diwasapadai.. Seseorang yang pernah mengalami TIA memiliki risiko yang jauh lebih besar untuk terkena stroke. TIA dapat dianggap sebagai peringatan stroke. Jika Anda atau kerabat dekat Anda menunjukkan gejala-gejala seperti di atas, segera dapatkan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab dan langkah pencegahannya. Ini sangat penting agar kondisi tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Sumber gambar : alvito-blackers.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY