Kenali Jenis Imunisasi yang Aman Saat Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Imunisasi tak hanya diberikan pada bayi atau anak kecil. Seorang ibu hamil juga bisa saja memerlukan imunisasi. Apa saja imunisasi yang bisa diberikan saat hamil? Apakah ini aman?

Ada berbagai macam imunisasi pada ibu hamil. Pada intinya, manfaat imunisasi pada ibu hamil adalah salah satu tindakan pencegahan timbulnya berbagai jenis penyakit melalui peningkatan kekebalan tubuh. Bagi ibu hamil, imunisasi diperlukan selain untuk menjaga kesehatan tubuhnya juga untuk mencegah bayi lahir dengan kelainan.

Secara garis besar, ada dua jenis imunisasi pada ibu hamil, yang aman dan berbahaya. Imunisasi yang aman dilakukan pada ibu hamil mengandung virus mati atau tidak aktif. Beberapa jenis imunisasi tersebut antara lain:

  • Tetanus Toksoid (TT)

Ada saja kemungkinan seorang ibu melahirkan dalam kondisi tidak higienis. Hal ini berisiko menimbulkan infeksi oleh kuman tetanus pada ibu dan bayi hingga jiwa mereka terancam. Rahim ibu yang melahirkan rentan terinfeksi kuman tetanus, sedangkan pada bayi infeksi ini dimulai dari luka pada tali pusatnya. Bakteri Klostridium tetanus pada bayi baru lahir dapat menimbulkan penyakit tetanus neonatorum yang dapat mengakibatkan kematian. Selain itu, bakteri atau spora tetanus tumbuh dalam luka yang tidak steril, misalnya jika tali pusat dipotong dengan pisau yang tidak tajam dan tidak steril.

  • Hepatitis B

Hepatitis B merupakan jenis penyakit yang berbahaya bagi manusia. Umumnya, seseorang tidak langsung menyadari bahwa dirinya terinfeksi virus hepatitis B. Bahayanya, janin bisa ikut tertular ketika menjalani proses kelahiran. Tanpa imunisasi hepatitis ini, bayi akan lebih rentan terhadap penyakit kuning. Oleh sebab itu, ibu hamil biasanya dianjurkan melakukan imunisasi ini. Bayi baru lahir pun diwajibkan agar segera mendapat imunisasi Hepatitis B.

  • Influenza

Imunisasi influenza adalah imunisasi yang dilakukan untuk meningkatkan kekebalan ibu hamil dan bayinya dari infeksi bakteri penyebab flu. Infeksi ini meningkat risikonya pada ibu hamil dan bayi yang kurang gizi. Dengan melakukan imunisasi ini, daya tahan tubuh bayi akan lebih kuat terhadap demam dan flu hingga usianya beranjak enam bulan.

  • Meningococcal

Imunisasi menigococcal adalah imunisasi yang dilakukan untuk mencegah janin dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Apabila ibu hamil menderita meningitis, maka kumannya pun dapat menjalar ke otak janin. Sebaiknya, lakukan imunisasi ini saat tubuh benar-benar sehat, meski pada beberapa orang hanya akan muncul demam ringan. Imunisasi meningococcal bisa diberikan terutama bagi ibu hamil yang terindikasi akan terpapar virus tersebut, misalnya mereka yang berencana melakukan perjalanan ke negara-negara dengan risiko terpapar virus meningococcal. Meski begitu, pemberian imunisasi ini tetap harus didasarkan pada indikasi serta turut memperhitungkan faktor risiko dan keuntungannya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here