Kenali Jenis-jenis Antibodi dan Fungsinya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Antibodi disebut juga immunoglobulin (Ig) adalah biomolekul yang tersusun atas protein dan dibentuk sebagai respons terhadap keberadaan benda-benda asing yang tidak dikehendaki di dalam tubuh kita. Antibodi dapat dibedakan berdasarkan susunan proteinnya menjadi lima kelas utama. Setiap antibodi berinteraksi dengan molekul dan sel yang berbeda-beda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula. Ada lima jenis antibodi dalam tubuh, masing-masing dengan peran tertentu dalam respon imun, yaitu:

  1. Imunoglobulin G (IgG)

Sekitar 75% dari antibodi yang beredar dalam darah adalah IgG, dan ini merupakan antibodi menyediakan sebagian besar perlindungan terhadap infeksi. IgG adalah satu-satunya antibodi yang mampu melewati plasenta, sehingga memberikan kekebalan pasif untuk janin yang sedang berkembang. Fungsi IgG adalah untuk mengikat patogen melalui reseptor-antigen spesifik, dan membentuk kompleks antara antigen-antibodi. Pembentukan kompleks ini menargetkan patogen untuk kehancuran melalui sel-sel kekebalan tubuh lainnya. IgG juga mengaktifkan sistem komplemen, reaksi kaskade antara satu set protein yang menghasilkan pembentukan sebuah molekul yang mampu menghancurkan sel-sel bakteri.

IgA dan IgE memiliki fungsi yang sama. Ketiga antibodi memiliki reseptor yang disebut reseptor Fc, yang berinteraksi dengan sel-sel kekebalan tubuh lainnya seperti fagosit dan granulosit. Ketika interaksi ini terjadi, sel-sel yang dipicu untuk menghancurkan kompleks antigen-antibodi, sehingga juga menghancurkan patogen atau sekresi beracun mereka.

  1. Immunoglobulin A (IgA)

Immunoglobulin A ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya, seperti air mata, air liur, ASI, getah lambung dan sekresi usus. IgA juga ditemukan pada bagian-bagian tubuh yang dilapisi oleh selaput lendir, misalnya hidung, mata, paru-paru dan usus.  Antibodi ini melindungi janin dalam kandungan dari berbagai penyakit. IgA yang terdapat dalam ASI akan melindungi sistem pencernaan bayi terhadap mikroba karena tidak terdapat dalam tubuh bayi yang baru lahir.

  1. Imunoglobulin E (IgE)

Immunoglobulin E beredar di dalam darah dan bertugas untuk memanggil pasukan lain untuk menyerang zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Antibodi jenis ini seringkali menyebabkan reaksi alergi dalam melaksanakan tugasnya. Maka dari itu, seseorang yang sedang terkena reaksi alergi, di dalam darahnya meningkat produksi daripada IgE.

  1. Imunoglobulin D (IgD)

IgD merupakan antibodi yang jumlahnya yang sangat sedikit terdapat dalam darah, getah bening, dan pada permukaan sel-sel B. Fungsi IgD adalah untuk mengaktifkan sel B. IgD ini bertindak dengan menempelkan dirinya pada permukaan sel T dan membantu menangkap antigen.

  1. Immunoglobulin M (IgM)

Antibodi ini terdapat pada darah, getah bening, dan pada permukaan sel-sel B. Pada saat antigen masuk ke dalam tubuh, Immunoglobulin M (IgM) merupakan antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan antigen tersebut. IgM terbentuk segera setelah terjadi infeksi dan menetap selama 1-3 bulan, kemudian menghilang. Jenis antibodi IgM banyak terdapat di dalam darah, tetapi dalam keadaan normal tidak ditemukan dalam organ maupun jaringan. Untuk mengetahui apakah janin telah terinfeksi atau tidak, dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah. Janin dalam kandungan mampu memproduksi IgM pada umur kehamilan enam bulan. Jika janin terinfeksi kuman penyakit, produksi IgM janin akan meningkat. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here