Kenali Kelainan pada Lubang Penis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kelainan bawaan genital atau alat reproduksi pada anak laki-laki relatif sering dijumpai. Sayangnya, hal tersebut kurang diperhatikan dan kerap terlambat tertangani. Salah satu kelainan tersebut berada di lubang penis.

Kebanyakan orangtua tidak menyadari kelainan pada lubang penis anaknya sebelum ditemukannya keluhan. Padahal, apabila tidak segera ditangani, kelainan tersebut akan mengakibatkan dampak buruk saat anakl beranjak dewasa.

Pada kelainan berupa bentuk penis dan lokasi lubang kencing yang tidak normal dapat mengganggu hubungan suami istri saat dewasa nanti. Selain itu, juga terjadi perubahan jumlah sel-sel penghasil sperma testis setelah usia 18 bulan. Seandainya diagnosis atau koreksi penurunan testis terdeteksi pada usia sembilan bulan, penanganan yang sesuai dapat mengatasi ketertinggalan ukuran volume testis .

Kelainan pada lubang kencing ini sering berupa apa yang disebut hipospadia. Hipospadia merupakan bawaan lahir yang sampai saat ini belum dapat diketahui penyebab pastinya. Namun, terdapat dugaan bahwa hipospadia diakibatkan oleh kelainan hormonal saat mengandung. Hipospadia terjadi karena terjadi gangguan pembentukan saluran uretra pada janin di usia kehamilan 8–20 minggu.

Beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini di antaranya pada bayi yang memiliki riwayat keluarga menderita hipospadia, bayi yang lahir dari ibu berusia di atas 40 tahun, serta terdapat dugaan bahwa hipospadia juga dipengaruhi oleh wanita hamil yang terkenan paparan rokok dan bahan kimia seperti pestisida.

Berikut ini ciri-ciri jika seseorang mengidap hipospadia:

  • Muara uretra atau saluran kencing tidak berada di ujung penis

Biasanya muara uretra penderita hipospadia berada di dekat kepala penis, di tengah, atau di bawah penis.

  • Penis melengkung ke bawah

Kebanyakan penderita hipospadia mengalami kebengkokan batang penis. Hal ini terjadi akibat adanya jaringan ikat di sekitar lubang uretra yang menarik penis hingga melengkung atau disebut dengan chordee. Namun, tidak semua penderita hipospadia memiliki chordee.

  • Beberapa pria penderita hipospadia memiliki penis yang melengkung saat ereksi
  • Aliran kencing tidak normal
  • Harus duduk saat berkemih
  • Kulit penutup penis tidak berkembang sempurna

Selain kesulitan berkemih dalam posisi berdiri layaknya pria normal, penderita hipospedia juga akan mengalami masalah pada fungsi reproduksinya. Hal ini berkaitan dengan bentuk penis yang melengkung saat ereksi sehingga penderita akan mengalami gangguan pancaran sperma saat ejakulasi serta kesulitan penetrasi saat berhubungan seksual. Dampak kondisi ini bisa mengarah kepada lebih sulitnya memiliki momongan.

Maka, segera konsultasikan kepada dokter jika ada yang tidak beres dengan alat kelamin Anda atau anggota keluarga Anda. Tentunya, diagnosis dan penanganan dini akan membuahkan hasil yang lebih baik.

(SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here