Kenali Lebih Dalam Bagian Sistem Reproduksi Wanita

0
5
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Meskipun dengan sahabat dekat, membahas sistem reproduksi wanita masih dianggap tabu oleh banyak wanita. Padahal, mengenal anatomi tubuh sendiri termasuk sistem reproduksi sangat penting. Reproduksi wanita yang unik memungkinkan wanita untuk bisa hamil dan memiliki keturunan. Selain itu, beberapa titik juga sangat sensitif ketika diberi rangsangan seksual. Dengan mengetahui sistem reproduksi dan bagian-bagiannya, kita akan lebih tahu fungsi dan bagaimana cara menjaganya dengan baik.

Sistem reproduksi wanita terdiri dari organ internal dan eksternal. Organ internal membentuk suatu “jalur” yang terdiri dari:

  • Vagina. Berbentuk seperti tabung, vagina merupakan organ untuk sexual intercourse pada wanita yang berotot namun elastis. Organ ini menjadi “lorong” bagi sperma menuju sel telur, keluarnya darah menstruasi, dan sebagai jalan lahir.
  • Serviks, yaitu bagian bawah rahim berbentuk melingkar yang yang menjorok ke bagian atas vagina. Sperma bisa masuk dan darah menstruasi dapat keluar dari rahim melalui kanal serviks. Kanal serviks ini biasanya sempit, tapi akan melebar saat persalinan. Kanal serviks juga dilapisi kelenjar yang mengeluarkan lendir tebal. Namun, pada masa ovulasi, konsistensi lendir berubah guna memungkinkan sperma berenang menuju rahim.
  • Uterus (rahim), yaitu organ berotot dengan bentuk seperti buah pir dan berdinding tebal yang terletak di tengah-tengah panggul, di belakang kandung kemih, dan di depan rektum. Fungsi utamanya adalah menopang janin yang sedang berkembang. Lapisan dinding rahim (endometrium) setiap bulannya akan menebal sebagai salah satu siklus reproduksi. Jika tidak terjadi pembuahan selama siklus itu, endometrium akan luruh dan membuat seorang wanita menstruasi.
  • Ovarium, merupakan organ penghasil sel telur dan hormon reproduksi. Sekitar sebulan sekali ovarium akan melepaskan telur ke dalam tuba falopi (ovulasi). Jika tidak ada pembuahan, sel telur akan keluar bersama endometrium saat menstruasi.
  • Tuba fallopi, yaitu saluran yang menghubungan ovarium ke rahim. Sel telur yang matang di ovarium akan berpindah memasuki tuba fallopi dan kemudian menuju rahim.

Pada bagian luar, vagina dikelilingi organ-organ yang umumnya berfungsi melindungi organ internal, Organ eksternal vagina ini disebut vulva, dan terdiri dari:

  • Klitoris, yaitu organ sebesar biji kacang yang terletak di ujung atas bibir vagina. Karena berisi ribuan ujung saraf, klitoris merupakan organ seks wanita yang sangat sensitif. Kebanyakan wanita butuh rangsangan klitoris yang intens untuk mencapai orgasme.
  • Labia mayora, yaitu bagian terluar dari mulut vagina yang ditumbuhi rambut. Organ ini memproteksi vagina dari partikel asing. Bagian dalam labia mayora juga mengandung banyak ujung syaraf sehingga sensitif terhadap rangsangan seksual.
  • Labia minora, yaitu lipatan kecil di bagian dalam labia mayora, di mana bagian depannya mengelilingi klitoris.  Pada bagian dalam, kelenjar labia minora memproduksi substansi untuk menangkal serangan bakteri guna melindungi vagina dari infeksi.
  • Mons pubis, yaitu lapisan lemak yang menutupi tulang kemaluan dan bagian atas lubang vagina. Fungsinya sebagai pelindung vagina dari benturan luar.

Setiap wanita bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan reproduksinya. Selain mengadopsi gaya hidup sehat, penting juga untuk menjadwalkan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala setidaknya setiap dua tahun sekali, meliputi pap smear, pemeriksaan payudara, dan pemeriksaan lainnya. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY