Kenali Penyakit Leptospirosis di Tularkan dari Hewan!

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Leptospirosis! Apakah Anda pernah mendengar kata itu? Ya, itu adalah nama sebuah penyakit. Namun, penyakit seperti apa sih leptospirosis itu?

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Leptospira adalah organisme yang hidup di perairan air tawar, tanah basah, lumpur, dan tumbuh-tumbuhan. Bakteri ini disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.

Hewan pembawa bakteri leptospira umumnya tidak memiliki tanda-tanda sedang mengidap leptospirosis karena bakteri ini dapat keluar melalui urine mereka. Keluarnya bakteri melalui urine hewan liar maupun piaraan yang terinfeksi dapat berlangsung secara terus- menerus atau hanya sesekali selama beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa leptospirosis adalah:

  • Anjing
  • Hewan pengerat, seperti tikus
  • Kelompok hewan ternak, seperti sapi dan babi

Leptospirosis umumnya banyak ditemui di area tropis dan subtropis. Pasalnya, wilayah-wilayah ini memiliki udara panas dan lembab yang membuat bakteri leptospira dapat bertahan hidup lebih lama.

Penyakit ini terutama berisiko terhadap orang yang bekerja di luar ruangan bersama hewan, misalnya peternak, petani, dan dokter hewan. Jarang sekali penyakit ini ditulari dari manusia.

Leptospirosis juga dapat menyerang manusia melalui kontak langsung dengan air, misalnya banjir, kolam, sungai, danau, atau selokan. Tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira juga bisa menjadi media penyebaran leptospirosis. Di Indonesia, penularan paling sering terjadi melalui tikus pada kondisi banjir.

Bakteri leptospira dapat masuk melalui mata, hidung, mulut, atau luka terbuka pada kulit. Terlebih, bila Anda sering menghabiskan waktu berada di area berair maupun tanah yang terkontaminasi bakteri ini. Bakteri leptospira juga dapat menyebar melalui gigitan hewan atau cairan tubuh lain (kecuali ludah) dan ketika meminum air yang terkontaminasi, misalnya sehabis banjir atau ketika melakukan olahraga yang berhubungan dengan air.

Penderita leptospirosis memiliki gejala yang umumnya menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, dan pusing. Gejala ini umumnya berkembang dalam waktu satu hingga dua minggu atau sampai satu bulan setelah penderitanya terpapar bakteri ini. Kemudian, kondisi penderita cenderung membaik minimal dalam lima hari hingga maksimal satu minggu setelah gejala awal muncul. Gejala lain yang mungkin muncul antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Demam tinggi
  • Meriang
  • Nyeri otot
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Diare
  • Kulit atau area putih pada mata yang menguning
  • Ruam
  • Iritasi atau kemerahan di area mata
  • Kehilangan nafsu makan

Gejala leptospirosis yang lebih berat bisa berujung kepada komplikasi yang lebih serius, misalnya berupa pendarahan hingga gagal fungsi pada organ-organ tertentu. Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani secara serius.(SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here