Kenali Penyebab Anak Terinfeksi Cacing Kremi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Infeksi cacing kremi adalah infeksi cacing usus yang seringkali menjangkit anak usia sekolah. Infeksi ini memang terjadi di dalam usus, namun dapat menular karena telur-telur cacing kremi dapat hidup di luar tubuh pada permukaan benda untuk waktu yang lama. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui penyebab dan penanganan infeksi yang disebabkan oleh parasit Enterobius vermicularis ini.

Telur cacing kremi dapat tak sengaja tertelan atau terhirup. Telur cacing yang ukurannya mikroskopis ini dapat pula terbawa ke dalam mulut melalui makanan, minuman, atau sentuhan jari tangan. Setelah tertelan, telur akan menetas di dalam usus dan tumbuh menjadi cacing dewasa dalam kurun waktu beberapa minggu.

Cacing kremi betina akan bergerak ke daerah anus untuk bertelur. Ini menyebabkan area anus menjadi gatal. Ketika area gatal ini digaruk, telur bisa terbawa ke jari-jari dan melekat di bawah kuku. Telur kemudian bisa berpindah ke permukaan lain, seperti mainan, seprai hingga makanan. Telur cacing kremi dapat bertahan selama dua sampai tiga minggu pada permukaan benda

Selain gatal pada anus, infeksi cacing kremi juga dapat menyebabkan nyeri perut dan mual sehingga dapat menurunkan kualitas tidur anak, atau bahkan anak menjadi insomnia. Karenanya, infeksi cacing kremi perlu segera diberi penanganan.

Untuk mengobati infeksi cacing kremi, dokter biasanya merekomendasikan anti-parasit, seperti Mebendazole dan Albendazole. Anggota keluarga juga mungkin diberi obat resep agar tidak tertular. Tak hanya bergantung pada obat-obatan, beberapa cara rumahan berikut ini juga penting dilakukan guna mencegah penyebaran telur cacing lebih lanjut serta mencegah infeksi berulang:

  • Mandi pagi hari. Cacing kremi biasanya bertelur di malam hari. Karenanya, mandi dan mencuci area anus di pagi hari dapat mengurangi jumlah telur yang bersarang di anus. Disarankan mandi menggunakan shower guna mencegah air dalam bak mandi terkontaminasi.
  • Mencuci dengan air panas. Cucilah seprai, baju tidur, celana dalam, dan handuk dengan air panas dan sebaiknya jemur saat matahari sedang terik-teriknya. Selain itu, penting juga untuk mengganti celana dalam dan sprei setiap hari, serta hindari berbagi handuk dengan orang lain.
  • Potong kuku. Sebisa mungkin jangan biarkan anak menggaruk area anus. Potong kuku anak agar anak tidak menjadi sarang telur cacing kremi dan mencegah anak menggigit kukunya.
  • Cuci tangan. Tangan menjadi media penyebaran telur cacing kremi. Cuci tangan secara teratur, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, dapat mengurangi risiko infeksi cacing kremi. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here