Kenali Penyebab Tangisan Bayi

SehatFresh.com – Bayi merupakan titipan dari Yang Maha Kuasa. Bayi menjadi tanggung jawab baru bagi kita sebagai orangtua. Senangnya hati bila melihat bayi kita tenang dan tidak rewel. Tapi terkadang bayi menangis dengan intensitas yang cukup sering. Tangisan bayi merupakan pertanda bahwa ia menginginkan sesuatu. Sebelum ia dapat berbicara, hal yang dapat dilakukannya ketika menginginkan atau merasakan sesuatu hanya menangis. Banyak hal yang bisa membuat bayi menangis. Seperti lapar, haus, atau jika ia buang air besar. Ada tiga macam tangisan bayi, mulai dari merengek, menangis, hingga menjerit. Melalui cara inilah ia berusaha menyampaikan apa yang ia maksud kepada orangtuanya.

Untuk mengenali penyebab tangisan bayi Anda, simaklah beberapa arti tangisan dari bayi:

  • Lapar

Tangisan dengan faktor lapar mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat bayi sering menangis. Bayi memiliki perut yang berukuran kecil, sehingga tidak bisa banyak menampung ASI. Maka seorang bayi akan mudah sekali merasa lapar. Tangisan lapar biasanya terdengar cukup kencang dan berlangsung lama. Sebagai seorang ibu, jika bayi menangis, maka kita harus ingat kapan terakhir kali memberikannya ASI.

  • Buang air

Bayi tentu akan menangis jika popoknya sudah kotor, baik karena buang air kecil atau buang air besar. Menghadapi tangisan yang satu ini jelas mudah. Anda hanya perlu memeriksa popoknya. Jika kotor maka segeralah ganti, tapi jika tidak kotor, berarti ada hal lain yang berusaha ia sampaikan.

  • Lelah

Faktor yang satu ini akan membuat bayi Anda menangis dengan raungan yang sedikit melengking. Bayi yang lelah biasanya akan lebih rewel dan mudah menangis. Walaupun tidak melakukan apa-apa, bayi juga mudah merasa lelah jika terdapat banyak orang di rumahnya dan membuat suasanya menjadi bising. Jika bayi Anda lelah, bawalah ia ke tempat yang lebih tenang dan tidak bising. Ayun-ayunkan tubuhnya agar ia tertidur.

  • Kaget

Mendengar suara kencang secara tiba-tiba dapat membuat bayi Anda merasa kaget. Respon orang dewasa yang terlalu bersemangat saat mengajak bermain, menggendong atau mencium juga dapat membuat bayi kaget. Suara yang keluar dari tangisan bayi biasanya berupa lengkingan seperti layaknya orang kaget. Jika bayi Anda kaget, bawalah ke tempat tenang, beri pelukan hangat dan tepuk punggungnya perlahan. Biasanya jika kagetnya hilang, bayi akan berhenti menangis.

  • Sakit

Faktor yang satu ini boleh jadi merupakan faktor yang harus diperhatikan oleh kita sebagai orangtua. Mengapa? Karena tidak semua penyebab rasa sakit yang bayi rasakan dapat dilihat oleh kita. Bayi juga menangis bila ada perasaan tidak nyaman yang ia rasakan. Jenis tangisan yang satu ini berbeda dengan tangisan lain. Umumnya tangisan ini berlangsung tidak terlalu lama, tapi terus menerus. Suaranya juga lebih keras dan lebih melengking dari tangisan yang lain. Gendonglah bayi Anda dan berikan pelukan hangat, jika tetap rewel padahal tidak ada faktor lain, coba periksa badannya apakah hangat atau tidak. Cek pula apakah ada luka atau gigitan nyamuk. Periksakan bayi Anda ke dokter jika ia tetap rewel.

Menghadapi bayi memang membutuhkan kesabaran yang ekstra, sebab hanya dengan menagis ia bisa menyampaikan apa yang ia ingin atau rasakan. Pada fase ini, bayi juga sebenarnya sedang berusaha memahami kita sebagai orangtua. Bukan hanya Anda yang sedang belajar memahami. Jadi, agar hubungan Anda dapat terjalin lebih baik, Anda bisa melakukan komunikasi yang baik dengan bayi Anda. Seperti menggedongnya dengan lembut, memberi pelukan hangat, dan menyanyikannya lagu ketika ia ingin tidur.

Sumber gambar : birdbody.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY