Kenali Seberapa Bahaya Rotavirus Bagi Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Rotavirus seperti pada ulasan sebelumnya merupakan jenis virus yang menyebabkan diare rotavirus. Dalam masalah kesehatan pada anak-anak, kasus diare sering kali menjadi masalah nomor satu yang menyebabkan kematian pada anak.

Diare atau gastroenteritis merupakan penyebab kematian ke 3 setelah stroke dan pendarahan intracranial dengan presentase sebesar 3,23% untuk orang dewasa dan anak-anak. Kasus-kasus rotavirus yang ada di dunia meliputi:

  1. Amerika Serikat

Rotavirus bertanggung jawab pada 2,7 juta kasus gastroenteritis atau diare pada anak-anak Amerika Serikat di bawah umur 5 tahun, 60.000 rawat inap, 500.000 klinik kunjungan setiap tahunnya dengan perkiraan biaya tahunan melebihi $ 1 milyar.

  1. Indonesia

Berdasarkan estimasi WHO (World Health Organization) tahun 2008, di Indonesia angka kematian akibat rotavirus adalah 50-100 kematian per 100.000 anak usia kurang dari 5 tahun.

  1. Akumulasi seluruh dunia

Pada tahun 2008, estimasi WHO menyatakan bahwa rotavirus menyebabkan sekitar 453 000 kematian anak berusia kurang dari 5 tahun, atau sekitar 37 % dari seluruh kematian akibat diare dan 5 % dari seluruh kematian semua umur.

Proporsi kasus rotavirus yang dapat dideteksi pada kasus rawat inap di negara maju lebih tinggi, namun angka mortalitas atau angka kematian tertinggi berada di negara berkembang di Afrika dan di Asia. Setelah terkena rotavirus, gejala umum yang dapat terjadi seperti demam, muntah dan diare. Namun dalam kasus tertentu, dapat terjadi dehidrasi parah dan (jarangnya) kematian. Bayi tertentu (dibawah usia 3 bulan) yang menderita infeksi rotavirus mungkin tidak memperlihatkan gejala.

Gejala biasanya timbul antara 1-3 hari (umumnya 2hari) setelah terekspos pada virus ini. Kebanyakan orang sehat yang terinfeksi oleh rotavirus menderita penyakit selama 4-6 hari dan sembuh sepenuhnya. Infeksi rotavirus lebih umum terjadi pada musim dingin.

Gejala dari infeksi rotavirus bisa muncul dalam waktu 2 hari setelah terkena virus. Gejala yang paling umum adalah diare yang parah pada anak. Diare rotavirus bisa terjadi selama 3-8 hari berturut-turut.

Hal yang amat membahayakan dari rotavirus apabila sudah terjadi diare dan muntah secara terus menerus, ditambah pula demam (penguapan suhu), maka dikhawatirkan akan terjadi dehidrasi pada anak. Dehidrasi yang berlangsung pada anak amatlah membahayakan, ini sebabnya kebanyakan kasus kematian bayi akibat  diare rotavirus di Indonesia banyak dialami saat sebelum di rawat inap. Dan di negara maju kebanyakan terjadi kasus kematian saat di rawat inap.

Fakta yang ada adalah siapa saja sebenarnya dapat terkena infeksi rotavirus, termasuk orang dewasa. Namun, bedanya gejala infeksi rotavirus yang terjadi pada orang dewasa tidak separah anak-anak. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here