Kenali Sejarah Budaya Seks Suku Bugis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, pernah mendengar sejarah budaya seks Suku Bugis? Artikel ini akan menyingkapkan tabir ketabuan tersebut.

Bagaimana Sejarah Budaya Seks Suku Bugis?

  • Sejarah budaya seks Suku Bugis sering disebut dengan Assikalaibineng yang artinya tata cara berhubungan intim antara suami dan istri. Asal-usul istilah tersebut di lihat dari sejarah masyarakat Bugis yang suka bertani di awal masa tanam. Sawah diibaratkan sebagai istri dan suami memiliki otoritas menggarap atau menanam sawahnya.
  • Sudah turun-temurun ajaran masyarakat Bugis ialah paternalistik sehingga kitab kamasutera Bugis ditujukan untuk para lelaki.
  • Kamasutera Bugis banyak dipengaruhi oleh ilmu tarekat atau tasawuf seks yang diturunkan kepada calon mempelai pria, sebelum melangsungkan akad nikah.
  • Pengajaran diajarkan dengan memberikan pengetahuan mandi, wudu, dan salat sunah, nikah batin, bercumbu rayu, melangsungkan penetrasi, dan kegiatan yang dilakukan setelah melakukan hubungan intim.
  • Konsep Assikalaibineg menonjolkan ideologi, tata krama, sebelum melakukan hubungan intim yang dilakukan di dalam satu sarung, kain tertutup, atau kelambu.
  • Sebelum menikah, pihak pria harus sudah mengetahui 12 titik rangsang pada wanita dengan melafalkan mantra (paddoangeng).
  • Pertama yang harus dilakukan ialah meraba lengan kemudian  meraba dan mencium titik lainnya. Secara berurutan pria harus meraba dan mencium Pele lima atau (telapak tangan), sadang (dagu), edda’ (pangkal leher), cekkong (tengkuk).
  • Setelah meraba tubuh, mulai mencium muka seperti buwung (ubun-ubun), dacculing (daun telinga), lawa enning (perantara kening dia atas hidung), dan inge (bagian depan hidung).
  • Tahap sebelum penetrasi ialah meraba dan mencium pangolo (buah dada) dan posi (pusar).
  • Saat melakukan makkarawa dan manyonyyo harus tetap tenang dan menggunakan irama naffaseng (nafas) yang sangat teratur dan tidak boleh liar.
  • Ajaran seks Bugis berasal dari fiqhi al’jima atau ajaran berhubungan seks setiap pasangan berdasarkan syariat Islam. Saat nafas harus melafalkan zikir dan mengingat Allah Taala.
  • Pelafalan zikir dan mantra harus dalam hati.
  • Berdasarkan ajaran Islam, kitab Assikalaibineng mengajarkan gaya dan teknis bersenggama yang sopan dan tidak hanya meliarkan nafsu belaka.
  • Ajaran Assikalibineng ialah mengelola nafsu birahi yang lebih positif sehingga bermanfaat dalam spiritualitas.
  • Menurut sejarah Bugis, hubungan intim hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah melangsungkan akad nikah saja. Selain itu tidak boleh.
  • Pengaturan nafas laki-laki saat berhubungan intim dengan istrinya merupakan salah satu ketahanan dalam segi spiritualnya.
  • Saat alat kelamin pria masuk ke vagina istrinya haruslah melafalkan Subhanallah sebanyak 33 kali sambil mencium dada dan mengangkat pinggul istrinya.
  • Ajaran ini terus diajarkan oleh para mertua kepada menantu laki-lakinya secara turun-temurun.

Demikian informasi mengenai sejarah budaya seks Suku Bugis. Semoga bermanfaat bagi para Pembaca. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here