Kenali Tanda dan Gejala Inversio Uteri

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com– Sahabat Pembaca, tahukah Anda bahwa ibu yang sedang bersalin memiliki resiko terjadi inversion uteri? Lalu bagaimana kita mengenali tanda dan gejalanya?

Bagaimana Tanda dan Gejala Inversio Uteri?

Inversio uteri merupakan penyebutan bagi kondisi persalinan yang rahim sebagian atau seluruhnya justru ikut keluar bersama dengan plasenta. Bagian rahim bagian atas terbaik kea rah bawah sampai keluar melalui jalan lahir. Perlu diketahui bahwa ada tanda yang bisa dideteksi oleh dokter akibat terjadinya inversio uteri sebagai berikut:

  • Rahim keluar sebagian atau seluruhnya dengan tanda seperti menonjol jika dilihat dari vagina.
  • Rahim berada pada posisi yang tidak pada tempatnya sehingga terjadi pendarahan melalui jalan  lahir.
  • Penderita mengalami kehilangan banyak darah dan membuat adanya tekanan darah cepat turun.
  • Gejala inversio uteri yang terjadi karena kehilangan banyak darah membuat sang ibu mengeluh seperti berikut:
  1. Mata menjadi berkunang-kunang.
  2. Kepala merasa nyeri atau pusing hebat.
  3. Kedinginan di sekujur tubuh, merasa kelelahan, lemah lunglai.
  4. Mengalami sesak napas atau sulit bernapas.
  5. Dokter mengklasifikasikan inversion uteri menjadi beberapa hal sebagai berikut:
  • Inversi tidak lengkap karena pada bagian atas rahim berubah posisi terbalik tapi tidak ada bagian rahim yang mencapai leher rahim, tapi rahim tidak sampai hingga ke serviks.
  • Pada bagian rahim mencapai serviks inversi prolapse atau keluarnya bagian atas rahim melalui vagina.
  • Inversi terjadi ketika rahim dan vagina sangat menonjol keluar

Bagaimana Gejala yang Dialami Ibu Hamil Saat Terjadi Inversio Uteri?

  1. Ibu hamil mengalami syok karena merasa sakit parah karena inverse atau terjadi peregangan saraf peritoneum atau ditambah terjadinya ovarium yang ikut tertarik dengan fundus.
  2. Fundus uteri terkadang benar-benar tidak bisa diraba.
  3. Terjadinya pendarahan hebat karena perlekatan plasenta pada dinding uterus.
  4. Dilihat melalui vulva ada endometrium yang terbalik dengan plasenta yang masih melekat atau pun tidak.
  5. Kondisi sakit hebat bisa berlangsung sangat lama karena jepitan serviks mengecil dan uterus mengalami iskemia, mekrosis, serta infeksi.
  6. Pendarahan yang parah bisa memungkinkan ibu melahirkan kehilangan nyawa, terutama jika kondisi ini tidak terdeteksi dan segera dilakukan penanganan.

Demikian informasi mengenai cara mengenali tanda dan gejala inversion uteri yang sangat bermanfaat bagi Anda. Semoga dapat memberi wawasan bagi para wanita, ibu hamil, dan ibu yang hendak melahirkan untuk berkonsultasi pada dokter untuk mencegah kemungkinan buruk dapat terjadi. Ada baiknya mengetahui dan mencegah daripada menutup mata dan terlambat. Semua situasi tentu ada solusinya jika mau membaca dan mendengar berbagai macam saran dari dokter. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here