Kenali Tanda Gejala danFaktor Risiko Penyakit Impetigo

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Impetigo adalah suatu penyakit infeksi kulit yang mudah menular dan dapat menimbulkan rasa sakit pada kulit Anda. Impetigo dapat terjadi dibagian tubuh manapun, biasanya area kulit yang mengalami penyakit ini akan terlihat memerah dan terdapat gelembung air. Ditemukan pada beberapa kasus, infeksi kulit jenis ini biasanya terjadi di sekitar hidung, mulut, tangan dan kaki. Setelah gelembung pecah, area tersebut akan mengeluarkan cairan yang kemudian membekas kerak kuning kecoklatan.

Infeksi kulit Impetigo paling umum menyerang pada anak-anak, terutama bagi anak-anak berusia 2-5 tahun. Impetigo jarang terjadi pada orang dewasa, kalaupun terjadi biasanya bersamaan dengan kondisi kulit atau infeksi lain dan lebih sering diderita oleh pada pria. Untuk mengetahui ciri, tanda dan gejala impetigo, simak penjelasan berikut.

Tanda-tanda dan gejala impetigo secara umum adalah sebagai berikut.

Luka merah dan gelembung yang segera pecah akan mengeluarkan cairan (berupa nanah atau abses) selama beberapa hari dan kemudian membentuk kerak kuning kecoklatan. Pada kasus impetigo yang berat, cairan dan luka yang menyakitkan dapat berubah menjadi ulkus yang dalam serta terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di area dekat infeksi.

Jika Anda memiliki tanda-tanda tersebut, silakan konsultasi dengan dokter Anda. Karena tubuh setiap orang berbeda selalu, kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Impetigo dapat terjadi akibat adanya bakteri jahat dalam kulit tubuh anda. Anda bisa mendapatkan infeksi bakteri ketika terpapar oleh luka ataupun cairan yang terkontaminasi akibat dari luka lecet orang lain yang terinfeksi pada kulit anda.

Satu dari dua jenis bakteri yang menyebabkan impetigo adalah bakteri staph (staphylococcus) atau strep (streptokokus). Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh anda jika kulit Anda pada saat bersamaan sedang terluka atau terbuka, karena masalah kulit lainnya seperti poison ivy, eksim, gigitan serangga, lecet atau luka bakar.

Setelah mengalami demam flu atau alergi lainnya yang membuat kulit di bawah hidung terkelupas, anak-anak dapat dengan mudah mengalami impetigo. Dalam beberapa kasus, penyakit impetigo masih dapat terjadi di kulit yang benar-benar sehat dan bersih.

Faktor-faktor risiko

Ada banyak faktor risiko untuk impetigo, lantas apa saja yang meningkatkan risiko seseorang mengalami impetigo? Berikut penjelasannya:

  • Umur. Anak-anak yang berusia 2 hingga 5 tahun berada pada risiko tertinggi terkena penyakit kulit impetigo ini.
  • Tempat ramai. Tempat ramai membuat penyakit kulit ini lebih mudah menyebar atau menular dari satu orang ke orang yang lain. Kondisi seperti ini dapat terjadi di sekolah-sekolah dan pusat penitipan atau perawatan anak.
  • Suhu hangat dan cuaca lembab. Jenis cuaca ini merupakan kondisi terbaik bagi bakteri untuk berkembang dan menyebar pada tubuh. Orang yang tinggal di negara dengan hutan tropis seperti Indonesia berisiko lebih tinggi terkena penyakit kulit impetigo. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here