Kenali Tanda Remaja yang Ingin Bunuh Diri

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Usia remaja adalah fase ketika seseorang mengalami masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Wajar jika dalam fase ini remaja kerap berperilaku aneh. Dalam fase ini ramaja memiliki sifat atau jiwa yang bergejolak. Gejolak itu biasanya didasari oleh berbagai hal, baik dari faktor internal maupun eksternal.

Hal-hal tersebut bakal memengaruhi kemampuan remaja dalam memecahkan masalah menjadi lebih buruk. Bunuh diri merupakan cara yang dilakukan seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Mereka yang memutuskan untuk bunuh diri, melakukannya dengan cara menggantung diri, minum obat-obatan melebihi dosis, menenggak cairan beracun, atau menggunakan senjata.

Biasanya, hal tersebut dilakukan secara diam-diam sehingga sulit untuk dicegah. Oleh karena itu, penting untuk mengenali pemicu dan tanda-tanda seseorang yang ingin bunuh diri. Siapa tahu, orang-orang terdekat kita menyimpan keinginan tersebut. Maka, sudah menjadi kewajiban kita untuk mencegahnya melakukan perbuatan itu. Beberapa tanda-tanda pada remaja yang ingin bunuh diri yang perlu kita ketahui adalah :

  1. Mudah tersinggung

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika remaja menjadi lebih mudah tersinggung. Perasaan tersinggung bakal berujung pada rasa stres dan menyebabkan remaja melakukan tindakan yang merugikan mereka. Tanda ini menjadi ‘bendera merah’ bagi orang-orang di sekitar, khususnya para orangtua. Saat tanda ini muncul, orangtua dan lingkungan sekitar perlu memberikan perhatian lebih pada remaja.

  1. Malas

Remaja yang berisiko untuk memiliki pikiran bunuh diri biasanya lebih tak peduli pada dirinya sendiri. Dia tak akan memperhatikan kebersihan diri dan mengubah penampilan secara drastis dengan lebih berantakan.

  1. Masalah tanpa jalan keluar

Remaja yang memiliki masalahan tanpa jalan keluar patut diwaspadai. Sederet persoalan seperti hamil di luar nikah, putus dengan pacar atau menghadapi perundungan di sekolah bisa meningkatkan risiko bunuh diri pada seorang remaja.

  1. Berontak tanpa sebab

Ketika seorang remaja mendadak kerap memberontak dan melawan aturan hingga melewati batas, orangtua patus khawatir. Apalagi jika tindakan yang dilakukan sampai mengganggu kenyamanan orang lain di sekitarnya.

  1. Merasa tidak berharga

Sejumlah perasaan seperti merasa tidak diakui dan tidak dianggap oleh keluarga atau kelompok tertentu bisa mendorong keinginan bunuh diri pada remaja.

  1. Menulis tentang mematian

Menulis tentang kematian umum terjadi pada remaja dengan pikiran bunuh diri. Gejala ini biasanya muncul akibat faktor internal dan eksternal.

  1. Percobaan bunuh diri

Remaja yang pernah melakukan percobaan bunuh diri tapi gagal berisiko untuk kembali melakoni aksi yang sama. Risiko ini akan lebih tinggi jika akar permasalahan tidak diselesaikan dengan baik.

  1. Menyendiri

Menjauhkan diri dari lingkungan sosial menandai gangguan mental yang terjadi pada seseorang. Perilaku menyendiri pada remaja menjadi salah satu sinyal kemungkinan bunuh diri.

  1. Keluhan sakit fisik

Rasa sakit secara fisik bisa menjadi indikator gangguan kecemasan dan depresi. Gangguan fisik diakibatkan oleh rasa cemas dalam pikiran. Masalah yang tidak teratasi membuat tubuh menjadi kurang baik.

  1. Bercanda tentang bunuh diri

Remaja yang kerap berbicara tentang bunuh diri atau bahkan bercanda tentangnya perlu ditangani dengan serius. Pasalnya, bercanda tentang hal tersebut bisa jadi penanda mental seorang remaja tengah terganggu.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here