Kenali Tanda-tanda Janin yang Kekurangan Gizi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Janin memerlukan pemenuhan transfer gizi atau nutrisi yang baik dan seimbang selama di dalam kandungan. Asupan nutrisi yang cukup tersebut akan digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Selama asupan gizi yang diterima janin cukup dan memenuhi maka janin akan berada dalam kondisi tubuh yang sehat dan akan berproses tumbuh kembang sesuai dengan usia kehamilan ibu.

Namun jika asupan gizi yang diterima janin kurang maka janin akan berada dalam kondisi kurang gizi sehingga dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin serta pada kondisi yang parah dapat menyebabkan kematian. Faktor kurang gizi ini dapat dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi yang rendah, pola makan yang buruk dan pola makan yang tidak seimbang.

Sebagai cara pencegahan calon ibu harus mengetahui tanda-tanda jika janin kekurangan gizi. Beberapa tanda-tandanya yaitu:

  1. Perkembangan janin tidak sesuai dengan usia kehamilan.

Dalam kamus kesehatan kondisi tersebut dinamakan dengan Intra Uterine Growth Restriction (IUGR) atau bila di terjemahkan menjadi Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT). Biasanya diagnosis ini ditegakkan bila ibu hamil memeriksakan kehamilannya minimal 2 kali dan ditemukan berat badan janin tidak sesuai dengan usia kehamilan. Jika ukuran diameter kepala dan lingkar perut simetris maka hal ini disebabkan oleh kurangnya nutrisi janin. Selain itu dari beberapa parameter, juga dinilai berdasarkan ketidaksesuaian diameter kepala dan lingkar perut janin maka kemungkinan terjadi karena faktor kelainan kongenital.

Untuk melihat kondisi tersebut diperlukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) oleh dokter Obsgyn. USG sendiri berfungsi untuk melihat bagian-bagian tubuh janin dari ukuran, panjang dan berat badan janin serta sebagai bahan untuk menentukan ada atau tidaknya kelainan pada pertumbuhan janin.

Tidak ada gejala yang signifikan dari PJT ini tetapi bila kondisi ini tidak segera tertangani dengan baik maka akan membahayakan janin dan berdampak pada gangguan perkembangan syaraf, motorik dan mental hingga menyebabkan kematian.

  1. Berat badan janin tidak sesuai dengan usia kehamilan.

Berat badan janin kurang dan tidak sesuai dengan usia kehamilan disebabkan oleh tidak maksimalnya janin menerima asupan gizi. Selain faktor nutrisi ibu yang kurang, beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan berat badan janin tidak sesuai dengan usia kehamilan ibu yaitu dikarenakan adanya gangguan dari plasenta sehingga nutrisi tidak sampai ke janin dengan maksimal, gangguan sirkulasi darah dan adanya resiko infeksi.

Dampak pada janin dengan berat badan kurang dapat mengalami pertumbuhan janin terhambat, persalinan prematur dan beresiko kematian janin di dalam kandungan.

  1. Gerakan janin aktif namun semakin berkurang.

Gerakan janin dapat menjadi pertanda janin dalam kondisi yang sehat. Pada kondisi yang normal pergerakan janin baik menendang, pergerakan badan dan tangan janin 1-2 kali setiap 1 jam dan minimal 10 kali pergerakan dalam sehari. Pergerakan janin yang sangat aktif dan tiba-tiba menurun secara signifikan bahkan sampai tidak adanya gerakan atau diam dalam satu waktu merupakan pertanda bahwa janin kekurangan nutrisi dan oksigen.

  1. Tali pusat janin terpilin atau adanya simpul tali pusat.

Gangguan seperti rapatnya pilinan tali pusat dan adanya simpul tali pusat dapat disebabkan karena bayi yang bergerak aktif dan posisi janin yang dapat berputar dan berubah-ubah. Gangguan tali pusat tersebut menyebabkan janin mengalami hambatan dalam menerima transfer nutrisi dan oksigen. Dampaknya janin mengalami kurang gizi dan beresiko meninggal di dalam kandungan.  (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here