Kenapa Artis Kerap Terjerat Narkoba?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Beberapa waktu belakangan ini, pemberitaan di berbagai media massa diramaikan dengan terciduknya sejumlah artis yang terduga mengonsumsi narkotika dan obat atau bahan berbahaya (narkoba). Sesuatu yang sebenarnya tidak mengejutkan lagi. Tapi, kenapa ya kalangan artis kerap terjerat narkoba?

Seorang terapis John Tsilimparis mencoba mendalami kasus pecandu narkoba selama 15 tahun. Lalu, ia menuliskan ulasannya di Huffington Post. John menuliskan sejumlah alasan kenapa sejumlah artis lebih cenderung menggunakan obat-obatan terlarang.

  1. Tekanan mental dan fisik

Kala menjadi artis, maka seseorang dituntut untuk selalu menampilkan yang terbaik, entah lewat penampilan atau tingkah laku. Keharusan mereka untuk selalu tampil sebaik mungkin 24/7 ini tentunya memberikan tekanan mental dan fisik luar biasa. Tekanan ini termanifestasi dalam bentuk depresi, kekurangan tidur, menangis tanpa ada alasan yang jelas, bad mood, kurang konsentrasi, paranoid, kurangnya rasa percaya pada sesama sampai munculnya rasa benci akan diri sendiri. Saat mengalami berbagai hal tersebut, maka ini menjadi saat paling rentan bagi artis menggunakan obat terlarang. Obat terlarang menawarkan ‘jalan keluar’ dan kelegaan akan semua beban yang mereka harus lalui sehari-hari. Kepenatan atau depresi yang tinggi dalam bekerja memicu mereka untuk mencari kesenangan semu tersebut. Kondisi psikologis para artis yang seperti itulah dengan mudah dimanfaatkan para bandar narkoba untuk menjadi konsumennya. Terlebih, lingkungan sosial para artis umumnya dekat dengan ‘dunia malam’. Sudah bukan rahasia lagi bila lokasi-lokasi hiburan tertentu menjadi spot peredaran narkoba. Bagi yang memiliki kepribadian lemah, mereka sangat mudah terpengaruh dengan linkungan sosialnya.

  1. Kehilangan minim

Pendapatan artis umumnya jauh di atas rata-rata orang kebanyakan. Maka, ia akan merasa tak terlalu banyak kehilangan bila membelanjakan hartanya untuk membeli narkoba. Berbeda dengan orang awam. Konsekuensi dalam penggunaan obat terlarang terlalu besar mengingat harganya yang relatif mahal, risiko kehilangan pekerjaan, penghidupan hingga rasa malu.

  1. Vitalitas

Saat mengonsumsi jenis narkoba tertentu, seperti sabu, seseorang dapat merasakan efek ‘naik’ beberapa menit hingga 20 menit setelahnya. Biasanya, saat berada dalam kondisi ini, orang akan merasa memiliki banyak energi. Hal ini karena sabu mendorong hormon dopamin menjadi 1.000 kali lipat melebihi batas wajar. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistiandriatmoko mengatakan, dari banyaknya jenis narkoba memang ada yang menimbulkan vitalitas. Pada pemakaian pertama, penggunanya tidak akan langsung kecanduan. Namun, karena merasa badannya selalu segar, para pemakainya akan mencoba kembali untuk daya tahan tubuh. Itu tentunya akan menimbulkan efek ketergantungan sehingga tidak dapat melepaskan diri dari jerat narkoba.

Nah, banyaknya kasus narkoba yang menimpa para artis tentu bisa menjadi pelajaran semua orang untuk menatap masa depannya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here